Tito Karnavian Awali Ramadan Dengan Tarawih dan Dukungan untuk Masyarakat Pascabencana Aceh Tamiang
- Sabtu, 21 Februari 2026
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Tarawih berjemaah pada 19 Februari 2026 bersama masyarakat Aceh Tamiang di Masjid Darussalam Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Peristiwa ini terjadi pada malam pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus menjadi bagian dari kunjungan kerja Tito guna melihat langsung kondisi pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Menjalankan Ibadah Bersama Warga Terdampak Bencana
Pada malam itu, Tito tidak hanya melaksanakan salat Tarawih, namun sebelumnya juga berbuka puasa bersama masyarakat yang terdampak banjir hebat, termasuk dengan penghuni hunian sementara (huntara) Danantara Aceh Tamiang. Ia turut menjalankan salat Magrib dan Isya berjemaah di masjid yang sama. Tito menyatakan rasa bersyukur atas kesempatan untuk menjalankan ibadah pada hari pertama Ramadan bersama warga, suatu kegiatan yang telah ia inginkan sejak sebelum ditunjuk menjadi Kasatgas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca JugaBoard of Peace Bisa Jadi Model Baru Penyelesaian Konflik Global, Kata Menlu AS
Tito mengatakan bahwa dari tiga provinsi yang terdampak bencana, terdapat 52 kabupaten/kota, dan salah satu yang mengalami dampak paling berat adalah Aceh Tamiang. Ia menjadikan kehadirannya di sana sebagai simbol bahwa pemerintah pusat tidak akan meninggalkan masyarakat yang tengah mengalami musibah.
Simbol Kehadiran Negara di Tengah PemulihanPascabencana
Tito menegaskan bahwa kehadiran dirinya di Aceh Tamiang tidak hanya sekadar formalitas. Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama pihak terkait terus berupaya mempercepat pemulihan di daerah terdampak bencana, termasuk Aceh Tamiang, di mana aktivitas pemerintahan mulai pulih, bahan bakar minyak (BBM) tersedia, dan pasar sudah mulai beroperasi. Meski demikian, Tito mengakui masih ada banyak persoalan yang perlu diatasi seperti penanganan pengungsi, percepatan pembersihan wilayah dari lumpur, dan penyediaan air bersih yang masih terus diupayakan.
Tito menegaskan, “Itulah sebabnya kehadiran saya di sini bukan untuk apa-apa, tetapi untuk memberikan sinyal bahwa pemerintah pusat tidak meninggalkan Bapak-Ibu sekalian,” dalam pernyataannya yang diterima media. Pernyataan ini menggambarkan komitmen pemerintahan dalam memastikan proses pemulihan berjalan konsisten dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Rincian Bantuan dan Upaya Pemulihan
Pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang. Bantuan tersebut mencakup kompensasi finansial kepada warga yang rumahnya rusak akibat bencana, yakni sebesar Rp 15 juta bagi rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rumah yang rusak berat atau hilang. Program ini diharapkan bisa meringankan beban warga dalam memperbaiki dan membangun kembali tempat tinggal mereka.
Lebih dari itu, Tito juga menyoroti pentingnya kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berlangsung efektif. Dukungan moral dan semangat kebersamaan menjadi hal yang ia tekankan sebagai kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pascabencana.
Meningkatkan Keimanan dan Semangat Kebersamaan
Selain aspek fisik pemulihan, kegiatan salat Tarawih berjemaah bersama masyarakat juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan sosial dan keimanan di tengah masa pemulihan pascabencana. Suasana khidmat yang terlihat pada pelaksanaan Tarawih malam itu menunjukkan bagaimana ibadah bisa menjadi penguat semangat bagi masyarakat yang tengah membangun kembali kehidupan mereka setelah diterpa musibah.
Dengan tarawih dan buka puasa bersama, Tito berharap masyarakat tetap kuat dan optimis menghadapi proses panjang pemulihan. Ia mengajak semua pihak untuk tetap bersatu mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana ini, sehingga Aceh Tamiang dan wilayah lain yang mengalami dampak bisa kembali bangkit dan produktif.
Menguatkan Kolaborasi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Kehadiran Tito dalam ibadah dan kegiatan bersama warga Aceh Tamiang ini menunjukkan upaya pemerintah pusat untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga untuk menyelesaikan pekerjaan pemulihan pascabencana secara menyeluruh. Tito juga terus mendorong keterlibatan masyarakat agar proses rehabilitasi lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
Dalam pernyataannya, pria yang kini menjabat Kasatgas itu menutup pernyataan dengan harapan dukungan dari semua pihak, bahwa kebersamaan adalah faktor penting dalam percepatan pemulihan pascabencana, sehingga semangat dan harapan masyarakat Aceh Tamiang tetap terjaga di bulan suci Ramadan ini.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kesiapan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan
- Sabtu, 21 Februari 2026
Pemerataan PAUD di Desa Jadi Kunci Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing
- Sabtu, 21 Februari 2026
Kementerian ESDM Tegaskan Impor Energi AS Tak Ganggu Kemandirian Energi Nasional
- Sabtu, 21 Februari 2026
Kementerian ESDM Tetapkan Harga Bioetanol Februari 2026 Rp 8.019 per Liter
- Sabtu, 21 Februari 2026
Berita Lainnya
Dasar Dalil Salat Tarawih Empat Rakaat Tanpa Tasyahud Awal Sesuai Sunnah
- Sabtu, 21 Februari 2026
Tips Umat Muslim Yang Bekerja Agar Tetap Produktif Saat Berpuasa di Ramadan
- Sabtu, 21 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Ikut Jalani Puasa Ramadan Selama di Arab Saudi Bersama Rekan-Rekannya
- Sabtu, 21 Februari 2026
Terpopuler
1.
Layanan Hapus Tato Gratis Ramadan 2026, Syarat dan Lokasinya
- 21 Februari 2026
2.
3.
4.
5.
Tips Terbaru Agar Nafas Tetap Segar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan
- 21 Februari 2026













