Rabu, 20 Mei 2026

Kakao Kepulauan Yapen Targetkan Ekspor Eropa Rp 108 Miliar

Kakao Kepulauan Yapen Targetkan Ekspor Eropa Rp 108 Miliar
Di Kampung Konti Unai, terdapat sekitar 200 hektare lahan kakao yang dikelola kurang lebih 150 petani Orang Asli Papua. (Foto: ANTARA)

JAKARTA- Komoditas kakao asal Kepulauan Yapen kini tengah dibidik untuk menembus pasar ekspor Eropa. Sektor perkebunan ini diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi bagi masyarakat lokal, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Pengembangan kakao di wilayah ini merupakan implementasi dari Export Base Theory. Teori dari ekonom Douglas North tersebut menekankan bahwa daerah yang mampu menjual komoditas unggulan ke pasar internasional akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

"Kami menemui para petani kakao Orang Asli Papua di Kepulauan Yapen bersama Wakil Bupati Yapen. Kampung Konti Unai menjadi salah satu contoh kampung yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao," ujar Billy Mambrasar dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga

Karet Naik Jadi Rp 17.500/Kg, Petani Tanjung Medan Senang

Berdasarkan data lapangan, saat ini di Kampung Konti Unai terdapat sekitar 200 hektare lahan kakao yang dikelola oleh kurang lebih 150 petani Orang Asli Papua. Secara keseluruhan, total luas lahan kakao di Kepulauan Yapen diperkirakan mencapai 900 hektare.

Data Potensi Perkebunan Kakao Kepulauan Yapen:

Total Luas Lahan: 900 Hektare
Estimasi Produktivitas: 1 Ton per Hektare/Tahun
Total Produksi: 900 Ton per Tahun
Harga Pasar Dunia: Rp120 Juta - Rp130 Juta per Ton
Total Nilai Ekonomi: Lebih dari Rp108 Miliar per Tahun

Angka tersebut dinilai sangat realistis mengingat harga kakao dunia yang sedang kompetitif. Penilaian ini disampaikan oleh Billy yang juga merupakan peneliti kebijakan ekonomi di Politeknik Negeri Batam dan Komite Dewan Komisaris Taspen.

Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah

Pengembangan sektor kakao dipandang sebagai solusi agar daerah tidak hanya bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat. 

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mengurangi angka kemiskinan di Tanah Papua.

"Daerah harus mampu menciptakan ekonomi produktif yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Billy.

Keberhasilan Kabupaten Manokwari Selatan yang telah lebih dahulu sukses mengekspor kakao ke pasar Eropa kini dijadikan acuan. 

Keberhasilan tersebut menjadi model atau benchmark bagi pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan di wilayah Papua lain, khususnya di Kepulauan Yapen.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Batu Bara Melesat Tiga Hari Berturut-turut Imbas Sentimen India

Harga Batu Bara Melesat Tiga Hari Berturut-turut Imbas Sentimen India

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Per Mei 2026, Jenis Diesel Melonjak

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Per Mei 2026, Jenis Diesel Melonjak

Harga Minyak Dunia Turun Menyusul Kemajuan Negosiasi AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Turun Menyusul Kemajuan Negosiasi AS dan Iran

 Harga CPO Melonjak Akibat Isu Pembatasan Ekspor Sawit Indonesia

Harga CPO Melonjak Akibat Isu Pembatasan Ekspor Sawit Indonesia