Perbankan Siapkan Strategi Sambut Lonjakan Perjalanan, Transaksi Digital dan Konsumsi Nasabah Digenjot
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - Sektor perbankan nasional mulai menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan masyarakat menjelang Ramadhan dan musim liburan 2026.
Peningkatan mobilitas, khususnya untuk perjalanan internasional, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan transaksi non-tunai, konsumsi ritel, hingga kebutuhan pembiayaan perjalanan.
Sejumlah bank memaksimalkan insentif transaksi seperti cashback, bonus miles, serta fasilitas cicilan tanpa bunga untuk menangkap momentum kenaikan aktivitas perjalanan. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan transaksi ritel sekaligus memperkuat peran perbankan dalam mendukung pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis digital.
Baca JugaKenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu perbankan yang aktif mendorong transaksi nasabah melalui berbagai program promosi. Pada periode akhir Januari hingga awal Februari 2026, BCA menghadirkan penawaran cashback, bonus miles, serta cicilan 0 persen untuk pembelian tiket penerbangan.
Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA, Norisa, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam merencanakan perjalanan sekaligus mendorong peningkatan transaksi non-tunai.
“Program ini secara konsisten mendapat respons positif dari nasabah dan menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat aktivitas transaksi ritel,”.
Permintaan Perjalanan Internasional Meningkat
Dorongan dari sektor perbankan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan perjalanan internasional dari berbagai daerah di Indonesia. Menjelang Ramadhan, arus perjalanan dari Medan menuju kawasan Timur Tengah dilaporkan mengalami peningkatan signifikan, tidak hanya untuk keperluan ibadah umrah, tetapi juga untuk perjalanan bisnis dan wisata.
Regional General Manager Asia and Australia Etihad Airways, Charles Tan, mengatakan bahwa lonjakan permintaan tersebut mendorong penguatan konektivitas penerbangan langsung dari Bandara Kualanamu menuju Abu Dhabi. Menurutnya, konektivitas penerbangan yang lebih baik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Sumatra Utara.
“Konektivitas yang baik akan memudahkan pergerakan penumpang dan memberikan fleksibilitas perjalanan, baik untuk tujuan ibadah, bisnis, maupun wisata,” ujar Charles.
Ia menambahkan, kolaborasi antara maskapai penerbangan, perbankan, dan agen perjalanan memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap perjalanan internasional.
Kolaborasi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Kerja sama lintas sektor tersebut dinilai tidak hanya mempermudah mobilitas penumpang, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi regional. Insentif pembayaran dari perbankan membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, sementara maskapai memastikan ketersediaan konektivitas yang memadai.
Di sisi lain, meningkatnya minat perjalanan juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait potensi kenaikan biaya. Berdasarkan data historis, harga tiket penerbangan dan akomodasi ke destinasi populer dapat meningkat hingga 30–40 persen saat memasuki musim puncak perjalanan.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya perencanaan keuangan yang lebih matang bagi masyarakat agar rencana perjalanan tidak membebani kondisi finansial jangka panjang.
Perbankan Dorong Pengelolaan Keuangan yang Sehat
Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia, Lanny Hendra, menekankan pentingnya pengelolaan likuiditas yang disiplin di tengah meningkatnya kebutuhan perjalanan. Ia mengingatkan agar masyarakat memisahkan anggaran liburan dari dana darurat serta menggunakan fasilitas cicilan secara bijak.
“Perjalanan seharusnya tidak mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Pemanfaatan cicilan perlu disesuaikan dengan kemampuan arus kas agar tetap sehat,” ujar Lanny.
Menurutnya, perbankan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra nasabah dalam mengelola keuangan secara berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas global.
Penopang Pola Konsumsi Perjalanan
Tren ini menunjukkan bahwa sektor perbankan semakin berperan sebagai penopang utama pola konsumsi perjalanan masyarakat. Melalui instrumen pembayaran digital, fasilitas cicilan, hingga layanan pengelolaan keuangan, perbankan menjadi bagian integral dari ekosistem perjalanan modern.
Dengan sinergi antara perbankan, maskapai, dan pelaku industri perjalanan, peningkatan mobilitas masyarakat diharapkan dapat berjalan seimbang dengan pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keuangan rumah tangga di sepanjang 2026.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik
- Kamis, 29 Januari 2026
SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal
- Kamis, 29 Januari 2026
Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar
- Kamis, 29 Januari 2026












