Pasokan LNG Perdana PGN Perkuat Peran Nusantara Regas Jaga Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:14:05 WIB
Pasokan LNG Perdana PGN Perkuat Peran Nusantara Regas Jaga Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA - Upaya menjaga kesinambungan pasokan energi nasional terus dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan gas industri. 

Salah satu langkah strategis terbaru datang dari penerimaan pasokan liquefied natural gas perdana oleh PT Nusantara Regas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memastikan suplai gas tetap andal bagi sektor kelistrikan dan industri yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Masuknya pasokan LNG perdana tersebut menandai babak baru dalam sinergi antarpelaku energi nasional. Selain memperkuat sistem pasokan gas, langkah ini juga mencerminkan kesiapan infrastruktur nasional dalam menjawab tantangan kebutuhan energi yang terus tumbuh. Di tengah agenda transisi energi, LNG masih memegang peran penting sebagai sumber energi yang lebih bersih dan fleksibel.

Penerimaan LNG jadi langkah strategis

PT Nusantara Regas menerima pasokan LNG perdana dari PGN pada Senin, 19 Januari 2026. Proses ini menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan suplai gas nasional, khususnya untuk sektor strategis seperti kelistrikan dan industri. Penerimaan LNG tersebut dilaksanakan melalui mekanisme ship-to-ship transfer yang berlangsung selama beberapa hari.

Proses ship-to-ship transfer dilakukan pada periode 19 hingga 21 Januari 2026. Selain pemindahan muatan LNG, rangkaian kegiatan ini juga mencakup commissioning fasilitas serta penyerahan gas PGN yang dilakukan pada 20 Januari 2026. Seluruh tahapan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional sebelum gas digunakan.

Langkah ini menunjukkan bahwa sistem logistik LNG nasional berjalan sesuai dengan standar keselamatan dan keandalan yang ditetapkan. Dengan pasokan perdana ini, Nusantara Regas memperluas sumber suplai LNG sekaligus memperkuat fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri.

Alur distribusi gas hasil regasifikasi

Setelah LNG diterima, proses selanjutnya adalah regasifikasi untuk mengubah LNG menjadi gas bumi. Gas hasil regasifikasi tersebut kemudian dialirkan melalui proses gas-in di Onshore Receiving Facility Muara Karang. Fasilitas ini menjadi titik penting sebelum gas disalurkan ke jaringan pipa gas nasional.

Melalui infrastruktur PGN, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 MMSCFD. Selain itu, sistem juga memiliki kemampuan operasi berkelanjutan sebesar 60 MMSCFD guna menjamin keandalan suplai bagi pengguna akhir. Kapasitas ini dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan dan industri.

Sepanjang tahun 2026, pasokan LNG dari PGN direncanakan sebanyak tiga kargo. Seluruh pasokan tersebut bersumber dari Kilang LNG Tangguh Papua yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung suplai LNG nasional. Dengan rencana ini, kesinambungan pasokan gas diharapkan tetap terjaga.

Peran Nusantara Regas sejak awal operasi

Sebagai operator terminal LNG nasional, Nusantara Regas telah menjalankan perannya sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, perusahaan ini menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG untuk mendukung pasokan energi, terutama bagi sektor kelistrikan. Peran ini semakin penting seiring meningkatnya permintaan energi nasional.

Pengalaman panjang tersebut membuat Nusantara Regas memiliki kapabilitas dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan suplai gas bumi. Infrastruktur yang dioperasikan telah teruji dalam menghadapi fluktuasi permintaan serta dinamika pasokan energi. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional.

Selain sektor kelistrikan, gas hasil regasifikasi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Dengan demikian, Nusantara Regas tidak hanya berperan sebagai pengelola terminal, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok energi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pandangan manajemen terkait penguatan pasokan

Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas, Mahfud Fauzi, menilai penerimaan LNG perdana dari PGN sebagai tonggak strategis. Menurutnya, langkah ini memperkuat peran jangka panjang perusahaan dalam sistem energi nasional. Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas telah menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional.

“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas telah menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini menjadi tonggak strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik dan industri,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa suplai LNG dari PGN akan dioptimalkan untuk mendukung pembangkit listrik serta kebutuhan industri. Gas hasil regasifikasi akan disalurkan melalui sistem ORF Muara Karang dan jaringan pipa PGN agar dapat menjangkau pengguna akhir secara optimal.

“Suplai LNG PGN dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara stabil dan berkesinambungan,” lanjutnya.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan

Operasi LNG dan gas ini terealisasi melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak yang terlibat antara lain SKK Migas, Kementerian ESDM, pemasok LNG, PGN, Pertamina, PLN, serta Nusantara Regas sebagai pengelola terminal. Sinergi ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional.

Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari pasokan hingga distribusi gas, berjalan sesuai rencana. Dengan koordinasi yang baik, potensi hambatan dapat diminimalkan sehingga keandalan suplai tetap terjaga. Hal ini menjadi krusial di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Ke depan, Nusantara Regas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang, sekaligus mendukung transisi menuju bauran energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, PT Nusantara Regas merupakan afiliasi PT Pertamina Persero yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Perusahaan ini bertugas mengoperasikan Floating Storage and Regasification Unit Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta serta Onshore Receiving Facilities Muara Karang. Fasilitas tersebut memiliki peran vital dalam memasok energi bagi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa bagian barat.

Terkini