Erajaya Swasembada Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham Strategis
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Periode pelaksanaan aksi ini berlangsung mulai 23 Januari 2026 hingga 23 April 2026.
Perusahaan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp150 miliar untuk aksi korporasi tersebut. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor.
Saham yang beredar paling sedikit adalah 7,5% dari modal disetor perusahaan. Hal ini menunjukkan rencana buyback dirancang untuk tetap menjaga likuiditas dan stabilitas pasar.
Baca JugaStabilitas BI Rate Mendorong Optimisme MTLA dalam Meningkatkan Marketing Sales
Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen, menegaskan aksi buyback tidak akan memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Dana internal ERAA dipastikan memadai untuk membiayai kegiatan usaha sekaligus mendukung aksi ini.
Strategi dan Tujuan Buyback Saham ERAA
Biaya buyback berasal dari kas internal perusahaan, tidak termasuk komisi pedagang perantara dan biaya lain terkait transaksi. Total dana yang direncanakan mencapai Rp150 miliar sesuai keterbukaan informasi pada 22 Januari 2026.
ERAA yakin pelaksanaan buyback tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional. Hal ini didukung kondisi permodalan yang sehat serta arus kas yang memadai.
Saham yang dibeli kembali bisa dialihkan setelah periode buyback berakhir. Semua pengalihan akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya POJK Nomor 13 Tahun 2023.
Langkah ini juga merupakan strategi ERAA untuk mengoptimalkan struktur modal. Buyback dapat meningkatkan nilai saham sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor.
Mitra Pelaksana dan Mekanisme Transaksi
ERAA telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai mitra pelaksana buyback saham. Perusahaan akan bertanggung jawab atas seluruh proses pembelian kembali sesuai regulasi yang berlaku.
Transaksi buyback dilakukan dengan memperhatikan ketentuan pasar modal dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini memastikan proses transparan dan sesuai kepentingan pemegang saham.
Buyback saham biasanya meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan. Dengan kepastian likuiditas dan transparansi, aksi ini dianggap sebagai langkah proaktif dalam menjaga stabilitas harga saham.
ERAA menegaskan bahwa pendapatan perusahaan diperkirakan tidak akan menurun akibat buyback. Hal ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan performa finansial.
Implikasi Buyback terhadap Investasi dan Pasar
Pembelian kembali saham dapat memengaruhi supply-demand saham di pasar. Efeknya biasanya positif terhadap harga saham karena jumlah saham beredar berkurang.
Aksi buyback juga meningkatkan Return on Equity (ROE) perusahaan. Dengan saham yang beredar lebih sedikit, laba per saham (EPS) cenderung meningkat, memberikan nilai tambah bagi investor.
Langkah ERAA ini sejalan dengan strategi menjaga kepercayaan pemegang saham. Transparansi pengelolaan dana dan komunikasi terbuka memastikan investor memahami tujuan dan mekanisme buyback.
Investor pun dapat menilai aksi buyback sebagai indikator manajemen yang bertanggung jawab. Hal ini penting untuk mendukung likuiditas pasar sekaligus menjaga reputasi perusahaan di bursa.
ERAA menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola keuangan dengan sehat. Dana internal cukup untuk membiayai buyback tanpa mengganggu operasional bisnis yang berjalan.
Strategi buyback saham menjadi langkah proaktif untuk mempertahankan stabilitas harga saham. Perusahaan juga memastikan bahwa semua aktivitas sesuai regulasi dan transparan bagi investor.
Dengan mitra pelaksana yang profesional, proses buyback dapat berjalan lancar. Transaksi ini diharapkan memperkuat kepercayaan pasar terhadap ERAA sebagai emiten sektor ritel yang solid.
Langkah ini juga memberikan sinyal positif bagi investor lama maupun calon investor. Buyback saham menjadi bukti bahwa manajemen mengutamakan keberlanjutan nilai perusahaan.
ERAA diharapkan mampu memanfaatkan buyback sebagai alat strategis dalam manajemen modal. Selain itu, langkah ini mendukung pertumbuhan jangka panjang sekaligus menjaga likuiditas perusahaan.
Dengan rencana buyback Rp150 miliar, ERAA menegaskan komitmen terhadap pemegang saham. Perusahaan tetap fokus pada operasional yang sehat dan kinerja yang berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Intiland Luncurkan Ixia, Hunian Premium di Graha Natura Surabaya 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
PT Rama Indonesia Siap Akuisisi Saham Mayoritas DPUM untuk Pertumbuhan Grup
- Jumat, 23 Januari 2026
Bus DAMRI Jogja–YIA Kini Jadi Pilihan Transportasi Bandara Paling Praktis
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












