Jumat, 23 Januari 2026

Harga Minyak Sawit Mentah CPO Menguat ke MYR 4.198 per Ton, Ini Analisis Lengkapnya

Harga Minyak Sawit Mentah CPO Menguat ke MYR 4.198 per Ton, Ini Analisis Lengkapnya
Harga Minyak Sawit Mentah CPO Menguat ke MYR 4.198 per Ton, Ini Analisis Lengkapnya

JAKARTA - Pergerakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil kembali menjadi perhatian pelaku pasar komoditas. Dalam beberapa hari terakhir, harga CPO menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang saling memengaruhi. Investor pun mencermati peluang lanjutan setelah kenaikan terjadi secara beruntun.

Pada perdagangan terbaru, harga CPO mencatatkan performa positif selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini menandai fase penguatan yang jarang terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga

Bahlil Instruksikan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kelancaran Distribusi Papua dan Aceh

Reli harga CPO tersebut menunjukkan adanya optimisme pasar terhadap prospek jangka pendek. Baik faktor produksi maupun permintaan dinilai memberikan dorongan kuat.

Harga CPO Sentuh Level Tertinggi Dua Bulan

Harga minyak sawit mentah tercatat melonjak pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2025. Kenaikan ini memperpanjang tren positif yang sudah berlangsung sejak awal pekan.

Di Bursa Malaysia, kontrak CPO pengiriman April ditutup di level MYR 4.198 per ton. Angka ini naik 1,06 persen dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi harga tertinggi sejak 19 November 2024. Artinya, level ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir.

Kenaikan ini juga menegaskan bahwa harga CPO telah menguat selama tiga hari berturut-turut. Secara akumulatif, harga tercatat naik 3,17 persen secara point-to-point.

Penguatan harga yang konsisten ini mencerminkan sentimen positif pasar. Investor terlihat merespons kombinasi antara pasokan yang mengetat dan prospek permintaan yang membaik.

Reli tiga hari beruntun tersebut sekaligus menjadi sinyal teknikal penting. Banyak pelaku pasar mulai menyesuaikan strategi perdagangan mereka.

Harga CPO yang terus menanjak juga memicu peningkatan minat spekulatif. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan kontrak berjangka.

Proyeksi MPOB dan Faktor Fundamental

Malaysian Palm Oil Board atau MPOB memperkirakan harga CPO masih berpotensi bertahan di level tinggi. Proyeksi ini setidaknya berlaku hingga bulan depan.

Menurut MPOB, harga CPO pada Februari diperkirakan berada di kisaran MYR 4.000 hingga MYR 4.300 per ton. Rentang tersebut mencerminkan optimisme terhadap pasar sawit global.

Stabilnya harga di level tinggi didukung oleh produksi yang cenderung menurun. Penurunan ini bersifat musiman dan lazim terjadi pada awal tahun.

Kondisi cuaca serta siklus panen menjadi faktor utama penurunan produksi. Akibatnya, pasokan CPO di pasar global menjadi lebih terbatas.

Di sisi lain, permintaan justru diperkirakan mengalami peningkatan. Momentum Ramadan dan Tahun Baru Imlek menjadi pendorong utama kenaikan konsumsi.

Ekspektasi peningkatan permintaan ini tercermin dari proyeksi ekspor Malaysia. Produk minyak sawit diperkirakan mencatat kenaikan signifikan pada Januari.

Ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Januari diperkirakan naik 8,64 hingga 11,4 persen. Kenaikan ini dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Kombinasi antara produksi yang menurun dan permintaan yang meningkat menciptakan keseimbangan pasar yang ketat. Kondisi tersebut menjadi faktor utama penguatan harga CPO.

Sentimen positif ini membuat harga CPO relatif solid dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi koreksi.

Analisis Teknikal Harga CPO

Selain faktor fundamental, pergerakan harga CPO juga dianalisis dari sisi teknikal. Pendekatan ini digunakan untuk membaca potensi pergerakan harga selanjutnya.

Untuk perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, investor mencermati peluang lanjutan dari reli harga. Pertanyaan utama adalah apakah kenaikan dapat berlanjut untuk hari keempat.

Secara teknikal pada perspektif harian atau daily time frame, CPO berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index 14 hari.

Nilai RSI 14 hari tercatat di level 62. RSI di atas angka 50 menandakan bahwa aset berada dalam tren naik.

Meskipun demikian, sinyal kehati-hatian mulai muncul dari indikator lain. Stochastic RSI 14 hari tercatat berada di level 100.

Level tersebut merupakan posisi tertinggi dan menunjukkan kondisi jenuh beli atau overbought. Artinya, risiko koreksi harga mulai meningkat.

Kenaikan harga selama tiga hari tanpa jeda membuka peluang terjadinya koreksi teknikal. Kondisi ini lazim terjadi setelah reli yang cukup cepat.

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO dinilai memiliki risiko pelemahan jangka pendek. Investor disarankan mencermati level-level teknikal penting.

Pivot point terdekat berada di MYR 4.140 per ton. Level ini menjadi acuan utama pergerakan harga harian.

Apabila harga turun dari pivot tersebut, support terdekat berada di MYR 4.100 per ton. Level ini bertepatan dengan Moving Average lima hari.

Support lanjutan berada di MYR 4.072 per ton. Level tersebut merupakan Moving Average sepuluh hari yang sering menjadi penahan penurunan.

Target paling pesimistis atau support terjauh berada di MYR 4.062 per ton. Level ini menjadi batas bawah yang perlu diwaspadai.

Namun, peluang penguatan tetap terbuka jika sentimen pasar masih positif. Dalam skenario ini, resisten terdekat berada di MYR 4.197 per ton.

Resisten berikutnya terletak di MYR 4.201 per ton. Level ini menjadi batas psikologis penting bagi pergerakan lanjutan.

Target paling optimistis atau resisten terjauh berada di MYR 4.240 per ton. Jika level ini tercapai, harga CPO berpotensi mencetak rekor baru jangka pendek.

Secara keseluruhan, harga CPO masih berada dalam tren positif. Namun, kewaspadaan terhadap koreksi teknikal tetap diperlukan.

Pelaku pasar disarankan mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal. Langkah ini penting untuk mengelola risiko di tengah volatilitas harga.

Dengan dinamika produksi dan permintaan yang terus berubah, harga CPO diperkirakan tetap fluktuatif. Investor perlu mencermati perkembangan pasar secara berkala.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel Tahun Ini 2026

Indonesia Bidik Lifting Minyak 610 Ribu Barel Tahun Ini 2026

Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ketegangan Global Mulai Mereda 2026

Harga Minyak Dunia Tergelincir Setelah Ketegangan Global Mulai Mereda 2026

Konsumsi Listrik Nasional Naik, Program Listrik Desa Dorong Akses Merata 2025

Konsumsi Listrik Nasional Naik, Program Listrik Desa Dorong Akses Merata 2025

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Update Lengkap Seluruh SPBU Indonesia

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Update Lengkap Seluruh SPBU Indonesia

Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini Untuk Warga Kulon Progo-Bantul

Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini Untuk Warga Kulon Progo-Bantul