JAKARTA - Kenaikan harga RAM di Indonesia telah menjadi masalah yang nyata bagi banyak konsumen dan pelaku industri teknologi.
Seiring dengan krisis chip global yang terus berlangsung, harga komponen komputer yang sebelumnya terjangkau, seperti DDR 4 dan DDR 5, kini melonjak drastis termasuk dalam waktu yang sangat singkat. D
alam satu bulan, harga RAM bisa naik hingga empat kali lipat, membawa dampak besar bagi berbagai sektor yang bergantung pada perangkat komputer dan elektronik.
Baca JugaGoogle Perkenalkan Fitur Answer Now di Gemini Untuk Jawaban Instan
Kenaikan Harga RAM yang Drastis dalam Waktu Singkat
Pantauan di beberapa toko elektronik, seperti di ITC Kuningan Jakarta, menunjukkan bahwa harga RAM DDR 4 dan DDR 5 telah mengalami kenaikan signifikan sejak akhir 2025.
Seorang penjual, Hasan, mengungkapkan bahwa harga RAM dalam waktu satu bulan bisa melonjak antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000, bahkan ada yang mencapai kenaikan Rp 1 juta. Dalam beberapa kasus, harga RAM bisa naik hingga 100% dalam waktu singkat.
"Seminggu tuh bisa 3-4 kali naik. Nah, sudah terus naik. Sebulan naik Rp 400 ribu, Rp 600 ribu, akhirnya bisa mencapai Rp 1 juta," ujar Hasan yang ditemui CNBC Indonesia pada 20 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa fenomena ini dimulai pada Oktober 2025 dan diperkirakan harga RAM akan terus naik sampai 2027 mendatang.
Mengapa Harga RAM Terus Meningkat?
Penyebab utama kenaikan harga RAM ini terkait dengan krisis chip global yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Satu faktor besar yang mempengaruhi adalah meningkatnya permintaan chip AI (Artificial Intelligence), yang mengarah pada peralihan fokus produsen chip.
Mereka kini lebih memprioritaskan produksi chip untuk data center AI dan segmen hyperscale lainnya, meninggalkan produksi chip untuk perangkat konsumen, seperti laptop dan smartphone.
Vanessa, analis dari firma riset IDC, menjelaskan bahwa kesenjangan antara pasokan dan permintaan chip akan semakin melebar pada semester pertama 2026, yang menyebabkan kelangkaan dan harga yang semakin tinggi. "Kondisi ini diperkirakan mulai mereda pada semester kedua, tetapi harga akan tetap tinggi setidaknya sampai awal 2027," kata Vanessa.
Lebih lanjut, peningkatan permintaan chip untuk berbagai sektor, mulai dari AI hingga kendaraan listrik (EV), telah berkontribusi pada kekurangan pasokan untuk chip-chip konvensional. Di sisi lain, transisi menuju DDR5, meskipun sedang berlangsung, tidak bisa memenuhi permintaan secara masif, karena sebagian besar produksi masih diarahkan untuk kebutuhan hyperscale dan AI.
Dampak Kenaikan Harga RAM pada Konsumen dan Industri
Kenaikan harga RAM yang sangat signifikan ini jelas mempengaruhi banyak pihak, mulai dari konsumen rumahan hingga pelaku industri teknologi. Di pasar PC, misalnya, konsumen yang ingin melakukan upgrade perangkat keras mereka kini harus menghadapi harga yang jauh lebih tinggi. Sebagai contoh, harga RAM DDR 5 32GB yang sebelumnya hanya sekitar Rp 3-4 juta kini melonjak menjadi Rp 7-8 juta, sementara RAM 16GB yang dulunya hanya dihargai sekitar Rp 1 juta kini telah mencapai lebih dari Rp 2 juta.
Salah satu dampaknya adalah semakin banyaknya konsumen yang memilih untuk menunda pembelian atau mencoba untuk bertahan dengan perangkat lama mereka, meskipun performanya mulai menurun. Di sisi lain, beberapa penjual mengungkapkan bahwa meski harga naik, permintaan tetap ada.
"Kalau turun sih enggak, mau enggak mau lah," ucap Nasrun, penjual lainnya. Ini menunjukkan bahwa meski harga terus naik, kebutuhan akan perangkat komputer tetap tinggi.
Bagi industri perangkat bekas, dampak dari kenaikan harga ini cukup terasa. Pasar smartphone bekas, misalnya, mengalami peningkatan permintaan karena konsumen berusaha mencari alternatif dengan harga lebih murah. Hal serupa terjadi di sektor PC dan komponen-komponen lainnya, di mana harga perangkat bekas diperkirakan akan terus merangkak naik.
Krisis Chip Global dan Pengaruhnya pada Ekosistem Teknologi Indonesia
Krisis chip global yang melanda seluruh dunia ini semakin jelas terasa di Indonesia. Pasokan chip yang semakin terbatas berimbas pada banyak sektor teknologi, tidak hanya perangkat komputer dan smartphone, tetapi juga industri otomotif, khususnya mobil listrik yang juga membutuhkan chip untuk operasionalnya.
Indonesia, yang telah lama menjadi konsumen teknologi, kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga keberlanjutan sektor teknologi domestiknya.
Meskipun krisis ini dapat diprediksi, tantangan jangka panjangnya tetap ada. Hal ini akan memaksa Indonesia untuk memperkuat kemampuan industri dalam menghadapi kekurangan pasokan global, serta mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor chip dari luar negeri.
Dalam jangka panjang, Indonesia perlu beradaptasi dengan kondisi ini dan menciptakan solusi lokal agar industri teknologi dalam negeri dapat tetap tumbuh meskipun dihadapkan pada tantangan besar.
Menatap Masa Depan dengan Kehati-Hatian dalam Industri Teknologi
Secara keseluruhan, krisis chip global mempengaruhi banyak aspek dalam industri teknologi, dari perangkat konsumen hingga sektor industri besar. Kenaikan harga RAM yang signifikan di Indonesia hanya merupakan salah satu dampak dari ketidakseimbangan pasokan dan permintaan chip global. Sementara produsen chip berfokus pada teknologi AI dan hyperscale, kebutuhan akan chip untuk perangkat elektronik konsumen semakin terabaikan.
Para konsumen, terutama di Indonesia, kini harus lebih berhati-hati dalam memilih perangkat yang akan dibeli, karena harga yang terus meningkat ini akan sangat mempengaruhi daya beli mereka.
Di sisi lain, para pelaku industri harus menghadapi kenyataan bahwa sektor ini kemungkinan akan terus menghadapi ketidakpastian hingga 2027, dengan harga yang tetap tinggi dan kesulitan pasokan yang terus berlanjut.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











