Gareth Bale Jelaskan Tantangan Utama Xabi Alonso Latih Real Madrid Besar
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid pada awal Januari 2026 masih menyisakan perdebatan hangat di dunia sepak bola Eropa.
Banyak pihak menilai pemecatan itu mengejutkan, mengingat Alonso menunjukkan reputasi gemilang sebagai pelatih muda yang menjanjikan setelah sukses bersama Bayer Leverkusen.
Berbeda dari kritik pedas sejumlah tokoh, Gareth Bale memilih sudut pandang berbeda. Mantan winger Real Madrid itu menekankan bahwa tantangan melatih Los Blancos bukan sekadar taktik di lapangan, melainkan kemampuan mengelola egos pemain bintang di ruang ganti.
Baca JugaJuventus Tundukkan Benfica Dua Gol Tanpa Balas Di Liga Champions
Bale menilai Alonso tetap pelatih berkualitas dan layak dihormati. Namun, lingkungan klub yang penuh tekanan dan pemain berkarakter kuat membuat keberhasilan Alonso di Madrid menjadi lebih kompleks dibandingkan di klub lain.
Pujian Bale untuk Kualitas Alonso
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Gareth Bale menyampaikan kekagumannya terhadap Alonso. Menurutnya, prestasi Alonso di Jerman membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih papan atas. “Dia adalah pelatih yang luar biasa. Dia memenangkan apa yang dimenangkannya bersama Bayer Leverkusen, meraih trofi, dan melatih tim dengan sangat baik,” ujarnya.
Meski saat ini Alonso tanpa klub, minat terhadap jasanya terus muncul. Beberapa klub elite Eropa, termasuk Eintracht Frankfurt, dikabarkan menaruh perhatian serius pada pelatih asal Spanyol itu.
Bale menekankan bahwa kualitas Alonso tidak bisa diragukan, tetapi faktor eksternal di Madrid membuat segalanya berbeda. Keberhasilan di Jerman tidak bisa langsung diterapkan di Santiago Bernabeu tanpa menghadapi tantangan unik yang ada.
Real Madrid Bukan Hanya Soal Taktik
Bale menyoroti realitas keras melatih klub sebesar Real Madrid. Menurutnya, seorang pelatih harus lebih dari sekadar ahli taktik; ia harus menjadi manajer yang mampu mengelola egos pemain bintang. “Ketika Anda datang ke Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda harus menjadi manajer. Anda harus mengelola ego di ruang ganti,” tutur Bale.
Pengalaman Bale saat bermain di Real Madrid memberinya perspektif unik. Ia pernah berbagi ruang ganti dengan pemain kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Karim Benzema, hingga Vinicius Junior. Kondisi ini membuatnya paham betul bahwa dinamika internal klub bisa menentukan keberhasilan seorang pelatih.
Menurut Bale, kemampuan Alonso memimpin tim mungkin tidak kurang, namun kompleksitas ruang ganti Madrid merupakan tantangan yang sulit ditangani, bahkan oleh pelatih berbakat sekalipun.
Pengalaman Bale Bersama Para Superstar
Selama berseragam Real Madrid, Bale merasakan langsung bagaimana karakter pemain bintang memengaruhi jalannya tim. Ia menegaskan bahwa di ruang ganti, para superstar mampu mengubah jalannya pertandingan dengan kreativitas dan kepemimpinan mereka sendiri.
“Anda harus mengelola ego. Anda tidak perlu terlalu banyak melakukan hal taktis. Di ruang ganti, ada para superstar yang bisa mengubah pertandingan dalam sekejap,” kata Bale.
Kegagalan Alonso di Madrid, menurut Bale, lebih disebabkan oleh tantangan non-taktis ini daripada kapasitas kepelatihan. Seorang pelatih bisa sempurna secara teknis, tetapi tanpa keterampilan manajemen internal, hasil di lapangan bisa tetap mengecewakan.
Bale Jelaskan Kompleksitas Lingkungan Madrid
Bale menambahkan, situasi di Real Madrid sangat berbeda dibanding klub lain. Ekspektasi tinggi dari manajemen, media, dan fans membuat tekanan tambahan bagi seorang pelatih. Bahkan keputusan kecil pun bisa berdampak signifikan terhadap kariernya.
“Jelas dia pelatih dan ahli taktik yang hebat, tetapi di Real Madrid, tentu saja, itu tidak berjalan,” pungkas Bale. Pandangan ini memberi sudut pandang realistis tentang mengapa Alonso harus pergi meski prestasinya di klub sebelumnya impresif.
Warisan Bale dan Pandangannya tentang Madrid
Gareth Bale dikenal sebagai salah satu winger terbaik dalam satu dekade terakhir di Real Madrid. Ia mempersembahkan lima gelar Liga Champions dan tampil dalam 56 laga dengan koleksi 16 gol di kompetisi tersebut.
Setelah pensiun pada 2023, Bale kini menambahkan perspektif baru soal sepak bola profesional, khususnya mengenai tantangan melatih klub besar. Pandangannya tentang Alonso menekankan bahwa sukses di Madrid bukan hanya soal strategi, melainkan kemampuan manajemen interpersonal yang matang.
Pandangan Bale memberikan insight menarik: Real Madrid tidak hanya menuntut kemenangan, tetapi juga kemampuan pelatih mengelola ego dan karakter pemain bintang, sebuah faktor kunci yang sering kali luput dari perhatian publik.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi Hadir Memudahkan Bayar Pajak Kendaraan
- Kamis, 22 Januari 2026
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Pemain Timnas Indonesia U 23 Dominasi Menit Bermain Paruh Musim BRI Super League
- Kamis, 22 Januari 2026
Dominik Szoboszlai Bersinar Bawa Liverpool Menang Liga Champions Terbaru
- Kamis, 22 Januari 2026
Lamine Yamal Absen Lawan Slavia Praha Karena Akumulasi Kartu Liga Champions
- Kamis, 22 Januari 2026
Miliano Jonathans Cetak Gol Perdana, Excelsior Raih Poin Berharga Eredivisie
- Kamis, 22 Januari 2026












