Kamis, 29 Januari 2026

KemenPPPA Tegaskan Haji Harus Berjalan Inklusif dan Bermartabat

KemenPPPA Tegaskan Haji Harus Berjalan Inklusif dan Bermartabat
KemenPPPA Tegaskan Haji Harus Berjalan Inklusif dan Bermartabat

JAKARTA - Ibadah haji merupakan salah satu momen spiritual penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. 

Dalam penyelenggaraannya, perhatian pada kebutuhan seluruh jamaah menjadi hal yang mutlak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa haji harus diselenggarakan secara inklusif dan penuh empati.

Fokus utama yang mendapat perhatian adalah kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. KemenPPPA mendorong agar layanan haji menjadi bermartabat dan mampu menjawab kebutuhan semua kalangan jamaah. Dengan pendekatan inklusif, harapannya seluruh jamaah merasa nyaman dan aman selama pelaksanaan ibadah.

Baca Juga

Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi di Sektor Pangan

Petugas haji perempuan memiliki peran krusial dalam hal ini. Mereka menjadi ujung tombak layanan yang sensitif terhadap kebutuhan perempuan dan lansia. Kehadiran mereka turut memperkuat rasa aman serta kenyamanan yang dirasakan jamaah.

Penguatan Peran Petugas Haji Perempuan di Lapangan

Keterlibatan petugas haji perempuan menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menteri Arifah mengapresiasi program Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang menetapkan target 33 persen petugas haji perempuan. Program ini bertujuan memperbaiki kualitas pelayanan demi kenyamanan jamaah.

Petugas haji bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan juga pengambil keputusan di lapangan. Mereka memiliki tanggung jawab langsung dalam memastikan keselamatan, perlindungan, dan rasa nyaman bagi para jamaah. Dengan peran strategis ini, kehadiran petugas perempuan sangat dibutuhkan.

Lebih dari itu, petugas haji adalah representasi negara selama ibadah berlangsung. Menteri Arifah mengingatkan mereka untuk selalu melayani dengan empati dan tidak mengabaikan kebutuhan spesifik jamaah. Hal ini penting untuk menciptakan suasana ibadah yang penuh ketenangan dan hormat.

Tantangan dalam Mewujudkan Haji Ramah Perempuan dan Lansia

Meski sudah ada kemajuan, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan haji yang ramah perempuan dan lansia. Fasilitas yang mendukung privasi perempuan di tempat ibadah masih kurang memadai. Kondisi ini perlu diperbaiki agar jamaah perempuan merasa lebih nyaman dan terlindungi.

Mekanisme pengaduan yang efektif dan responsif juga masih terbatas. Hal ini menjadi hambatan bagi jamaah untuk menyampaikan keluhan terkait perlakuan yang tidak layak. Selain itu, pemahaman terkait kekerasan berbasis gender masih rendah di kalangan penyelenggara dan petugas.

Isu-isu ini harus mendapat perhatian serius agar penyelenggaraan haji lebih inklusif. Perlindungan dan kesetaraan perlu menjadi bagian integral dari setiap tahapan pelayanan. Dengan begitu, hak-hak jamaah perempuan dan lansia benar-benar terjaga sepanjang perjalanan ibadah.

Mandat KemenPPPA dalam Kebijakan dan Pelayanan Haji

Kementerian PPPA memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan haji memperhatikan kebutuhan khusus jamaah perempuan. Aspek kesehatan reproduksi, keamanan, dan privasi menjadi fokus utama dalam layanan. Selain itu, pendampingan ibadah dan dukungan psikososial juga diberikan untuk memperkuat kenyamanan jamaah.

Pelayanan inklusif berarti menyediakan ruang yang aman dan nyaman untuk menjalankan ibadah. KemenPPPA mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender dalam setiap proses penyelenggaraan haji. Pendekatan ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan dan diskriminasi selama ibadah.

KemenPPPA juga berupaya menyediakan fasilitas dan layanan yang memadai bagi lansia serta penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan agar seluruh jamaah dapat merasakan dukungan optimal sepanjang ibadah. Komitmen ini menunjukkan perhatian pemerintah pada keberagaman kebutuhan jamaah haji.

Harapan untuk Penyelenggaraan Haji yang Lebih Bermartabat

Penyelenggaraan haji yang inklusif dan berempati merupakan harapan bersama untuk masa depan. Menteri Arifah Fauzi mengajak semua pihak terus meningkatkan kualitas dan sensitivitas layanan. Fokus pada perlindungan serta kesetaraan akan menjadikan ibadah haji lebih bermartabat.

Peran petugas haji perempuan di lapangan diharapkan terus bertambah dan semakin profesional. Kehadiran mereka mampu memperkuat rasa aman dan kenyamanan khususnya bagi perempuan dan lansia. Melalui pendekatan inklusif ini, ibadah haji menjadi pengalaman spiritual yang lebih berarti.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antar lembaga terkait. Dukungan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan diharapkan membuat penyelenggaraan haji semakin inklusif. Ini menjadi wujud nyata perlindungan dan pemberdayaan jamaah selama ibadah.

Dengan begitu, seluruh rangkaian pelayanan ibadah haji menjadi lebih responsif dan bermartabat. KemenPPPA terus memperjuangkan hak-hak jamaah agar tidak ada yang terabaikan. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan ibadah haji yang berkualitas dan penuh penghormatan.

Penerapan layanan inklusif dan empati juga membantu membangun kepercayaan jamaah pada penyelenggara haji. Kualitas layanan yang meningkat akan mendorong jamaah merasa lebih tenang dan fokus beribadah. Komitmen ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi standar bagi penyelenggaraan haji mendatang.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, peningkatan kapasitas petugas haji perempuan juga menjadi prioritas. Pelatihan dan pembekalan dilakukan secara rutin agar mereka mampu menangani kebutuhan khusus jamaah. Keterlibatan mereka secara optimal diharapkan memperkuat kualitas layanan di lapangan.

Selain itu, koordinasi lintas instansi sangat penting untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan berjalan baik. KemenPPPA berperan sebagai pengawal kebijakan yang mengedepankan inklusivitas dan hak asasi jamaah. Langkah ini diharapkan menciptakan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh umat.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kolaborasi Antar-Perguruan Tinggi Jadi Kunci Keunggulan Pendidikan

Kolaborasi Antar-Perguruan Tinggi Jadi Kunci Keunggulan Pendidikan

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan untuk Kawasan

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan untuk Kawasan

Kebijakan PJJ dan WFH Jakarta Diperpanjang Hingga Februari

Kebijakan PJJ dan WFH Jakarta Diperpanjang Hingga Februari

Hunian Terjangkau di Sidoarjo Menjawab Kebutuhan Pasar Properti Kelas Menengah

Hunian Terjangkau di Sidoarjo Menjawab Kebutuhan Pasar Properti Kelas Menengah

Berita Properti Terpopuler: Kulkas Rp1 Jutaan dan Inspirasi Pagar Lipat Rumah

Berita Properti Terpopuler: Kulkas Rp1 Jutaan dan Inspirasi Pagar Lipat Rumah