Cara Efektif Mencegah dan Menangani Kelainan Kaki Anak Sejak Dini
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - Kondisi kaki anak berbentuk O (genu varum) atau X (genu valgum) sering muncul akibat masalah nutrisi. Kekurangan vitamin D menjadi penyebab utama karena memengaruhi kesehatan tulang secara keseluruhan.
Tanpa vitamin D cukup, penyerapan kalsium ke tulang akan terganggu. Hal ini membuat tulang lebih rapuh dan mudah mengalami kelainan bentuk yang bisa bertahan hingga dewasa.
Peran Vitamin D dan Nutrisi dalam Pertumbuhan Tulang Anak
Baca JugaBermain Drum Bukan Hanya Musik, Tapi Latihan Intensif bagi Kesehatan Otak
Defisiensi vitamin D menghambat proses pengikatan kalsium dalam tulang. Akibatnya, tulang anak menjadi lebih lemah dan rentan terhadap deformitas seperti kaki O atau X.
"Beberapa kasus ketika vitamin D-nya rendah itu kan menyebabkan kalsiumnya jadi sulit diabsorpsi. Jadi enggak banyak yang diabsorpsi ke dalam tubuh, sehingga akibatnya kalsium yang terdeposit ke dalam tulang menjadi lebih rendah," ujar Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K) di Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.
Selain kekurangan vitamin D, faktor keturunan juga bisa memengaruhi bentuk tulang anak. Anak dengan keluarga yang memiliki riwayat kelainan kaki lebih rentan mengalami kondisi serupa.
Berat badan berlebih atau obesitas menjadi faktor tambahan yang memperparah deformitas. Trauma, infeksi, dan gangguan autoimun juga meningkatkan risiko kelainan tulang jika tidak ditangani sejak dini.
Komplikasi Jangka Panjang Jika Tidak Ditangani
Kelainan kaki pada anak yang dibiarkan berisiko menimbulkan masalah kronis. Osteoarthritis dan gangguan pola jalan dapat terjadi saat anak tumbuh dewasa.
Masalah ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memengaruhi aktivitas sehari-hari anak. Deteksi dan penanganan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Solusi Medis Modern: Guided Growth Surgery
Dr. Aulia memperkenalkan prosedur Guided Growth Surgery untuk mengoreksi kelainan tulang saat anak masih dalam fase pertumbuhan. Metode ini menggunakan pelat logam kecil seukuran klip kertas yang dipasang pada lempeng pertumbuhan tulang.
"Anak yang mendapatkan tindakan itu akan dipasangkan pelat logam kecil seukuran klip kertas beserta dua sekrup pada salah satu sisi lempeng pertumbuhan tulang. Pelat tersebut dapat menahan pertumbuhan di satu sisi, sementara sisi lainnya tetap tumbuh normal," jelas dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Pelat logam ini membantu tulang anak kembali lurus secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas. Anak tidak perlu menggunakan gips atau penyangga kaki yang membatasi gerak selama proses pemulihan.
Evaluasi luka pascaoperasi biasanya terlihat setelah dua minggu. Namun, waktu pemulihan total hingga posisi tulang sepenuhnya lurus bisa memakan waktu sekitar satu tahun, tergantung pertumbuhan tulang anak.
Jika tulang telah kembali pada posisi normal, klip logam dapat segera diangkat. Prosedur ini memungkinkan perbaikan yang lebih aman dan nyaman dibandingkan metode konvensional yang lebih invasif.
Pentingnya Nutrisi dan Pemantauan Rutin
Selain intervensi medis, nutrisi tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan kelainan tulang. Asupan vitamin D yang cukup melalui makanan atau suplemen akan mendukung pertumbuhan tulang yang optimal.
Orangtua disarankan memantau perkembangan anak secara rutin. Konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi anak membantu mendeteksi kelainan sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Keseimbangan antara nutrisi, gaya hidup aktif, dan pemantauan medis membuat risiko deformitas kaki dapat diminimalkan. Anak dapat tumbuh dengan tulang sehat dan fungsi kaki normal yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Dengan pencegahan dan penanganan tepat, kelainan kaki anak bukanlah masalah permanen. Peran keluarga dan tenaga medis bekerja sama untuk memastikan pertumbuhan tulang optimal sejak dini.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menko Polkam dan Mendagri Australia Sepakati Kolaborasi Keamanan Intensif
- Kamis, 29 Januari 2026
Kemenhub Perketat Uji Kelaiklautan Kapal Jelang Angkutan Lebaran 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
Bocoran Render Samsung Galaxy A37 dan A57 Ungkap Desain Tipis Kamera 50MP
- Kamis, 29 Januari 2026
Rekomendasi Tempat Healing Terbaik di Semarang untuk Melepas Penat dan Pulihkan Energi
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Wisata Skotlandia Terpopuler dengan Kastil, Alam, dan Kuliner Ikonik
- Kamis, 29 Januari 2026
Terpopuler
1.
Kombinasi Buah yang Harus Dihindari untuk Kesehatan Tubuh
- 29 Januari 2026
2.
Harga Emas Antam, Galeri 24, UBS di Pegadaian 29 Januari 2026
- 29 Januari 2026
3.
Pemerintah dan Bank Indonesia Siapkan Kebijakan Debt Switching
- 29 Januari 2026












