JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap menjadi perhatian pemerintah daerah saat memasuki bulan Ramadan.
Di Kabupaten Bantul, keberlanjutan program ini dipastikan tetap berjalan demi menjaga asupan gizi para siswa, meski aktivitas belajar berlangsung di tengah ibadah puasa.
Pemerintah Kabupaten Bantul menilai perlu adanya penyesuaian pola distribusi agar kualitas makanan tetap terjaga hingga dikonsumsi.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Masih Dominasi Cuaca Jabodetabek Akhir Januari
Menanggapi pelaksanaan MBG selama Ramadan, Pemkab Bantul memberikan saran agar pembagian menu dilakukan mendekati waktu berbuka puasa.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penurunan kualitas makanan, terutama jika terdapat jeda waktu yang cukup lama antara proses memasak dan pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan kualitas makanan dapat menurun bukan karena bahan, melainkan karena faktor waktu dan penanganan. Oleh karena itu, penyesuaian distribusi selama Ramadan menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.
Saran Pembagian Menu Demi Menjaga Kualitas
Aris Suharyanta menyampaikan harapannya agar pembagian makanan bagi siswa dapat dilakukan pada sore hari selama bulan puasa. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga kualitas menu MBG agar tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka.
Ia mencontohkan kejadian keracunan makanan yang pernah terjadi sebelumnya, yang disebabkan oleh menurunnya kualitas makanan akibat terlalu lama menunggu sebelum dikonsumsi.
“Namun jika ingin dibagikan sepulang sekolah, itu sah-sah saja,” katanya.
Meski memberikan saran pembagian menjelang waktu berbuka, Aris menegaskan bahwa kebijakan teknis pembagian menu MBG berada di tangan masing-masing dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG.
Setiap dapur memiliki kewenangan menyesuaikan mekanisme distribusi sesuai dengan kondisi lapangan, selama prinsip keamanan dan kelayakan konsumsi tetap dipenuhi.
Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah memastikan makanan yang dibagikan tidak basi dan tetap memenuhi standar kesehatan. Dengan demikian, tujuan utama program MBG untuk menjaga gizi siswa tetap tercapai meski terdapat penyesuaian selama Ramadan.
Pengolahan Dan Distribusi Jadi Perhatian Utama
Selain waktu pembagian, Aris juga menyoroti pentingnya proses pengolahan dan pendistribusian makanan. Menurutnya, dua tahapan tersebut harus benar-benar diperhatikan agar kualitas makanan tidak menurun sebelum diterima siswa. Penataan makanan, jarak penyimpanan, serta ventilasi ruang juga menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.
Ia mengingatkan agar kejadian keracunan makanan seperti yang pernah terjadi di wilayah Gunungkidul tidak terulang kembali. Salah satu penyebab yang disoroti adalah proses penataan makanan yang kurang ideal, di mana meja penyajian sudah penuh dan makanan ditumpuk. Kondisi tersebut dapat memicu proses penguapan yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.
“Saat makanan ditata, meja sudah penuh dan makanan ditumpuk, sehingga proses penguapan dapat menyebabkan kontaminasi,” katanya.
Dengan memperhatikan aspek teknis tersebut, Pemkab Bantul berharap setiap dapur SPPG dapat lebih cermat dalam mengelola makanan, mulai dari tahap memasak hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Menunggu Kepastian Teknis Dari Pemerintah Pusat
Sementara itu, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari Badan Gizi Nasional atau BGN. Surat tersebut akan menjadi dasar kepastian terkait pelaksanaan penuh program MBG selama bulan puasa hingga masa libur Lebaran.
Menurut Hermawan, kejelasan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat menyesuaikan kebijakan teknis di lapangan. Hal ini mencakup kepastian distribusi, jadwal pelaksanaan, serta keberlanjutan program selama hari libur sekolah.
“Kami masih menunggu,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Bantul menegaskan komitmennya untuk menjaga kontinuitas program MBG agar asupan gizi siswa tetap terjaga tanpa terputus, termasuk selama Ramadan dan hari libur.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, dapur SPPG, dan pemerintah pusat, diharapkan pelaksanaan MBG dapat berjalan aman, berkualitas, dan tetap bermanfaat bagi para siswa.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Syarat, Jenis, dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026 Agar Modal Usaha Cepat Cair
- Kamis, 29 Januari 2026
Tabel KUR Mandiri 2026: Panduan Lengkap Pinjaman Modal Usaha UMKM Bunga Rendah
- Kamis, 29 Januari 2026
Cara Pintar Bayar Virtual Account Bank Gratis Pakai ShopeePay Setiap Bulan
- Kamis, 29 Januari 2026












