JAKARTA - Proses penyiapan petugas haji Indonesia terus dilakukan secara ketat dan terukur.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi bukan sekadar pembekalan teknis, melainkan bagian integral dari tahapan seleksi.
Setiap peserta yang mengikuti diklat wajib memenuhi standar disiplin, kompetensi, dan komitmen pelayanan yang telah ditetapkan.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Masih Dominasi Cuaca Jabodetabek Akhir Januari
Diklat PPIH Arab Saudi tahun ini digelar selama satu bulan penuh di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Selama periode tersebut, para peserta ditempa dengan berbagai materi dan simulasi pelayanan untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi tugas di Arab Saudi. Kemenhaj menekankan bahwa keikutsertaan dalam diklat tidak otomatis menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan anggapan bahwa diklat hanya bersifat formalitas. Pemerintah ingin memastikan bahwa petugas yang diberangkatkan benar-benar siap secara fisik, mental, dan profesional dalam melayani jemaah haji Indonesia.
Diklat Bukan Formalitas Tetapi Bagian Seleksi
Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi, Kolonel (Purn) Muftiono, menegaskan bahwa sejak awal pelaksanaan, peserta telah diberi pemahaman bahwa diklat merupakan bagian dari proses seleksi. Tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun yang mengikuti pelatihan tersebut, karena hal itu dinilai dapat merusak soliditas dan solidaritas tim.
“Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji,” ujar Muftiono saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/1) malam.
Menurut Muftiono, pemberian perlakuan khusus justru akan menciptakan kecemburuan di antara peserta dan berpotensi menurunkan kualitas kerja tim. Oleh karena itu, seluruh peserta ditempatkan pada posisi yang sama dan dinilai berdasarkan kinerja serta kedisiplinan selama mengikuti pelatihan.
Pendekatan ini dilakukan agar petugas yang terpilih nantinya benar-benar merupakan individu terbaik yang mampu bekerja dalam tim dan memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji.
Pengelolaan Diklat Dengan Disiplin Tinggi
Muftiono menjelaskan bahwa pengelolaan diklat PPIH Arab Saudi dilakukan oleh tim profesional yang melibatkan unsur Kementerian Haji dan Umrah, TNI, serta Polri. Kolaborasi lintas institusi tersebut bertujuan memastikan penerapan disiplin tinggi dalam setiap tahapan pelatihan.
Tidak ada toleransi terhadap kelalaian maupun ketidakdisiplinan selama diklat berlangsung. Hal ini dinilai penting karena para peserta nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Setiap kesalahan atau kelalaian dapat berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir, wajib diikuti secara penuh dan serius tanpa pengecualian. Peserta yang tidak mampu mengikuti agenda pelatihan secara lengkap akan dinyatakan gugur dan dikeluarkan dari diklat.
Ketegasan tersebut juga berlaku bagi peserta yang tidak menunjukkan sikap jujur, termasuk dalam hal hasil pemeriksaan kesehatan atau medical check-up serta pemenuhan persyaratan administrasi lainnya. Kejujuran menjadi aspek penting dalam penilaian karena berkaitan langsung dengan kesiapan peserta menjalankan tugas berat selama musim haji.
Menjaga Kualitas Petugas Demi Layanan Jemaah
Kemenhaj menilai bahwa standar ketat dalam diklat merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas petugas haji. Muftiono menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan agar petugas yang dihasilkan memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah, bukan sekadar mencari kesempatan untuk ikut berhaji.
“Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang berniat ‘nebeng’ berhaji,” ujar Muftiono.
Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, Kemenhaj berharap petugas haji Indonesia dapat memberikan layanan terbaik di Tanah Suci. Petugas tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pelayanan, tetapi juga memiliki ketahanan fisik, kedisiplinan, serta integritas tinggi.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji merupakan amanah besar yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Oleh karena itu, proses diklat dan seleksi yang ketat menjadi fondasi penting untuk mencetak petugas yang profesional dan bertanggung jawab.
Melalui pelaksanaan diklat sebagai bagian dari seleksi, Kemenhaj ingin memastikan bahwa pelayanan kepada jemaah haji Indonesia di Arab Saudi berjalan optimal, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Syarat, Jenis, dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026 Agar Modal Usaha Cepat Cair
- Kamis, 29 Januari 2026
Tabel KUR Mandiri 2026: Panduan Lengkap Pinjaman Modal Usaha UMKM Bunga Rendah
- Kamis, 29 Januari 2026
Cara Pintar Bayar Virtual Account Bank Gratis Pakai ShopeePay Setiap Bulan
- Kamis, 29 Januari 2026












