Indonesia dan Aljazair Jajaki Kerja Sama Strategis Pendidikan Tinggi Internasional
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI tengah menjajaki peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan Pemerintah Aljazair.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kolaborasi internasional yang lebih luas.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci pengembangan SDM. Selain itu, kolaborasi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas industri berbasis riset di tanah air, terutama yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Di Mayoritas Kota Besar Indonesia Hari Ini
“Kemdiktisaintek menumbuhkan kualitas industri yang ada di Indonesia dengan riset yang berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia dan terus meningkatkan kerja sama internasional, seperti pertukaran mahasiswa, visiting professor, dan kolaborasi riset,” kata Fauzan.
Wamen Fauzan menekankan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada pertukaran akademik, tetapi juga melibatkan pemberian beasiswa serta fasilitasi pembelajaran bagi mahasiswa di bidang-bidang strategis.
Perluasan Kolaborasi Industri dan Pendidikan
Selain akademik, Fauzan mendorong kolaborasi antarindustri Indonesia-Aljazair. Ia menilai kerja sama ini bisa menjadi landasan pengembangan program beasiswa dan pelatihan yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa.
“Prinsipnya, ketika kita bicara tentang pendidikan, cakrawalanya sangat luas. Karena itu, terdapat banyak peluang kerja sama yang akhirnya akan bermuara pada penguatan pendidikan,” ujarnya. Langkah ini diharapkan memperluas jaringan akademik dan penelitian lintas negara.
Kolaborasi yang digagas tidak hanya mencakup perguruan tinggi, tetapi juga sinergi dengan sektor industri, sehingga mahasiswa dan peneliti dapat langsung mengaplikasikan riset mereka pada konteks nyata.
Fokusnya adalah membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kuat melalui interaksi aktif dengan mitra internasional, baik secara bilateral maupun multilateral.
Aljazair Sebagai Mitra Prioritas
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menjelaskan bahwa Aljazair menjadi salah satu prioritas kerja sama karena catatan baik yang telah terjalin antara kedua negara. Aljazair memiliki sejarah kolaborasi yang positif melalui program-program beasiswa.
Dua program unggulan yang disebut Dirjen Khairul adalah Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian Aid Scholarship (TIAS). Kedua program ini telah membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia dan Aljazair.
“Pihak kami akan memperluas penerima beasiswa internasional, meningkatkan penyebaran informasi, mobilisasi mahasiswa, dosen, dan kerja sama perguruan tinggi menjadi sejumlah langkah yang tengah disiapkan,” jelas Khairul.
Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dan akademisi dari kedua negara mendapatkan pengalaman internasional yang relevan dan memperkuat jejaring akademik global.
Peningkatan Jumlah Beasiswa dan Mobilitas Mahasiswa
Kepala Delegasi Kelompok Persahabatan Parlemen Aljazair-Indonesia, Mohammed Yazid Benhemouda, menekankan pentingnya peningkatan jumlah beasiswa antara kedua negara. Ia berharap generasi baru dapat menjadi jembatan diplomasi dan kerja sama ilmiah.
“Aljazair berharap adanya generasi baru yang dapat menjembatani kedua negara. Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) sudah memberi dampak positif, harapannya akan terdapat kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan ilmuwan Aljazair untuk belajar di Indonesia,” ujar Mohammed Yazid.
Dorongan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk mengembangkan talenta muda serta memperkuat hubungan bilateral melalui pendidikan tinggi.
Mobilitas mahasiswa, dosen, dan ilmuwan menjadi fokus utama, sehingga pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat berjalan secara optimal.
Manfaat Jangka Panjang Kolaborasi Pendidikan
Kerja sama ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kedua negara, terutama dalam membangun kapasitas penelitian dan inovasi. Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman Aljazair, sementara Aljazair mendapatkan akses ke keahlian akademik dan riset di Indonesia.
Selain meningkatkan kualitas SDM, kolaborasi ini juga mendukung pertumbuhan industri berbasis riset dan teknologi. Mahasiswa yang terlibat dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam pengembangan sektor strategis di masing-masing negara.
Langkah ini menunjukkan bahwa diplomasi pendidikan menjadi instrumen penting dalam memperkuat hubungan bilateral, sekaligus meningkatkan reputasi internasional kedua negara di bidang akademik dan inovasi.
Langkah Strategis ke Depan
Ke depan, Kemdiktisaintek menargetkan penguatan kerja sama melalui program pertukaran mahasiswa, visiting professor, penelitian bersama, dan beasiswa yang lebih luas. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan berkelanjutan.
Kolaborasi Indonesia-Aljazair menjadi contoh upaya membangun pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan global. Dengan interaksi akademik yang kuat, mahasiswa dan peneliti diharapkan memiliki wawasan internasional sekaligus kontribusi nyata untuk pembangunan nasional.
Peningkatan jumlah program beasiswa, pertukaran ilmuwan, dan kolaborasi riset menjadi prioritas utama agar kedua negara dapat memaksimalkan potensi kerja sama pendidikan tinggi internasional.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi Hadir Memudahkan Bayar Pajak Kendaraan
- Kamis, 22 Januari 2026
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra
- Kamis, 22 Januari 2026








