Senin, 11 Mei 2026

Strategi Antam Hadapi Penyesuaian Tarif Royalti Emas dan Nikel

Strategi Antam Hadapi Penyesuaian Tarif Royalti Emas dan Nikel
Strategi Antam Hadapi Penyesuaian Tarif Royalti Emas dan Nikel (Foto: net)

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memberikan respons mengenai rencana pemerintah yang akan melaksanakan penyesuaian tarif royalti pada beberapa komoditas mineral melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2025. 

Beberapa komoditas yang menjadi sasaran penyesuaian tarif royalti tersebut ialah emas dan nikel, yang merupakan portofolio utama dalam bisnis ANTM.

Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang Wisnu Danandi Haryanto mengungkapkan bahwa secara prinsip ANTM menghargai serta mendukung segala kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat tata kelola sektor pertambangan dan optimalisasi penerimaan negara dari sumber daya alam.

Baca Juga

AAUI Dukung OJK Terapkan New RBC demi Ketahanan Asuransi Nasional

Sebagai perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi, ANTM terus memantau perkembangan regulasi tersebut, termasuk potensi dampaknya bagi industri mineral nasional, khususnya komoditas emas dan nikel.

Meninjau dari sisi dampak, ANTM menilai penyesuaian tarif royalti dipastikan akan menjadi salah satu faktor yang masuk dalam perhitungan struktur biaya operasional serta perencanaan bisnis perusahaan.

"Namun demikian, Antam menilai bahwa fundamental bisnis perusahaan saat ini masih cukup kuat, didukung oleh portofolio usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, diversifikasi komoditas, efisiensi operasional, serta penguatan bisnis hilirisasi dan value added mineral," kata Wisnu Danandi Haryanto sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Minggu (10/5/2026).

Selain itu, ANTM tetap menjaga disiplin manajemen biaya serta keunggulan operasional agar mampu menjaga daya saing di tengah dinamika industri maupun perubahan kebijakan.

Dengan demikian, ANTM berharap dampak kebijakan ini dapat dikelola secara prudent serta terukur sehingga tidak mengganggu keberlangsungan usaha perusahaan secara signifikan.

Sebagai bentuk antisipasi, ANTM secara konsisten melakukan evaluasi pada strategi operasional, efisiensi biaya, optimalisasi produksi, dan penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk mineral di dalam negeri. 

ANTM juga terus memperkokoh sinergi dengan ekosistem industri nasional serta menjaga fleksibilitas bisnis supaya tetap adaptif terhadap perubahan regulasi atau volatilitas pasar global.

Tidak hanya itu, ANTM tetap fokus dalam menjalankan target operasional serta kinerja yang telah ditetapkan perusahaan.

"Ke depan, perusahaan akan terus melakukan penyesuaian strategis yang diperlukan agar tetap dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi optimal bagi negara serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Wisnu Danandi Haryanto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), harga saham ANTM mengalami koreksi sebesar 6,44 persen ke level Rp 3.630 per saham.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Volume Penjaminan Jamkrindo Capai Rp 43,6 Triliun di Kuartal I 2026

Volume Penjaminan Jamkrindo Capai Rp 43,6 Triliun di Kuartal I 2026

Aset Mandiri Utama Finance Melonjak 26,6 Persen per Maret 2026

Aset Mandiri Utama Finance Melonjak 26,6 Persen per Maret 2026

YOII Catat Premi Rp162,25 Miliar Melalui Kolaborasi Pialang Digital

YOII Catat Premi Rp162,25 Miliar Melalui Kolaborasi Pialang Digital

Ciputra Life Dukung Implementasi New RBC di Industri Asuransi

Ciputra Life Dukung Implementasi New RBC di Industri Asuransi

GOTO Cetak Laba Perdana Rp 170,7 Miliar pada Kuartal I 2026

GOTO Cetak Laba Perdana Rp 170,7 Miliar pada Kuartal I 2026