Jumat, 06 Februari 2026

Harga Cabai Rawit Merah Tinggi, PIHPS Pantau Stabilitas Pangan

Harga Cabai Rawit Merah Tinggi, PIHPS Pantau Stabilitas Pangan
Harga Cabai Rawit Merah Tinggi, PIHPS Pantau Stabilitas Pangan

JAKARTA - Pergerakan harga pangan strategis kembali menjadi perhatian publik seiring rilis terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. 

Data yang dikelola Bank Indonesia tersebut menunjukkan bahwa sejumlah komoditas utama masih berada pada level harga yang relatif tinggi di tingkat pedagang eceran nasional. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang terus berlangsung di pasar pangan.

Berdasarkan pemantauan PIHPS pada Jumat pagi, harga cabai rawit merah tercatat berada pada kisaran Rp76.400 per kilogram. 

Baca Juga

Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Indonesia 2025, Jadi Pilar PDB Terbesar

Angka tersebut menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas hortikultura dengan harga tertinggi di pasar nasional. Sementara itu, telur ayam ras juga tercatat mengalami tekanan harga dengan posisi Rp33.850 per kilogram.

Kenaikan harga dua komoditas tersebut menjadi sinyal penting bagi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan, mengingat cabai dan telur merupakan bahan pangan yang banyak digunakan dalam konsumsi harian masyarakat.

Rilis Harga Resmi PIHPS Nasional

“Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah Rp76.400 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp33.850 per kg.”

PIHPS mencatat data tersebut berdasarkan pantauan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Jumat pukul 09.15 WIB. Informasi ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat perkembangan harga pangan strategis secara real time.

Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS juga merilis harga sejumlah komoditas pangan utama lainnya yang memengaruhi kebutuhan pokok masyarakat.

Harga Bawang dan Beras Beragam Kualitas

“Selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah Rp50.350 per kg, lalu bawang putih di harga Rp44.350 per kg.”

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp14.950 per kg, sementara kualitas bawah II tercatat Rp15.100 per kg. Untuk beras kualitas medium, harga medium I mencapai Rp16.150 per kg dan medium II sebesar Rp15.950 per kg.

Adapun beras kualitas super menunjukkan harga yang lebih tinggi. Beras super I tercatat Rp17.600 per kg, sedangkan beras super II berada di kisaran Rp17.400 per kg. Perbedaan harga ini mencerminkan segmentasi pasar beras nasional berdasarkan mutu dan preferensi konsumen.

Cabai Beragam Jenis Masih Mahal

“Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp39.050 per kg, cabai merah keriting Rp50.250 per kg, dan cabai rawit hijau Rp48.950 per kg.”

Harga cabai yang relatif tinggi di berbagai jenis menunjukkan tekanan pasokan yang masih terjadi di sektor hortikultura. Selain faktor cuaca dan distribusi, permintaan yang stabil juga turut menjaga harga cabai tetap tinggi di pasaran.

Cabai rawit hijau dan cabai merah keriting menjadi komoditas yang paling banyak digunakan dalam konsumsi rumah tangga dan usaha kuliner, sehingga fluktuasi harganya sangat berpengaruh terhadap pengeluaran harian masyarakat.

Harga Daging dan Gula Masih Bertahan

“Kemudian, daging ayam ras di harga Rp41.100 per kg, daging sapi kualitas I Rp141.750 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp135.000 per kg.”

Harga daging sapi masih berada pada level tinggi, terutama untuk kualitas I. Kondisi ini menandakan bahwa pasokan daging sapi nasional masih memerlukan perhatian, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi.

Sementara itu, harga gula pasir juga menunjukkan perbedaan berdasarkan kualitas. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp22.450 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp19.250 per kg. Perbedaan ini mencerminkan segmentasi produk serta biaya produksi dan distribusi.

Minyak Goreng Masih Fluktuatif

“Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.900 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.650 per liter.”

Harga minyak goreng masih menunjukkan variasi cukup lebar antara produk curah dan kemasan bermerek. Kondisi ini memberi pilihan bagi konsumen, namun juga menuntut kecermatan dalam mengatur belanja rumah tangga.

Cerminan Dinamika Pasar Pangan

Rilis harga dari PIHPS mencerminkan bahwa stabilitas pangan nasional masih menghadapi tantangan. Fluktuasi harga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pasokan produksi, distribusi antardaerah, hingga permintaan konsumsi masyarakat.

Bagi pemerintah, data PIHPS menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan penguatan pasokan. Sementara bagi masyarakat, informasi ini membantu perencanaan belanja agar tetap efisien di tengah dinamika harga yang terus bergerak.

Dengan pemantauan rutin dan transparan, diharapkan stabilitas harga pangan nasional dapat terus dijaga demi melindungi daya beli masyarakat dan keberlanjutan sektor pangan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas

Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional

Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional

Batam Catat Rekor Wisatawan Mancanegara 2025 dan Jadi Pintu Masuk Utama Kepri

Batam Catat Rekor Wisatawan Mancanegara 2025 dan Jadi Pintu Masuk Utama Kepri

Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua

Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?