Jumat, 06 Februari 2026

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

JAKARTA - Langkah mengejutkan datang dari India, salah satu konsumen minyak mentah terbesar di dunia, yang mulai mengurangi ketergantungannya pada pasokan minyak dari Rusia.

Keputusan ini memicu efek domino pada arus perdagangan energi global dan memperkuat posisi Amerika Serikat (AS) sebagai eksportir alternatif yang strategis.

Alasan di Balik Pengurangan Impor Minyak Rusia

Baca Juga

Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Indonesia 2025, Jadi Pilar PDB Terbesar

Meskipun sebelumnya India menjadi pembeli utama minyak Rusia yang didiskon akibat sanksi Barat, beberapa faktor menyebabkan perubahan arah kebijakan ini:

Pengetatan Sanksi: Peningkatan pengawasan terhadap batasan harga (price cap) dan kapal-kapal tanker yang membawa minyak Rusia membuat transaksi menjadi lebih berisiko bagi perbankan India.

Diversifikasi Pasokan: India berupaya menyeimbangkan hubungan diplomatik dan ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber energi, terutama di tengah ketidakpastian konflik global.

Harga yang Tidak Lagi Kompetitif: Diskon besar yang sebelumnya diberikan Rusia mulai menyusut, sehingga minyak dari wilayah lain kini terlihat lebih menarik secara komersial.

Dampak pada Perdagangan dengan Amerika Serikat

Pergeseran ini memberikan keuntungan langsung bagi sektor energi Amerika Serikat:

Peningkatan Ekspor AS ke India: Kilang-kilang di India mulai beralih ke minyak mentah jenis light sweet dari AS yang memiliki kualitas tinggi dan kecocokan teknis dengan infrastruktur mereka.

Penguatan Hubungan Bilateral: Peningkatan volume dagang energi mempererat kerja sama strategis antara New Delhi dan Washington, yang juga berdampak pada sektor investasi lainnya.

Keseimbangan Harga Global: Masuknya lebih banyak pasokan AS ke pasar Asia membantu menstabilkan harga minyak global di tengah fluktuasi produksi OPEC+.

Relevansi bagi Indonesia dan Pertamina

Keputusan India ini bertepatan dengan langkah Pertamina yang saat ini sedang membidik tambahan produksi 100.000 barel dari ladang tua di dalam negeri.

Stabilitas Harga Domestik: Pergeseran arus minyak global memengaruhi harga acuan dunia. Jika pasokan global tetap terjaga berkat peningkatan produksi AS dan optimalisasi domestik Indonesia, maka tekanan pada inflasi energi dapat diredam.

Strategi Investasi: Investor di pasar modal perlu mencermati bahwa dinamika ini dapat memperkuat nilai tukar USD terhadap mata uang negara-negara berkembang jika volume perdagangan minyak dalam Dollar terus meningkat.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas

Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional

Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional

Batam Catat Rekor Wisatawan Mancanegara 2025 dan Jadi Pintu Masuk Utama Kepri

Batam Catat Rekor Wisatawan Mancanegara 2025 dan Jadi Pintu Masuk Utama Kepri

Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua

Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua

Pencegahan Gratifikasi Diperkuat Menaker demi Jaga Kepercayaan Publik dan Keadilan

Pencegahan Gratifikasi Diperkuat Menaker demi Jaga Kepercayaan Publik dan Keadilan