Jalur Kereta Api Pekalongan Sragi Pulih Bertahap Kecepatan Masih Dibatasi Demi Keselamatan

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:57:58 WIB
Jalur Kereta Api Pekalongan Sragi Pulih Bertahap Kecepatan Masih Dibatasi Demi Keselamatan

JAKARTA - Pemulihan perjalanan kereta api di jalur utara Jawa terus menunjukkan perkembangan positif setelah sebelumnya terdampak genangan air. 

Meski lintasan Pekalongan–Sragi kini sudah kembali dapat dilalui, kecepatan kereta api yang melintas masih diberlakukan secara terbatas. Kebijakan ini diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan kondisi prasarana benar-benar aman bagi operasional kereta api dan keselamatan penumpang.

PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi 4 Semarang menegaskan bahwa normalisasi jalur tidak serta-merta diikuti dengan kecepatan maksimal. Proses pemulihan dilakukan bertahap, seiring dengan pemantauan kondisi rel dan tanah penyangga yang sebelumnya terendam air. Dengan pendekatan ini, KAI berharap perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Peningkatan kecepatan dilakukan secara bertahap

Sejak Selasa (20/1) pukul 10.00 WIB, KAI Daop 4 Semarang mulai menaikkan kecepatan perjalanan di lintasan Pekalongan–Sragi. Untuk jalur hulu, kecepatan ditingkatkan hingga 40 kilometer per jam. Sementara itu, jalur hilir masih diberlakukan batas kecepatan 30 kilometer per jam karena masih memerlukan pemantauan lanjutan.

Kebijakan berbeda antara jalur hulu dan hilir ini diterapkan lantaran kondisi prasarana di jalur hilir dinilai belum sepenuhnya stabil. Petugas masih melakukan pengecekan intensif untuk memastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api. Oleh sebab itu, penyesuaian kecepatan dilakukan secara selektif sesuai kondisi lapangan.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa peningkatan kecepatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pemulihan operasional. Langkah ini sekaligus menjadi indikator bahwa kondisi jalur terus menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Namun demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

“Meski peningkatan kecepatan masih dilakukan secara terbatas, hal ini menjadi indikator bahwa kondisi jalur terus menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih stabil, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman. Peningkatan kecepatan tersebut dilakukan setelah KAI melakukan berbagai upaya penanganan dan pemeriksaan prasarana di lokasi yang sebelumnya terdampak genangan air.

Pembatasan kecepatan masih akan diberlakukan

Luqman menambahkan bahwa KAI tetap mengutamakan keselamatan sebagai prioritas tertinggi. Oleh karena itu, kereta api yang melintas di jalur Pekalongan–Sragi masih harus mengikuti batas kecepatan yang telah ditentukan. Peningkatan kecepatan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan hasil evaluasi teknis di lapangan.

Dengan pendekatan bertahap ini, KAI berupaya meminimalkan risiko gangguan operasional maupun kecelakaan. Setiap perubahan kecepatan akan didasarkan pada hasil pengamatan langsung kondisi rel, bantalan, serta struktur tanah di sekitar jalur kereta api. Proses ini membutuhkan waktu agar hasilnya benar-benar optimal dan aman.

Dampak gangguan terhadap perjalanan kereta api

Meski jalur sudah kembali dapat dilalui, dampak gangguan akibat genangan air masih terasa pada operasional perjalanan kereta api. Untuk keberangkatan awal dari Daop 4 Semarang, tercatat masih ada pembatalan dua perjalanan kereta api yang melintas wilayah tersebut. Kedua kereta api itu adalah KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dan KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi.

Kedua kereta api tersebut juga melakukan pelayanan naik turun penumpang di stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang. KAI memastikan bahwa informasi pembatalan dan perubahan layanan disampaikan kepada pelanggan agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Upaya normalisasi terus dilakukan petugas

Puluhan petugas KAI masih terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses normalisasi jalur kereta api Pekalongan–Sragi. Diharapkan, dengan upaya yang dilakukan secara intensif, jalur tersebut dapat segera kembali beroperasi normal seperti sebelum terjadi gangguan.

Dalam proses perbaikan, KAI Daop 4 Semarang mengerahkan berbagai peralatan berat dan khusus. Salah satunya adalah Kereta Perawatan Jalan Rel yang digunakan untuk mengoreksi penurunan rel, memperbaiki elevasi jalur, serta menyesuaikan ketinggian rel. Selain itu, excavator juga dikerahkan untuk membantu proses perbaikan prasarana lainnya yang terdampak genangan air.

Data gangguan dan jumlah pelanggan terdampak

Sejak terjadinya gangguan akibat genangan air pada Jumat (16/1) hingga Senin (19/1), KAI mencatat sebanyak 108 perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan. Selain itu, 31 perjalanan kereta api harus dialihkan rutenya atau memutar sehingga mengalami keterlambatan.

Selama periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang telah melayani total 10.985 pelanggan terdampak yang melakukan pembatalan tiket. Gangguan ini dipicu oleh banjir yang menggenangi sekitar rel di wilayah Stasiun Sragi, Kabupaten Pekalongan, sehingga menghambat kelancaran operasional kereta api.

Kereta sempat tertahan di sejumlah stasiun

Akibat banjir pada Minggu , sejumlah kereta api dari arah timur sempat tertahan di beberapa stasiun wilayah Kabupaten Batang. Selain di Stasiun Batang, kereta juga tertahan di Stasiun Ujungnegoro, Kuripan, Plabuan, dan Krengseng. Sementara itu, dari arah barat, beberapa kereta tertahan di Stasiun Tegal, Pemalang, Comal, Petarukan, dan stasiun lainnya.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan berkomitmen untuk terus mempercepat proses normalisasi jalur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api. KAI juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi resmi melalui media sosial KAI dan Contact Center 121 seiring perkembangan penanganan di lapangan.

Terkini