Kinerja Emiten Teknologi GOTO Raih Laba Perdana 170,7 Miliar Rupiah
- Senin, 11 Mei 2026
JAKARTA – Capaian kinerja para emiten di sektor teknologi pada kuartal I-2026 memperlihatkan tren yang bervariasi.
Di tengah kondisi persaingan industri digital yang semakin ketat serta adanya tekanan pada profitabilitas, sejumlah emiten mulai menampakkan adanya perbaikan dari sisi fundamental, namun sebagian lainnya masih harus berhadapan dengan tantangan terkait margin serta efisiensi bisnis sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Beberapa analis pun memberikan sejumlah rekomendasi saham pada sektor teknologi yang dianggap masih memiliki daya tarik untuk dipantau oleh para investor.
Baca JugaLayanan Perintis ASDP Tumbuh 11 Persen Meski Hadapi Tantangan Beban
Berikut merupakan ulasan rekomendasi saham sektor teknologi untuk sesi perdagangan pada Senin (11/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Kinerja yang ditunjukkan GOTO berhasil melampaui perkiraan pada bagian adjusted EBITDA, sekaligus mampu mencatatkan laba kuartalan untuk pertama kalinya setelah pada masa sebelumnya terus membukukan kerugian.
GOTO meraih laba bersih perdana sebesar Rp 170,7 miliar pada kuartal I-2026. Hasil ini berbalik arah dari kondisi rugi bersih senilai Rp 366,5 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sektor teknologi finansial (fintech) menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan GOTO pada periode ini.
Nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) pada segmen fintech tumbuh sebesar 12 persen secara kuartalan (qoq) dan mengalami lonjakan hingga 72 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 230 triliun.
Selaras dengan hal tersebut, adjusted EBITDA pada segmen fintech pun melesat ke angka Rp 364 miliar, atau meningkat 61 persen qoq dan tumbuh tajam 674 persen yoy sebagaimana dilansir dari berita sumber.
2. PT. Bukalapak.com Tbk (BUKA)
BUKA mencatatkan rugi bersih senilai Rp 423,5 miliar pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dengan raihan laba bersih sebesar Rp 111,7 miliar pada kuartal I-2025.
Meski demikian, dari sisi top line, BUKA berhasil membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 2,7 triliun dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun sebagaimana dilansir dari berita sumber.
BUKA mencatat bahwa segmen gaming memberikan dukungan yang cukup kuat pada kinerja perusahaan.
Pihak manajemen menerangkan bahwa pertumbuhan pada top line dipicu oleh adanya ekspansi di berbagai pasar serta peluncuran produk baru, yang turut didukung oleh pertumbuhan pasar dalam negeri yang tetap solid.
Selain itu, langkah strategis melalui pelaksanaan Lapak Gaming Battle Arena ikut memperkuat eksistensi merek Lapakgaming di kalangan komunitas gamer sebagaimana dilansir dari berita sumber.
3. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
BELI masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 303,0 miliar pada kuartal I-2026, namun angka ini mengecil jika dibandingkan dengan rugi bersih pada kuartal I-2025 yang mencapai Rp 638,1 miliar.
Di sisi lain, pendapatan neto dilaporkan mengalami pertumbuhan menjadi Rp 7,8 triliun dari posisi Rp 4,7 triliun pada kuartal I-2025 sebagaimana dilansir dari berita sumber.
BELI terus melakukan penguatan pada fondasi omnichannel sebagai pilar strategi utama dalam pertumbuhannya. Saat ini, Blibli telah memiliki 13 gudang dengan total luas area mencapai sekitar 200.000 meter persegi, ditambah dengan 19 pusat distribusi (hubs).
Yang paling terkini, gudang yang berlokasi di Marunda, Bekasi, telah menerapkan layanan Fulfillment At Speed (FAS) guna melengkapi sistem logistik Blibli yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











