Rabu, 20 Mei 2026

Karet Naik Jadi Rp 17.500/Kg, Petani Tanjung Medan Senang

Karet Naik Jadi Rp 17.500/Kg, Petani Tanjung Medan Senang
Ilustrasi Getah Karet. (Sumber Gambar: datariau.com)

ROHIL  - Kenaikan harga jual getah karet mingguan di tingkat lapangan mulai membawa angin segar bagi para petani karet di wilayah Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. 

Harga getah yang diterima petani dari pengepul atau toke kini mencapai Rp17.500 per kilogram, sehingga membuat sebagian petani merasa lebih optimistis dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan wartawan datariau.com di salah satu pangkalan getah di Dusun Simpang Tiga Perdamaian (Sigambal II), Kepenghuluan Akar Belingkar, Senin (18/5/2026), terlihat aktivitas jual beli getah berjalan dengan antusias. Para petani mengaku puas karena harga getah terus mengalami kenaikan dari pekan ke pekan.

Baca Juga

Kakao Kepulauan Yapen Targetkan Ekspor Eropa Rp 108 Miliar

Salah seorang petani karet, Diman, mengungkapkan rasa syukurnya atas membaiknya harga komoditas tersebut.

“Saya merasa sedikit senang dan puas jika harga jual getah mengalami kemajuan dan sudah jauh meninggalkan harga yang sangat memprihatinkan bagi kami, khususnya petani karet,” ujarnya.

Meski harga saat ini telah menyentuh angka Rp17.500 per kilogram, para petani masih berharap harga getah dapat terus meningkat agar kesejahteraan mereka semakin membaik.

“Semoga saja harga tersebut bisa lagi membaik dari harga yang sekarang meski sudah menembus angka Rp17.500 per kilogram,” harap Diman.

Menurut warga, sebelumnya harga getah lokal sempat berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan dan dinilai belum mampu menyamai hasil yang diperoleh petani kelapa sawit. 

Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian masyarakat memilih menebang kebun karet mereka karena harga jual getah tidak kunjung membaik.

Namun, dengan adanya peningkatan harga saat ini, masyarakat mulai melihat secercah harapan bagi keberlangsungan sektor perkebunan karet di Rohil.

Meski demikian, keraguan masih menyelimuti sebagian petani. Di sejumlah wilayah, banyak kebun karet telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. 

Bahkan, tidak sedikit petani yang mulai menyisipkan tanaman sawit di tengah kebun karet sebagai langkah antisipasi ekonomi.

“Keyakinan petani karet terhadap harga jual getah sempat hampir memudar, sehingga banyak yang mengambil keputusan melakukan replanting dengan tanaman kelapa sawit demi mempertahankan ekonomi rumah tangga,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap nasib petani karet, termasuk upaya menjaga stabilitas harga agar kesejahteraan mereka dapat setara dengan petani komoditas lainnya.

“Harapannya, pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet agar setara dengan petani kelapa sawit maupun petani lainnya, sehingga seluruh petani Indonesia dapat hidup lebih mapan dan sejahtera,” tutupnya.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Batu Bara Melesat Tiga Hari Berturut-turut Imbas Sentimen India

Harga Batu Bara Melesat Tiga Hari Berturut-turut Imbas Sentimen India

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Per Mei 2026, Jenis Diesel Melonjak

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Per Mei 2026, Jenis Diesel Melonjak

Harga Minyak Dunia Turun Menyusul Kemajuan Negosiasi AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Turun Menyusul Kemajuan Negosiasi AS dan Iran

 Harga CPO Melonjak Akibat Isu Pembatasan Ekspor Sawit Indonesia

Harga CPO Melonjak Akibat Isu Pembatasan Ekspor Sawit Indonesia