PT Rama Indonesia Siap Akuisisi Saham Mayoritas DPUM untuk Pertumbuhan Grup
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - PT Rama Indonesia berencana melakukan akuisisi mayoritas saham pada PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut.
Rencana perubahan pengendalian ini, yang melibatkan pengambilalihan 59,24% saham DPUM dari pemegang saham saat ini, PT Pandawa Putra Investama, menjadi langkah strategis bagi PT Rama Indonesia untuk memperluas ekspansi bisnis grup mereka.
Direktur Utama DPUM, Bambang Panca Putra, mengungkapkan bahwa meski proses negosiasi ini sedang berlangsung, hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan.
Baca JugaStabilitas BI Rate Mendorong Optimisme MTLA dalam Meningkatkan Marketing Sales
Menurut Bambang, proses akuisisi ini lebih mengarah pada strategi pertumbuhan jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar.
Strategi Akuisisi Rama Indonesia: Fokus pada Pengembangan Bisnis Grup
Menurut pengumuman yang disampaikan oleh manajemen PT Rama Indonesia, rencana akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi dan pengembangan bisnis grup.
PT Rama Indonesia, yang dikenal sebagai penyedia jasa pengelolaan dan penyediaan sumber daya manusia (SDM), berencana mengambil alih pengendalian atas DPUM untuk mendukung langkah-langkah investasi dan pengembangan lebih lanjut.
Manajemen PT Rama Indonesia juga menjelaskan bahwa setelah transaksi ini selesai, mereka akan menjadi pengendali baru di DPUM, meskipun pihak mereka saat ini tidak memiliki saham dalam perusahaan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa transaksi ini lebih berfokus pada penciptaan sinergi antara kedua perusahaan untuk meraih pertumbuhan bisnis yang lebih besar.
“Tujuan utama dari pengambilalihan ini adalah untuk mendukung investasi dalam rencana ekspansi dan pengembangan bisnis grup. Setelah transaksi selesai, kami akan menjadi pengendali baru di perusahaan ini,” ujar manajemen PT Rama Indonesia dalam siaran pers.
Proses Akuisisi Masih Dalam Tahap Pembicaraan Intensif
Hingga kini, kedua belah pihak PT Rama Indonesia dan PT Pandawa Putra Investama masih dalam tahap pembicaraan intensif untuk menyelesaikan negosiasi mengenai detail nilai transaksi serta waktu penyelesaian akuisisi.
Bambang Panca Putra, selaku Direktur Utama DPUM, menjelaskan bahwa materi yang masih didiskusikan meliputi beberapa aspek krusial, termasuk nilai final transaksi dan waktu yang tepat untuk penyelesaian pengambilalihan.
Meskipun begitu, Bambang menegaskan bahwa operasional dan kegiatan bisnis DPUM tetap berjalan normal. Tidak ada perubahan signifikan yang terjadi pada manajemen dan struktur operasional perusahaan selama proses negosiasi ini berlangsung.
Komitmen Kepatuhan Terhadap Aturan Pasar Modal
Dalam pengumumannya, PT Rama Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh aturan pasar modal yang berlaku pasca-akuisisi.
Setelah pengambilalihan saham selesai, perusahaan akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/2018, yang mengatur prosedur dalam transaksi akuisisi dan pengambilalihan perusahaan publik.
Ini menunjukkan bahwa PT Rama Indonesia berusaha menjalankan setiap langkah dengan transparansi yang penuh, serta menghormati ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan di pasar.
“Setelah proses akuisisi selesai, kami akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk selalu mematuhi regulasi pasar modal yang ada,” kata manajemen PT Rama Indonesia.
Profil Perusahaan: PT Rama Indonesia dan DPUM
PT Rama Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan dan pengelolaan SDM, dengan fokus pada berbagai sektor industri. Berkantor di Jakarta Utara, perusahaan ini dikenal menyediakan tenaga kerja profesional di berbagai bidang untuk mendukung operasional bisnis klien-klien mereka.
Sementara itu, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) merupakan perusahaan yang berfokus pada pengolahan hasil laut dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. DPUM dikenal memiliki portofolio yang mencakup produk olahan ikan dan hasil laut lainnya.
Dengan akuisisi ini, PT Rama Indonesia berharap dapat memperkuat kemitraan strategis dan memperluas jangkauan pasar mereka di industri perikanan dan pengolahan hasil laut.
Dampak Akuisisi terhadap Industri Pengolahan Laut
Langkah PT Rama Indonesia dalam mengakuisisi mayoritas saham DPUM diperkirakan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi industri perikanan dan pengolahan hasil laut di Indonesia secara keseluruhan.
Dengan akuisisi ini, PT Rama Indonesia dapat memperkenalkan strategi manajerial baru dan memperluas jangkauan distribusi produk-produk DPUM.
Sebagai pengendali baru, PT Rama Indonesia berpotensi meningkatkan operasional dan efisiensi distribusi, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan pasar produk-produk olahan laut dalam negeri.
Sinergi antara penyediaan SDM dan pengolahan hasil laut ini juga berpotensi menghadirkan berbagai inovasi baru di industri ini.
Rencana Ekspansi Pasca-Akuisisi
Setelah akuisisi selesai, PT Rama Indonesia berencana untuk menerapkan strategi ekspansi yang lebih agresif, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Ekspansi ini melibatkan perbaikan di sisi produksi, distribusi, dan pemasaran produk-produk hasil laut yang diolah oleh DPUM.
Selain itu, PT Rama Indonesia juga berencana untuk memperkenalkan teknologi baru dalam proses pengolahan dan distribusi produk, serta melakukan diversifikasi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah ini diyakini akan membuka peluang baru untuk pengembangan bisnis dan meningkatkan nilai jual produk olahan laut.
Potensi Sinergi dalam Akuisisi DPUM oleh PT Rama Indonesia
Akuisisi mayoritas saham DPUM oleh PT Rama Indonesia menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis dan memperkuat posisi di industri yang semakin kompetitif.
Melalui pengambilalihan ini, PT Rama Indonesia berharap dapat menciptakan sinergi yang menguntungkan, tidak hanya dalam hal operasional, tetapi juga dalam menciptakan value-added bagi kedua perusahaan.
Seiring dengan perubahan pengendalian ini, kedua belah pihak baik PT Rama Indonesia maupun DPUM diuntungkan oleh kemitraan strategis yang berfokus pada pengembangan dan ekspansi bisnis.
Meskipun belum ada dampak signifikan terhadap operasional DPUM, langkah ini menunjukkan potensi besar dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi kedua perusahaan.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Intiland Luncurkan Ixia, Hunian Premium di Graha Natura Surabaya 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
Bus DAMRI Jogja–YIA Kini Jadi Pilihan Transportasi Bandara Paling Praktis
- Jumat, 23 Januari 2026
Danantara Indonesia Targetkan Investasi Hingga US$14 Miliar Tahun Ini
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












