Kamis, 22 Januari 2026

5 Minuman Tradisional Penghangat Tubuh Paling Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan

5 Minuman Tradisional Penghangat Tubuh Paling Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan
5 Minuman Tradisional Penghangat Tubuh Paling Cocok Dinikmati Saat Musim Hujan

JAKARTA - Musim hujan kerap membuat suhu udara di berbagai wilayah Indonesia terasa lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini sering memicu tubuh terasa tidak nyaman dan lebih rentan terserang penyakit.

Saat suhu menurun, sebagian orang lebih mudah mengalami flu, batuk, demam, hingga gangguan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, banyak orang mengandalkan minuman hangat untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah. Kekayaan alam ini melahirkan berbagai minuman tradisional yang tidak hanya menghangatkan, tetapi juga dipercaya menyehatkan.

Baca Juga

Resep Pancake Oat Pisang Tanpa Tepung yang Praktis dan Lezat Untuk Sarapan Sehat

Minuman tradisional berbahan rempah telah dikonsumsi turun-temurun. Khasiat alaminya diyakini mampu membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Berikut ini lima minuman tradisional khas Indonesia yang cocok dinikmati saat musim hujan. Setiap minuman memiliki karakter rasa dan manfaat yang berbeda.

Bajigur dan Bandrek, Minuman Hangat Khas Jawa Barat

Minuman tradisional pertama yang kerap muncul saat cuaca dingin adalah bajigur. Minuman ini berasal dari Jawa Barat dan dikenal dengan rasa manis serta teksturnya yang lembut.

? Bajigur (Jawa Barat)
Bajigur diracik dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Komposisinya terdiri dari santan, gula aren, jahe, serai, dan kayu manis.

Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa hangat yang menenangkan tubuh. Bajigur dipercaya baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan pencernaan.

Minuman ini juga dikenal mampu membantu mengembalikan energi. Selain itu, bajigur sering dikonsumsi saat tubuh mulai terasa tidak fit.

Menariknya, bajigur tidak selalu harus diminum dalam kondisi panas. Disajikan dingin pun tetap memberikan rasa segar.

Bajigur biasanya disantap bersama camilan pendamping. Ubi, singkong, atau kacang tanah rebus sering menjadi pelengkapnya.

Minuman ini mudah ditemukan di pasar tradisional. Bajigur juga sering dijajakan oleh penjual keliling.

? Bandrek (Jawa Barat)
Selain bajigur, Jawa Barat juga memiliki bandrek. Minuman ini dikenal memiliki sensasi hangat yang lebih kuat.

Rasa pedas bandrek berasal dari jahe yang direbus bersama rempah lain. Bahan utamanya meliputi jahe, kayu manis, cengkeh, merica, dan gula merah.

Bandrek sudah dikenal sejak zaman dahulu. Minuman ini sering dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh saat hujan.

Khasiat bandrek dipercaya baik untuk pencernaan. Minuman ini juga sering diminum untuk mengurangi rasa mual.

Selain itu, bandrek diyakini membantu meningkatkan sistem imun. Sensasi hangatnya juga dapat meredakan tenggorokan yang terasa tidak nyaman.

Angsle dan Wedang Uwuh, Hangatnya Tradisi Jawa

Wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta memiliki minuman tradisional khas untuk menghadapi udara dingin. Kedua daerah ini dikenal dengan cuaca sejuk, terutama saat musim hujan.

? Angsle (Jawa Timur)
Angsle merupakan minuman tradisional yang populer di Jawa Timur. Minuman ini sering dijumpai di Kota Malang.

Angsle disajikan dengan kuah santan hangat. Isinya sangat beragam dan cukup mengenyangkan.

Dalam satu mangkuk angsle terdapat petulo atau putu mayang. Selain itu, ditambahkan kacang hijau, ketan putih, mutiara, dan kolang-kaling.

Potongan roti juga sering menjadi pelengkap. Kombinasi ini membuat angsle terasa kaya tekstur.

Kuah angsle dibuat dari santan yang dimasak dengan daun pandan dan vanili. Aromanya lembut dan menenangkan.

Petulo dalam angsle dibuat dari tepung beras, tapioka, atau tepung sagu. Bentuknya bulat keriting dengan tekstur lembut.

