Perbankan Dorong Ekonomi Kreatif Digital Nasional Lewat Layanan dan Pembiayaan
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - Perkembangan ekonomi kreatif digital di Indonesia tidak terlepas dari peran aktif sektor perbankan. Melalui inovasi layanan transaksi digital serta dukungan pembiayaan usaha, perbankan menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
Seiring meningkatnya adopsi digital di berbagai lapisan masyarakat, bank kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyimpan dana, tetapi juga sebagai fasilitator utama yang mendukung kelancaran transaksi dan pengembangan usaha kreatif. Mulai dari pelaku UMKM digital, konten kreator, hingga usaha rintisan, perbankan hadir untuk menjembatani kebutuhan transaksi dan permodalan.
Dosen Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Muhammad Fauzan, menilai kontribusi perbankan dalam ekonomi kreatif digital semakin signifikan. Menurutnya, kemudahan layanan transaksi menjadi fondasi utama bagi percepatan aktivitas ekonomi digital di Indonesia.
Baca JugaKenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional
Layanan Transaksi Digital Semakin Mudah Diakses
Fauzan menjelaskan bahwa berbagai inovasi layanan perbankan telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Jika sebelumnya transaksi digital masih terbatas pada internet banking atau SMS banking, kini masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan berbasis aplikasi dan sistem pembayaran digital.
“Pertama, yang sudah sering dipakai masyarakat ada mobile banking. Kalau dulu kan ada juga namanya internet banking, ada SMS banking, ketika melakukan transaksi itu kalau sekarang kan ada QRIS kan. Nah itu mendukung percapatan ekonomi juga,” katanya saat mengisi program Ekonomi Digital di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat, 23 Januari 2026.
Keberadaan sistem pembayaran seperti QRIS memungkinkan pelaku usaha kreatif menerima pembayaran secara cepat, aman, dan efisien. Hal ini sangat membantu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif digital yang mengandalkan transaksi harian dengan nilai bervariasi.
Dengan transaksi yang semakin praktis, hambatan dalam proses jual beli dapat diminimalkan, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.
Perbankan Jadi Penggerak Arus Transaksi Ekonomi Kreatif
Kemudahan transaksi digital tersebut berdampak langsung pada meningkatnya volume transaksi ekonomi kreatif. Pelaku usaha tidak lagi bergantung pada pembayaran tunai, sementara konsumen memperoleh kenyamanan dalam bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
Menurut Fauzan, perbankan secara tidak langsung berperan sebagai penggerak arus ekonomi digital karena sistem yang disediakan mampu mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Hal ini mendorong terciptanya efisiensi, transparansi, serta kepercayaan dalam aktivitas ekonomi digital.
Selain itu, digitalisasi transaksi juga membuka peluang pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak terbatas pada wilayah tertentu. Dengan dukungan sistem perbankan, ekonomi kreatif digital dapat tumbuh lebih cepat dan inklusif.
Dukungan Pembiayaan untuk Pelaku Usaha
Tidak hanya dari sisi transaksi, perbankan juga berperan penting dalam penyaluran pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha kreatif digital. Akses terhadap modal menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha, khususnya mereka yang baru merintis bisnis.
Fauzan menilai layanan pembiayaan perbankan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki ide dan potensi usaha, tetapi terbatas dari sisi permodalan.
“Nah kalau untuk penyaluran pembiayaan dimana masyarakat-masyarakat, yang misalnya belum mempunyai modal yang cukup. sehingga bisa disalurkan melalui perbankan mungkin demikian,” ujarnya.
Melalui pembiayaan tersebut, pelaku ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan produk atau layanan berbasis digital.
Peran Perbankan Syariah dalam Ekonomi Digital
Fauzan juga menyoroti peran perbankan syariah yang menyediakan pembiayaan produktif dengan skema sesuai prinsip syariah. Skema ini dirancang untuk mendukung kegiatan usaha secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga pelaku usaha tidak terbebani risiko yang berlebihan.
Pembiayaan syariah dinilai cocok bagi ekonomi kreatif digital karena mengedepankan prinsip keadilan, kemitraan, dan keberlanjutan usaha. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa mengabaikan aspek kesehatan keuangan jangka panjang.
Keberadaan perbankan syariah turut memperkaya pilihan layanan keuangan bagi masyarakat, sekaligus memperluas inklusi keuangan di sektor ekonomi kreatif digital.
Perbankan sebagai Mitra Ekosistem Kreatif Digital
Melalui layanan transaksi digital dan pembiayaan produktif, perbankan kini menjadi mitra strategis bagi pelaku ekonomi kreatif. Peran ini tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital secara nasional.
Dengan inovasi yang terus dikembangkan, perbankan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelaku ekonomi kreatif digital yang semakin dinamis. Sinergi antara perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik
- Kamis, 29 Januari 2026
SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal
- Kamis, 29 Januari 2026
Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar
- Kamis, 29 Januari 2026












