Indonesia Masters 2026 Terapkan Aturan 25 Detik, Fajar Fikri Ungkap Respons
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Penerapan aturan baru kerap menjadi sorotan dalam sebuah turnamen besar, termasuk di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Turnamen bulu tangkis yang digelar di Istora Senayan pada 20–25 Januari 2026 ini menghadirkan nuansa berbeda karena adanya regulasi anyar dari Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF. Salah satu aturan yang paling menyita perhatian adalah penerapan batas waktu 25 detik sebelum servis dilakukan setelah reli berakhir.
Kebijakan ini menjadi uji coba perdana di Indonesia Masters 2026 dan langsung dirasakan para pemain sejak laga-laga awal. Meski terkesan sederhana, aturan tersebut dinilai bisa mengubah ritme pertandingan karena pemain dituntut lebih sigap dan tidak berlama-lama di sela poin. Menariknya, respons para atlet, termasuk ganda putra Indonesia Fajar/Fikri, justru terbilang santai.
Baca JugaGoogle Perkenalkan Fitur Answer Now di Gemini Untuk Jawaban Instan
Nuansa Baru di Istora Senayan
Indonesia Masters 2026 berlangsung dengan atmosfer yang tetap meriah meski ada penyesuaian aturan. Kehadiran regulasi 25 detik membuat pertandingan terasa lebih dinamis karena jeda antarreli menjadi lebih singkat. Para pemain dituntut segera bersiap untuk servis tanpa banyak penundaan seperti sebelumnya.
Aturan ini mewajibkan pemain melakukan servis maksimal 25 detik setelah reli berakhir. Jika waktu tersebut terlewati, wasit berhak memberikan peringatan hingga sanksi sesuai ketentuan. Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga tempo pertandingan agar tetap efektif dan menarik bagi penonton.
Bagi penonton awam, perubahan ini mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi atlet profesional, manajemen waktu di lapangan menjadi aspek penting, terutama untuk mengatur napas, fokus, dan strategi permainan.
Pandangan Fikri Soal Aturan Baru
Fikri mengaku belum terlalu merasakan dampak signifikan dari aturan 25 detik tersebut. Menurutnya, permainan berjalan seperti biasa dan tidak ada perbedaan mencolok dibandingkan turnamen sebelumnya. Bahkan, ia menyebut belum sepenuhnya menyadari penerapan aturan itu saat bertanding.
“Tadi kayak belum berasa aja...main kayak biasa aja sih, kayak normal-normalnya. Jadi kami belum paham juga sih tadi sebetulnya, belum ada peringatan dari wasit,” kata Fikri kepada wartawan usai tampil di Indonesia Masters 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa adaptasi terhadap aturan baru ini tidak selalu langsung terasa, terutama bagi pemain yang memang terbiasa bermain dengan tempo cepat. Selama tidak ada peringatan dari wasit, ritme permainan tetap mengalir alami.
Penilaian Fajar terhadap Regulasi 25 Detik
Senada dengan pasangannya, Fajar juga menilai aturan baru ini tidak terlalu memengaruhi permainannya. Ia mengungkapkan bahwa sektor ganda putra memang memiliki tempo cepat, sehingga jeda antarpoin relatif singkat sejak awal.
“Bingung karena sebelumnya enggak lihat itu ada skor, ternyata ada skor di bawah, live score kami. Dan saya juga sempat berpikir oh itu 25 detik itu diwaktuin di situ (papan skor) gitu, tadinya enggak tahu karena enggak lihat partai sebelumnya,” ungkap Fajar.
Dari pengakuan tersebut, Fajar menyoroti aspek teknis di lapangan, khususnya tampilan papan skor yang menunjukkan hitungan waktu. Meski sempat bingung, ia menilai keberadaan timer justru membantu pemain memahami batas waktu yang tersedia.
Tujuan dan Mekanisme Aturan 25 Detik
BWF memperkenalkan aturan 25 detik sebagai bagian dari uji coba di beberapa turnamen internasional. Indonesia Masters 2026 menjadi salah satu ajang penting untuk melihat efektivitas kebijakan ini dalam meningkatkan kualitas pertandingan.
Aturan tersebut dirancang untuk meminimalkan penundaan yang kerap terjadi di tengah laga. Meski demikian, pemain tetap diperbolehkan melakukan aktivitas singkat seperti minum, mengelap keringat, atau mengikat tali sepatu. Namun, penerima servis tetap diwajibkan mengikuti tempo dan tidak sengaja memperlambat permainan.
Dengan regulasi ini, BWF berharap pertandingan berjalan lebih efisien tanpa mengurangi esensi persaingan di lapangan. Wasit juga memiliki peran lebih aktif dalam mengawasi jalannya waktu antarreli.
Langkah Mulus Fajar Fikri di Laga Awal
Terlepas dari adanya aturan baru, performa Fajar/Fikri di laga perdana Indonesia Masters 2026 berjalan sangat meyakinkan. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, lewat dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-10.
Kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Fajar/Fikri untuk melangkah ke babak berikutnya. Permainan solid dan minim kesalahan menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga fokus meski ada penyesuaian regulasi di lapangan.
Namun, tantangan berat langsung menanti di babak 16 besar. Fajar/Fikri harus berhadapan dengan sesama ganda Indonesia, Leo Rolly Carnado/Bagas Maulana, yang sebelumnya menyingkirkan Huang Jul-Hsuah/He Zhi-Wei.
Duel sesama wakil Indonesia ini dipastikan berlangsung sengit, sekaligus menjadi ujian lanjutan bagi Fajar/Fikri, baik dari sisi teknis permainan maupun adaptasi terhadap aturan 25 detik yang baru diterapkan di Indonesia Masters 2026.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026











