Global Bergejolak, Bos BCA Optimistis Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit pada 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - Di tengah dinamika geopolitik global yang masih bergejolak, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek industri perbankan nasional.
BCA menargetkan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 8–10 persen, seiring berjalannya berbagai program pemerintah yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi domestik.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menilai ruang ekspansi kredit masih terbuka lebar. Menurutnya, jika momentum pertumbuhan ekonomi dapat terjaga sepanjang tahun, bukan tidak mungkin industri perbankan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit.
Baca JugaKenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis Ini Jadi Sorotan Investor Nasional
“Saya melihat potensi di dua digit ada. Dengan begitu banyak program pemerintah yang berjalan, semoga kita di perbankan bisa berusaha mencapai double digit tahun 2026 ini,” ujar Hendra dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja FY 2025 PT Bank Central Asia Tbk.
Tantangan Global Masih Membayangi
Meski optimistis, Hendra mengakui kondisi geopolitik global masih menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Ketidakpastian global membuat sebagian pelaku bisnis cenderung menahan ekspansi dan bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Namun demikian, arus investasi asing ke Indonesia dinilai masih cukup solid. BCA mencatat masuknya investasi dari luar negeri, khususnya dari China, yang banyak bermitra dengan nasabah perseroan di berbagai sektor usaha.
“Kita lihat investasi dari luar negeri, terutama dari China masih cukup banyak yang masuk dan biasanya mereka partner dengan nasabah-nasabah kita. Ini semoga akan membantu pertumbuhan ekonomi dan juga kredit di perbankan,” kata Hendra.
Masuknya investasi asing tersebut dinilai menjadi salah satu katalis positif yang dapat menopang permintaan pembiayaan, khususnya di sektor-sektor produktif.
Proyeksi Kredit dan NIM Disesuaikan
Sejalan dengan pandangan manajemen, Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menyampaikan bahwa dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), perseroan telah menaikkan panduan (guidance) pertumbuhan kredit menjadi 8–10 persen.
“Kita upgrade guidance kita untuk pertumbuhan kredit menjadi 8 persen sampai 10 persen. Kita lebih positif melihat perkembangan tahun ini, mudah-mudahan pertumbuhan kredit ini bisa lebih cepat dibanding tahun lalu, mulai dari kuartal I dan seterusnya,” .
Dari sisi profitabilitas, BCA memproyeksikan Net Interest Margin (NIM) akan berada di kisaran 5,4–5,6 persen pada 2026. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan capaian 2025 yang berada di level 5,7 persen.
Menurut Vera, penurunan NIM merupakan dampak lanjutan dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia pada tahun sebelumnya, yang efeknya akan lebih terasa pada 2026.
“Kita perkirakan dengan penurunan bunga BI dari tahun lalu, dampaknya akan terasa di tahun ini. Sehingga guidance NIM kita berada di kisaran 5,4 sampai 5,6 persen,” jelasnya.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Sementara itu, dari sisi kualitas aset, BCA menargetkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tetap terjaga di kisaran 1,8–2 persen. Target tersebut mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam menjaga kualitas penyaluran kredit di tengah ketidakpastian global.
Pada 2025, BCA dan entitas anak mencatatkan pertumbuhan total kredit sebesar 7,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 993 triliun per Desember 2025.
Di sisi kinerja keuangan, BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 57,5 triliun pada 2025, tumbuh 4,9 persen secara tahunan. Peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh perbaikan rasio cost to income (CIR) yang mencerminkan efisiensi operasional perseroan.
“Rasio cost to income membaik dan turut menopang kinerja serta pertumbuhan laba bersih BCA,” kata Hendra.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian
Dengan fundamental yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan dari aktivitas ekonomi dan investasi, BCA optimistis dapat menjaga kinerja positif pada 2026. Perseroan menilai meskipun tantangan global masih membayangi, peluang pertumbuhan kredit nasional tetap terbuka, terutama jika didukung kebijakan pemerintah dan stabilitas ekonomi domestik.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Kontrak Emas Rupiah ICDX Meningkat, Menunjukkan Kekuatan Pasar Domestik
- Kamis, 29 Januari 2026
SUN Fixed Rate Kini Bisa Dibeli Investor Individu Dengan Modal Minimal
- Kamis, 29 Januari 2026
Arahan Pemerintah ke BEI Dorong IHSG Bangkit dan Pangkas Tekanan Pasar
- Kamis, 29 Januari 2026












