Kamis, 29 Januari 2026

Danantara Ungkap Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN Jadi Tiga Entitas Utama

Danantara Ungkap Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN Jadi Tiga Entitas Utama
Danantara Ungkap Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN Jadi Tiga Entitas Utama

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengungkapkan rencana strategis untuk melakukan konsolidasi perusahaan asuransi badan usaha milik negara (BUMN). Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi dan penyehatan industri asuransi nasional yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa sektor asuransi BUMN hingga kini masih menyimpan banyak persoalan mendasar. Mulai dari tata kelola perusahaan, manajemen risiko, hingga struktur industri yang dinilai belum efisien dan belum mampu mendorong pertumbuhan optimal.

“Asuransi ini, kalau saya boleh menyampaikan secara apa adanya, merupakan salah satu industri yang memang harus kita tingkatkan di Indonesia,” ujar Dony dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta.

Baca Juga

Kenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional

Industri Asuransi Dinilai Belum Optimal

Menurut Dony, meskipun memiliki potensi pertumbuhan yang besar, industri asuransi nasional belum berkembang sebanding dengan potensi ekonomi Indonesia. Kondisi tersebut juga tercermin pada kinerja perusahaan asuransi BUMN yang masih menghadapi berbagai tantangan operasional dan kelembagaan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Danantara intens melakukan diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memetakan permasalahan sekaligus merumuskan langkah pembenahan sektor asuransi. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, mitigasi risiko sistemik, hingga peluang pertumbuhan jangka panjang industri asuransi nasional.

“Hasil diskusi menunjukkan bahwa persoalan di sektor asuransi BUMN cukup kompleks dan beragam,” kata Dony.

Skala Usaha Kecil dan Tumpang Tindih Fungsi

Dony menjelaskan, pemetaan yang dilakukan Danantara menunjukkan sejumlah permasalahan utama pada perusahaan asuransi BUMN. Salah satunya adalah skala usaha yang relatif kecil sehingga kurang efisien dan sulit bersaing. Selain itu, terdapat tumpang tindih fungsi antara perusahaan asuransi, lembaga penjaminan, hingga pembiayaan risiko kredit.

Saat ini, tercatat sekitar 15 perusahaan asuransi yang berstatus BUMN. Pemerintah menilai jumlah tersebut terlalu banyak dan tidak ideal dari sisi pengelolaan, pengawasan, maupun daya saing industri.

“Dengan jumlah yang terlalu banyak, fokus bisnis menjadi tidak jelas dan efisiensi sulit tercapai,”.

Targetkan Tinggal Tiga Entitas Asuransi BUMN

Sebagai solusi, Danantara menargetkan konsolidasi perusahaan asuransi BUMN sehingga hanya tersisa tiga entitas utama. Ketiga entitas tersebut akan memiliki fokus bisnis yang lebih jelas dan tersegmentasi, yaitu asuransi jiwa (life insurance), asuransi umum (general insurance), dan asuransi kredit (credit insurance).

“Kita sudah mendorong agar dilakukan konsolidasi, sehingga nantinya hanya akan ada tiga perusahaan asuransi BUMN,”.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan perusahaan asuransi BUMN yang lebih kuat dari sisi aset dan permodalan, memiliki fokus bisnis yang lebih tajam, serta mampu menerapkan manajemen risiko yang lebih solid.

Perkuat Daya Saing dan Stabilitas Industri

Menurut Dony, konsolidasi ini tidak hanya bertujuan merampingkan jumlah perusahaan, tetapi juga membangun fondasi industri asuransi BUMN yang lebih sehat dan berdaya saing. Dengan struktur yang lebih sederhana dan fokus bisnis yang jelas, perusahaan asuransi BUMN diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap stabilitas sistem keuangan.

“Kami ingin membentuk perusahaan asuransi yang besar, kuat secara permodalan, fokus dalam menjalankan bisnisnya, dan mampu mengelola risiko dengan baik,” .

Ke depan, Danantara akan terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan proses konsolidasi berjalan terukur dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi nasional.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Pertumbuhan KPR BNI Diproyeksikan Tembus 13 Persen Tahun 2026

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar

Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar