Jumat, 06 Februari 2026

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

JAKARTA - Sektor perbankan nasional kini semakin masif mendorong digitalisasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi utama dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pengurangan kesenjangan.

Dengan beralih ke ekosistem digital, UMKM diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan transparansi keuangan yang lebih baik di tahun 2026 ini.

Baca Juga

Penyaluran PKH BPNT Tahap 1 2026 Bank BNI Belum Cair Ke KKS

Digitalisasi sebagai Kunci "Naik Kelas"

Perbankan menyadari bahwa kendala utama UMKM selama ini adalah akses pasar dan manajemen keuangan. Melalui platform digital, bank memberikan solusi berupa:

E-commerce Enabler: Menghubungkan produk UMKM lokal ke pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke pasar ekspor.

Sistem Pembayaran Terpadu: Penggunaan QRIS dan mobile banking yang memudahkan transaksi serta pencatatan keuangan secara otomatis.

Efisiensi Operasional: Mengurangi penggunaan kertas (paperless) dan biaya administrasi manual, yang sejalan dengan prinsip ekonomi hijau.

Memperluas Akses Pembiayaan (Financial Inclusion)

Digitalisasi data transaksi memungkinkan bank untuk melakukan penilaian kredit (credit scoring) yang lebih akurat dan cepat bagi pelaku UMKM yang sebelumnya dianggap tidak layak bank (unbankable).

Data-Driven Lending: Bank dapat memberikan pinjaman modal berdasarkan rekam jejak penjualan digital pelaku usaha, bukan sekadar aset jaminan.

Proses Cepat: Pengajuan kredit kini dapat dilakukan melalui aplikasi, memangkas birokrasi yang sebelumnya memakan waktu lama.

Sinergi dengan Program Pemerintah

Langkah perbankan ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang tangguh. Sinergi ini terlihat pada:

Pelatihan Literasi Digital: Program pendampingan bagi pengrajin (seperti yang terlihat pada ajang INACRAFT 2026) agar fasih menggunakan perangkat digital dalam berbisnis.

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Menggerakkan ekonomi dari level terbawah guna menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.

Fokus pada Keberlanjutan (ESG)

Banyak bank mulai mengintegrasikan kriteria ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam penyaluran kreditnya. UMKM yang menerapkan praktik ramah lingkungan atau memiliki dampak sosial positif kini mendapatkan prioritas dalam mendapatkan dukungan finansial maupun teknologi.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hanya 8 Bulan Tabungan Emas BSI BRIS Berhasil Tembus Dua Ton

Hanya 8 Bulan Tabungan Emas BSI BRIS Berhasil Tembus Dua Ton

Pasca Lepas Dari Mandiri BSI Bakal Fokus Perkuat Segmen Consumer Banking

Pasca Lepas Dari Mandiri BSI Bakal Fokus Perkuat Segmen Consumer Banking

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026