Kamis, 22 Januari 2026

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai
Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai

JAKARTA - Anak-anak saat ini mudah terpapar makanan cepat saji, camilan kemasan, minuman manis, dan sereal berwarna-warni. Banyak dari makanan ini termasuk kategori Ultra-Processed Food (UPF), produk yang mengalami pengolahan intensif dan mengandung pemanis buatan, pewarna, pengawet, serta emulsifier.

Rasanya memang enak dan tampak menarik, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek buruk jangka panjang. Orang tua perlu menyadari bahwa kesenangan sesaat dari UPF bisa berdampak pada kesehatan anak di masa depan.

Risiko Obesitas dan Penyakit Kronis

Baca Juga

Google Perkenalkan Fitur Answer Now di Gemini Untuk Jawaban Instan

Anak-anak yang sering mengonsumsi UPF berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Makanan jenis ini tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, tetapi rendah serat dan protein.

Kelebihan berat badan akibat UPF juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker di kemudian hari. Profesor Lily Arsanti Lestari dari FK-KMK UGM menekankan bahwa efek ini dipicu oleh peradangan kronis, gangguan metabolisme, dan perubahan mikrobiota usus.

Gangguan Mikroba Usus dan Sistem Imun

Mikrobiota usus berperan penting dalam fungsi imun dan metabolisme anak. UPF yang rendah serat dan tinggi bahan kimia tambahan seperti emulsifier dapat mengubah keseimbangan mikroba baik dalam usus.

Perubahan ini memicu peradangan tingkat rendah yang bisa berkontribusi pada penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Masa bayi dan balita menjadi fase krusial bagi pembentukan sistem kekebalan, sehingga dampak UPF pada usia ini sangat signifikan.

Risiko Gangguan Mental dan Perkembangan Otak

Beberapa penelitian menemukan konsumsi UPF berkorelasi dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, dan gangguan kognitif pada anak. Bahan tambahan seperti nanopartikel titanium dioksida dan zat kimia bisfenol dapat menembus blood–brain barrier, memengaruhi memori, pembelajaran, dan regulasi emosi.

Selain itu, kekurangan nutrisi penting seperti asam lemak rantai panjang, zat besi, seng, dan protein akibat pola makan tinggi UPF dapat memengaruhi pembentukan sinaps, mielinasi, dan transmisi neurotransmiter. Kondisi ini meningkatkan potensi gangguan perkembangan saraf seperti ADHD dan autisme (ASD).

Penurunan Asupan Nutrisi Esensial

UPF sering memberi rasa kenyang instan, tetapi nilai gizinya rendah. Anak-anak yang sering mengonsumsinya cenderung kekurangan serat, protein, vitamin, dan mineral penting.

Kekurangan nutrisi ini bisa menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh, hingga masalah metabolik. Makanan utuh seperti sayur, buah, ikan, telur, dan biji-bijian tetap menjadi sumber nutrisi utama untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh yang optimal.

Paparan Bahan Kimia dan Aditif

Banyak UPF mengandung pewarna, pengawet, pemanis, dan emulsifier buatan yang belum sepenuhnya diteliti efek jangka panjangnya pada anak-anak. Tubuh anak lebih rentan terhadap paparan zat kimia dibanding orang dewasa.

Kesadaran orang tua terhadap kandungan UPF menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Memilih makanan bergizi dan mengutamakan produk alami dapat membantu anak tumbuh sehat dan terhindar dari dampak buruk jangka panjang.

Kesimpulannya, bahaya Ultra Processed Food bagi kesehatan anak tidak bisa dianggap remeh. Selain meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis, UPF juga mengganggu mikroba usus, memengaruhi perkembangan otak, menurunkan asupan nutrisi esensial, dan memaparkan anak pada bahan kimia berbahaya.

Orang tua perlu lebih bijak dalam memilih makanan harian si kecil. Dengan kesadaran dan pengawasan, anak dapat menikmati masa tumbuh kembang yang sehat tanpa efek buruk UPF.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Dukung Janice Tjen, Wakil Indonesia di Australia Open 2026 Hari Ini

Dukung Janice Tjen, Wakil Indonesia di Australia Open 2026 Hari Ini