JAKARTA – Baznas/Bazis DKI Jakarta kembali menghadirkan program layanan hapus tato gratis dalam rangka Ramadan 2026 dengan target lebih tinggi dan aturan yang diperluas untuk menjangkau lebih banyak warga yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri. Ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahunan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat khususnya yang berdomisili di Jabodetabek dan ber-KTP DKI Jakarta untuk menghapus tato tanpa biaya melalui prosedur medis yang aman dan disertai pembinaan rohani serta edukasi kesehatan.
Target Peserta Ditingkatkan dan Pendaftaran Dibuka Secara Online
Program layanan hapus tato gratis yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta pada Ramadan 2026 membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menghapus tato sebagai bagian dari proses hijrah dan perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin, menyatakan bahwa target peserta pada tahun ini ditetapkan sebanyak 1.000 orang, meningkat signifikan dari kuota sebelumnya yang pada 2025 mencapai 700 orang. Lonjakan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program yang menyentuh aspek lahir dan batin tersebut.
Baca JugaBoard of Peace Bisa Jadi Model Baru Penyelesaian Konflik Global, Kata Menlu AS
Pendaftaran bagi calon peserta dibuka sejak 23 Februari hingga 4 Maret 2026, dilakukan secara daring melalui laman resmi yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Untuk bergabung, pendaftar diwajibkan mengisi formulir dengan lengkap serta melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang akan dihapus sebagai bagian dari proses verifikasi data. Setelah terdaftar, peserta kemudian dimasukkan ke dalam grup WhatsApp sesuai wilayah kegiatan untuk mempermudah koordinasi dan informasi lanjutan.
Persyaratan Administratif dan Kesehatan yang Harus Dipenuhi
Calon peserta yang ingin mengikuti program layanan hapus tato gratis wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh Baznas DKI Jakarta. Persyaratan administratif paling pokok adalah memiliki KTP DKI Jakarta dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, sehingga program ini benar-benar menyasar warga setempat. Selain itu, proses verifikasi awal melalui dokumen yang dilampirkan saat pendaftaran dilakukan untuk memastikan bahwa peserta memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Selain persyaratan administratif, Baznas juga menetapkan beberapa kriteria medis yang perlu diperhatikan. Peserta tidak diperkenankan mengikuti layanan jika memiliki kondisi kesehatan tertentu yang dapat menghambat proses penghapusan tato, seperti penyakit kulit kronis, diabetes yang tidak terkontrol, atau gangguan pembekuan darah. Program ini juga tidak tersedia bagi mereka yang memiliki tato permanen di area tubuh yang dinilai berisiko tinggi terhadap komplikasi medis. Calon peserta pun diwajibkan untuk bersedia mengikuti seluruh prosedur dan tahapan yang ditentukan selama proses berlangsung.
Lokasi Pelaksanaan di Berbagai Titik Strategis Jakarta
Untuk memudahkan akses bagi peserta dari berbagai wilayah, layanan hapus tato gratis akan digelar di sejumlah lokasi strategis di Jakarta. Rangkaian tempat dan jadwal pelaksanaan yang telah diumumkan meliputi Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada 23–24 Februari 2026; Aula Masjid Assahara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 24 Februari 2026; kemudian Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 26 Februari 2026; serta Aula Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 3 Maret 2026.
Dengan penyebaran lokasi yang beragam ini, diharapkan warga dari berbagai sudut Jakarta dapat lebih mudah mengakses layanan tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Setiap lokasi juga akan melayani proses verifikasi daftar ulang peserta yang sudah terdaftar secara online sebelum melakukan tindakan medis penghapusan tato.
Pendekatan Holistik Melampaui Sekadar Penghapusan Tato
Program layanan hapus tato gratis ini tidak sekadar menyingkirkan tinta di kulit, melainkan juga menawarkan pendekatan yang memadukan aspek fisik, spiritual, dan sosial. Baznas DKI Jakarta menyiapkan pembinaan rohani dan motivasi keagamaan bagi para peserta, disamping edukasi kesehatan yang ditujukan untuk membantu mereka memahami pentingnya gaya hidup sehat setelah proses penghapusan tato. Pendekatan ini diharapkan dapat memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi peserta, melalui penguatan spiritual serta dukungan sosial yang menyertai proses hijrah tersebut.
Langkah ini juga dilihat sebagai upaya konkret dalam mendorong masyarakat yang ingin memulai lembaran baru kehidupan, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis dan spiritual. Dengan target yang lebih tinggi serta penyebaran lokasi yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, Baznas DKI Jakarta berharap program ini dapat menjangkau sebanyak mungkin warga yang berminat dan memenuhi syarat.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kesiapan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan
- Sabtu, 21 Februari 2026
Pemerataan PAUD di Desa Jadi Kunci Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing
- Sabtu, 21 Februari 2026
Kementerian ESDM Tegaskan Impor Energi AS Tak Ganggu Kemandirian Energi Nasional
- Sabtu, 21 Februari 2026
Kementerian ESDM Tetapkan Harga Bioetanol Februari 2026 Rp 8.019 per Liter
- Sabtu, 21 Februari 2026
Berita Lainnya
Dasar Dalil Salat Tarawih Empat Rakaat Tanpa Tasyahud Awal Sesuai Sunnah
- Sabtu, 21 Februari 2026
Tips Umat Muslim Yang Bekerja Agar Tetap Produktif Saat Berpuasa di Ramadan
- Sabtu, 21 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Ikut Jalani Puasa Ramadan Selama di Arab Saudi Bersama Rekan-Rekannya
- Sabtu, 21 Februari 2026
Terpopuler
1.
Layanan Hapus Tato Gratis Ramadan 2026, Syarat dan Lokasinya
- 21 Februari 2026
2.
3.
4.
5.
Tips Terbaru Agar Nafas Tetap Segar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan
- 21 Februari 2026













