Jumat, 23 Januari 2026

Danantara Indonesia Targetkan Investasi Hingga US$14 Miliar Tahun Ini

Danantara Indonesia Targetkan Investasi Hingga US$14 Miliar Tahun Ini
Danantara Indonesia Targetkan Investasi Hingga US$14 Miliar Tahun Ini

JAKARTA - Sovereign wealth fund (SWF) Danantara Indonesia menargetkan penyaluran investasi hingga US$14 miliar sepanjang 2026. Dana ini bersumber dari dividen perusahaan-perusahaan yang telah dimiliki oleh Danantara.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan target ini di sela World Economic Forum di Davos, Swiss. Tahun lalu, alokasi investasi Danantara mencapai sekitar US$8 miliar, sehingga tahun ini meningkat signifikan.

Selain mengandalkan dividen, Danantara juga akan kembali memasuki pasar obligasi. Penerbitan obligasi kedua bertajuk Patriot Bond direncanakan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Baca Juga

Stabilitas BI Rate Mendorong Optimisme MTLA dalam Meningkatkan Marketing Sales

Nilai penerbitan obligasi kali ini diperkirakan lebih kecil dibanding sebelumnya. Namun, realisasinya akan sangat bergantung pada minat investor, baik domestik maupun internasional.

Mandat dan Fokus Strategis Danantara Indonesia

Danantara Indonesia resmi diluncurkan pada Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dengan modal awal US$20 miliar. Dana ini bertujuan mendukung sekitar 20 proyek strategis nasional yang dinilai penting bagi transformasi ekonomi Indonesia.

Sebagai SWF, Danantara bertugas mengelola aset negara secara profesional dan transparan. Selain itu, institusi ini berperan mendorong daya saing ekonomi Indonesia melalui investasi strategis.

Dalam 12 hingga 24 bulan ke depan, Danantara akan memprioritaskan sektor energi terbarukan dan transisi energi. Infrastruktur digital, layanan kesehatan, serta ketahanan pangan juga menjadi fokus utama investasi.

Pandu menekankan pentingnya sektor pangan mengingat populasi Indonesia mendekati 300 juta jiwa. Investasi di sektor ini diharapkan dapat menjamin ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang bisnis berkelanjutan.

Alokasi Investasi dan Pasar Tujuan

Sekitar separuh dari total investasi tahun ini akan ditempatkan di pasar publik, terutama di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk mendukung proyek strategis nasional dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Peluang investasi di pasar internasional juga tengah dikaji. Negara tujuan mencakup China, India, Jepang, Korea Selatan, serta pasar Eropa yang menawarkan potensi diversifikasi portofolio.

Danantara telah menjalin kemitraan dengan sejumlah sovereign wealth fund global. Total nilai kemitraan tersebut mencapai US$45 miliar, termasuk kerja sama dengan Qatar yang sebelumnya diumumkan.

Fokus pada alokasi strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Danantara sebagai SWF yang kredibel dan terpercaya. Strategi ini juga membantu institusi membangun portofolio yang seimbang antara risiko dan imbal hasil.

Membangun Kredibilitas dan Tata Kelola

Danantara menekankan pentingnya standar tata kelola yang kuat. Hal ini untuk mengurangi apa yang disebut Pandu sebagai “defisit kepercayaan” terhadap institusi besar di Indonesia.

Saat ini, Danantara telah mengantongi peringkat kredit BBB dari Fitch Ratings. Peringkat ini setara dengan peringkat utang negara Indonesia, menandakan kredibilitas dan kemampuan membayar utang yang solid.

Langkah ini juga mencerminkan upaya membangun kepercayaan investor domestik maupun internasional. Kredibilitas dan tata kelola yang transparan menjadi faktor penting dalam menarik investasi global.

Dengan kolaborasi bersama SWF internasional dan investor besar, Danantara memperkuat posisi sebagai pemain utama di kancah global. Kerja sama ini sekaligus membuka akses pembelajaran praktik terbaik pengelolaan dana publik.

Pendekatan ini membuktikan bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada jumlah investasi. Namun, juga pada kualitas pengelolaan, tata kelola, dan dampak ekonomi yang dihasilkan bagi Indonesia.

Penyaluran investasi US$14 miliar tahun ini menunjukkan ambisi Danantara untuk mendorong transformasi ekonomi nasional. Investasi strategis di sektor energi, digital, kesehatan, dan pangan diharapkan memberi manfaat jangka panjang.

Fokus pada kombinasi pasar domestik dan internasional membantu diversifikasi portofolio. Strategi ini memungkinkan Danantara memanfaatkan peluang global sambil memperkuat proyek-proyek strategis nasional.

Kemitraan dengan sovereign wealth fund global juga menunjukkan kredibilitas Danantara di mata investor internasional. Sinergi ini penting untuk menarik modal besar sekaligus meningkatkan standar pengelolaan dana publik.

Investasi yang terencana dan transparan menjadi kunci keberhasilan Danantara dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan langkah ini, institusi siap berperan aktif memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Dengan pengelolaan profesional, Danantara juga menjadi contoh pengelolaan SWF modern. Integrasi strategi domestik dan internasional diharapkan memperkuat stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Intiland Luncurkan Ixia, Hunian Premium di Graha Natura Surabaya 2026

Intiland Luncurkan Ixia, Hunian Premium di Graha Natura Surabaya 2026

PT Rama Indonesia Siap Akuisisi Saham Mayoritas DPUM untuk Pertumbuhan Grup

PT Rama Indonesia Siap Akuisisi Saham Mayoritas DPUM untuk Pertumbuhan Grup

Tiket KA Bandara YIA Mulai Rp20 Ribu, Layanan Reguler dan Xpress Siap Mendukung Mobilitas

Tiket KA Bandara YIA Mulai Rp20 Ribu, Layanan Reguler dan Xpress Siap Mendukung Mobilitas

Bus DAMRI Jogja–YIA Kini Jadi Pilihan Transportasi Bandara Paling Praktis

Bus DAMRI Jogja–YIA Kini Jadi Pilihan Transportasi Bandara Paling Praktis

Bridgestone Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Senilai Hampir Rp 300 Juta

Bridgestone Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Senilai Hampir Rp 300 Juta