Mengonsumsi satu porsi angsle sudah cukup mengenyangkan. Minuman ini sering dijadikan pengganjal lapar saat hujan.

? Wedang Uwuh (Yogyakarta)
Yogyakarta memiliki minuman tradisional bernama wedang uwuh. Nama ini memiliki arti yang cukup unik.

Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman. Sementara uwuh berarti sampah.

Nama tersebut menggambarkan banyaknya rempah yang digunakan. Rempah-rempah ini tampak seperti tumpukan dedaunan.

Bahan wedang uwuh sangat beragam. Di antaranya kayu secang, bunga cengkeh, batang cengkeh, dan daun cengkeh.

Selain itu digunakan jahe, pala, daun pala, kayu manis, dan daun kayu manis. Akar serai, daun serai, serta kapulaga juga menjadi pelengkap.

Semua bahan dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu, bahan dimasukkan ke dalam air mendidih.

Wedang uwuh akan berubah warna saat diseduh. Warna merah alami berasal dari kayu secang.

Minuman ini dikenal memiliki aroma rempah yang kuat. Sensasi hangatnya terasa hingga ke tubuh.

Ronde, Perpaduan Kenyal dan Hangat dari Jawa Tengah

Jawa Tengah juga memiliki minuman tradisional yang cocok dinikmati saat hujan. Minuman tersebut dikenal dengan nama ronde.

? Ronde (Jawa Tengah)
Ronde memiliki kemiripan dengan angsle. Perbedaannya terletak pada kuah dan isinya.

Minuman ini berisi bulatan kenyal yang disebut ronde. Ronde dibuat dari campuran tepung ketan dan tepung kanji.

Di bagian dalam bola ronde terdapat isian kacang. Teksturnya kenyal dan lembut saat digigit.

Kuah ronde terbuat dari jahe dan gula merah. Rasa pedas manisnya sangat khas.

Perpaduan rasa jahe yang hangat dan manis gula merah terasa pas. Minuman ini cocok disantap saat hujan turun.

Ronde dipercaya membantu melancarkan sistem pencernaan. Sensasi hangatnya juga membuat tubuh lebih rileks.

Ronde sering dijual bersamaan dengan angsle. Kedua minuman ini kerap menjadi favorit di malam hari.

Manfaat Minuman Tradisional Saat Musim Hujan

Minuman tradisional bukan sekadar penghangat tubuh. Kandungan rempah di dalamnya menyimpan banyak manfaat.

Jahe menjadi bahan utama di hampir semua minuman tradisional. Rempah ini dikenal memiliki sifat menghangatkan.

Kayu manis dan cengkeh memberikan aroma khas. Selain itu, keduanya dipercaya baik untuk daya tahan tubuh.

Santan yang digunakan pada beberapa minuman memberikan rasa gurih. Kandungan lemaknya membantu memberi energi tambahan.

Gula aren dan gula merah menjadi pemanis alami. Keduanya memberikan rasa manis yang lebih lembut.

Minuman tradisional juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Setiap daerah memiliki racikan khas yang berbeda.

Di tengah perubahan zaman, minuman tradisional tetap bertahan. Kehangatan dan manfaatnya masih relevan hingga kini.

Menikmati minuman tradisional saat hujan memberikan rasa nyaman tersendiri. Setiap tegukan membawa sensasi hangat yang menenangkan.

Dari bajigur hingga wedang uwuh, semuanya menawarkan keunikan rasa. Minuman ini menjadi teman setia saat cuaca dingin.

Musim hujan bukan lagi alasan untuk merasa tidak nyaman. Minuman tradisional bisa menjadi solusi alami yang nikmat.

Dengan memanfaatkan kekayaan rempah, tubuh tetap hangat dan sehat. Tradisi ini terus hidup di berbagai daerah Indonesia.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

5 Resep Puding Kelengkeng Segar Lembut Praktis Anti Gagal

5 Resep Puding Kelengkeng Segar Lembut Praktis Anti Gagal

Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026

Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!

Rutin Konsumsi Alpukat Disebut Bantu Lindungi Jantung dan Pembuluh Darah Secara Alami

Rutin Konsumsi Alpukat Disebut Bantu Lindungi Jantung dan Pembuluh Darah Secara Alami