Prabowo Subianto Pastikan Layanan Kesehatan Korban Bencana di Tapanuli Selatan
- Rabu, 28 Januari 2026
JAKARTA - Upaya penanganan bencana tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur semata. Aspek kesehatan menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak, terutama di wilayah yang masih dalam tahap pemulihan.
Hal inilah yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Selatan pada awal Januari 2026.
Usai meninjau jembatan bailey di Sungai Garoga, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyambangi posko kesehatan di Batang Toru. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa para korban bencana mendapatkan pelayanan medis yang memadai dan berkelanjutan. Kehadiran Presiden di lapangan juga menjadi bentuk pemantauan langsung terhadap kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas yang disediakan bagi masyarakat terdampak.
Baca JugaKolaborasi Partai Perindo dan Pemda Perluas Akses Kesehatan Warga Sumba Barat Daya
Presiden Tinjau Langsung Posko Kesehatan di Batang Toru
Posko kesehatan yang dikunjungi Presiden Prabowo berlokasi di wilayah Kodam I/Bukit Barisan, tepatnya di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di lokasi tersebut, Presiden tidak hanya melihat kondisi fasilitas, tetapi juga berdialog langsung dengan para tenaga medis yang bertugas.
Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo menanyakan berbagai hal terkait pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga. Pertanyaan mencakup durasi penugasan tenaga medis hingga kondisi umum pelayanan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai situasi kesehatan masyarakat pascabencana serta kendala yang mungkin dihadapi selama proses penanganan.
Kunjungan ini mencerminkan pendekatan pemantauan langsung yang dilakukan Presiden dalam setiap penanganan bencana, khususnya untuk memastikan bahwa layanan dasar, seperti kesehatan, tetap berjalan optimal.
Tim Medis Bertugas Sejak Hari Pertama Bencana
Menanggapi pertanyaan Presiden, Kapten CKM drg Alfian dari Kesdam I/Bukit Barisan menjelaskan bahwa tim medis telah berada di lokasi sejak hari pertama bencana terjadi. Kehadiran tim kesehatan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan medis tanpa jeda.
“Kami di sini sudah bertugas dari hari pertama, yaitu selama 36 hari,” ujar drg Alfian, dikutip dari keterangan Biro Sekretariat Presiden
Penugasan jangka panjang ini menunjukkan komitmen aparat kesehatan dalam mendampingi masyarakat selama masa darurat hingga tahap awal pemulihan. Posko kesehatan menjadi salah satu pusat layanan utama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan pascabencana.
Ribuan Pasien Ditangani dengan Kasus Dominan ISPA
Selama masa penugasan tersebut, tim medis di Posko Kesehatan Batu Hula telah menangani sekitar 2.300 pasien. Jumlah ini mencerminkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Menurut drg Alfian, jenis penyakit yang paling banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk dan pilek. Selain itu, infeksi kulit juga menjadi keluhan umum yang dialami warga, terutama berupa gatal-gatal.
“Paling banyak yang kami tangani ISPA dan infeksi kulit,” jelasnya.
Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh lingkungan yang lembap, sanitasi yang terganggu, serta keterbatasan akses terhadap air bersih pascabencana. Oleh karena itu, keberadaan posko kesehatan menjadi sangat krusial dalam mencegah memburuknya kondisi kesehatan masyarakat.
Fasilitas dan Tenaga Medis Disiagakan Setiap Hari
Terkait kesiapan fasilitas, drg Alfian memastikan bahwa Posko Kesehatan Batu Hula telah dilengkapi dengan tenaga medis yang berjaga setiap hari. Setiap harinya, dua dokter disiagakan secara bergantian untuk melayani pasien yang datang.
Tenaga medis tersebut berasal dari berbagai instansi, mulai dari Kesdam I/Bukit Barisan, puskesmas setempat, hingga Dinas Kesehatan daerah. Selain dokter, posko juga didukung oleh perawat dan paramedis lainnya yang selalu siap siaga.
“Juga perawat dan juga paramedis yang lain untuk stand by di Posko Batu Hula ini,” tambahnya.
Kesiapan sumber daya manusia ini diharapkan dapat memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien dalam situasi darurat.
Kunjungan Kelima Presiden dalam Penanganan Bencana
Kunjungan ke Tapanuli Selatan ini merupakan yang kelima kalinya Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan bencana sejak akhir Agustus 2025. Sebelumnya, Presiden telah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Serangkaian kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa proses penanganan darurat dan pemulihan berjalan sesuai rencana. Selain itu, Presiden juga ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk kesehatan, logistik, dan infrastruktur, dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan meninjau langsung posko kesehatan di Batang Toru, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pelayanan medis sebagai bagian integral dari upaya pemulihan pascabencana. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah terus memantau kondisi masyarakat hingga situasi benar-benar kembali pulih.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Penegasan BI soal Debt Switching 2026 Dinilai Aman dan Tak Guncang Pasar Keuangan
- Kamis, 29 Januari 2026
BEI Pastikan Aktivitas IPO di Indonesia Tetap Stabil Meski Isu MSCI Mencuat
- Kamis, 29 Januari 2026
Panduan Lengkap Mengurus Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bekasi 2026
- Kamis, 29 Januari 2026
BMKG Imbau Masyarakat Bekasi dan Karawang Siap-siap Hadapi Hujan Ringan Pagi Hari
- Kamis, 29 Januari 2026
Berita Lainnya
Samsung Perkenalkan Teknologi Layar Anti-Pengintip di Galaxy S26 Series untuk Jaga Privasi
- Kamis, 29 Januari 2026
Kemenkes Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Penyebaran Virus Nipah di Indonesia
- Kamis, 29 Januari 2026
Layanan Kesehatan Gratis dari Relawan TCK Kemenkes untuk Warga di Huntara
- Kamis, 29 Januari 2026













