Kamis, 22 Januari 2026

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya
Kenapa Pusing Setelah Makan Durian? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya

JAKARTA - Durian kerap menjadi buah yang mengundang perdebatan karena aroma dan rasanya yang sangat khas. Meski begitu, popularitasnya di Asia Tenggara tak pernah surut dan justru terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sebagai buah yang dijuluki raja buah, durian dikenal memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Namun di balik kelezatannya, sebagian orang mengeluhkan efek tidak nyaman setelah mengonsumsinya, salah satunya pusing.

Keluhan pusing setelah makan durian sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini berkaitan langsung dengan kandungan zat tertentu di dalam buah durian itu sendiri.

Baca Juga

Google Perkenalkan Fitur Answer Now di Gemini Untuk Jawaban Instan

Banyak orang bertanya-tanya, apakah pusing setelah makan durian berbahaya. Jawabannya tergantung pada kondisi tubuh dan jumlah durian yang dikonsumsi.

Untuk memahami hal ini secara menyeluruh, penting mengetahui apa saja kandungan durian dan bagaimana pengaruhnya bagi tubuh. Penjelasan berikut akan membantu menjawab rasa penasaran tersebut secara lebih lengkap.

Kenapa Pusing Setelah Makan Durian Bisa Terjadi

Pada dasarnya, durian termasuk buah yang aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Meski demikian, kandungan nutrisinya yang tinggi bisa memicu reaksi tertentu pada tubuh.

Salah satu kandungan utama dalam durian adalah kalium. Mineral ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf.

Saat seseorang mengonsumsi makanan tinggi kalium, ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan mineral tersebut. Proses ini dilakukan melalui urine agar kadar kalium dalam darah tetap seimbang.

Masalah muncul ketika durian dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Ginjal bisa kewalahan membuang kelebihan kalium sehingga kadarnya meningkat di dalam darah.

Kondisi kelebihan kalium atau hiperkalemia dapat memicu gejala seperti pusing dan jantung berdebar. Dalam kasus tertentu, irama jantung juga bisa menjadi tidak normal.

Kalium memang dibutuhkan tubuh, tetapi dalam batas tertentu. Ketika jumlahnya terlalu tinggi, tubuh justru memberikan respons negatif.

Selain kandungan kalium, tingkat kematangan durian juga berpengaruh. Durian yang terlalu matang berpotensi mengalami fermentasi alami.

Proses fermentasi tersebut dapat menghasilkan kandungan alkohol alami dalam jumlah kecil. Pada sebagian orang, kandungan ini bisa memicu sensasi pusing atau rasa tidak nyaman.

Fenomena ini sering dikenal dengan istilah mabuk durian. Meski tidak semua orang mengalaminya, kondisi ini cukup umum terjadi.

Reaksi tubuh terhadap durian juga bisa berbeda-beda. Faktor usia, kondisi kesehatan, dan metabolisme sangat memengaruhi respons tersebut.

Cara Mengatasi dan Mencegah Mabuk Durian

Hingga saat ini, belum ada penawar khusus yang terbukti secara ilmiah untuk mengatasi mabuk durian. Oleh karena itu, langkah paling aman adalah mengatur pola konsumsinya.

Mengonsumsi durian dalam jumlah wajar menjadi kunci utama pencegahan. Jangan tergoda untuk makan berlebihan meski rasanya sangat menggugah selera.

Bagi orang dengan riwayat penyakit tertentu, kehati-hatian perlu ditingkatkan. Kondisi seperti diabetes atau gangguan ginjal dapat memperbesar risiko efek samping.

Salah satu cara yang dapat dilakukan setelah makan durian adalah memperbanyak minum air putih. Cairan membantu meringankan kerja ginjal dalam menyeimbangkan kadar kalium.

Air putih juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Dengan hidrasi yang cukup, risiko pusing berkepanjangan dapat diminimalkan.

Dalam pengobatan tradisional tertentu, ada kepercayaan tentang minum air asin menggunakan kulit durian. Metode ini diyakini dapat meredakan rasa tidak nyaman.

Meski cukup populer, cara tersebut belum didukung bukti ilmiah. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya solusi.

Mendengarkan sinyal tubuh juga sangat penting. Jika tubuh mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya hentikan konsumsi durian.

Istirahat yang cukup setelah makan durian juga bisa membantu tubuh menyesuaikan diri. Hal ini memberi waktu bagi metabolisme untuk bekerja dengan optimal.

Bahaya Mengonsumsi Durian Bersamaan dengan Alkohol

Salah satu pantangan yang sering diingatkan adalah mengonsumsi durian bersama alkohol. Kombinasi ini dapat memicu efek samping yang lebih serius.

Durian mengandung senyawa mirip belerang yang dapat menghambat kerja enzim pemecah alkohol. Akibatnya, alkohol bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Ketika alkohol tidak terurai dengan baik, risiko keracunan meningkat. Gejala yang muncul bisa lebih berat dibandingkan konsumsi alkohol biasa.

Selain itu, durian juga tinggi karbohidrat dan serat. Kombinasi ini dapat menyebabkan perut kembung dan mulas pada sebagian orang.

Efek tersebut akan semakin parah jika disertai alkohol. Tubuh harus bekerja lebih keras mencerna dua zat berat sekaligus.

Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain mual, muntah, dan jantung berdebar kencang. Dalam kondisi tertentu, pusing bisa terasa lebih intens.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi durian dan alkohol secara bersamaan. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan tubuh.

Jika sudah terlanjur mengonsumsi keduanya, segera hentikan asupan lanjutan. Perbanyak minum air dan istirahat dapat membantu mengurangi risiko.

Kandungan Nutrisi Durian yang Perlu Diketahui

Durian dikenal sebagai buah dengan kandungan nutrisi yang sangat lengkap. Dalam 100 gram durian, terdapat energi sekitar 147 kkal.

Buah ini juga mengandung protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah seimbang. Kandungan tersebut menjadikan durian sebagai sumber energi yang cukup tinggi.

Selain itu, durian kaya akan serat makanan. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Mineral dalam durian juga cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi.

Kalium menjadi mineral yang paling menonjol dalam durian. Kandungannya mencapai lebih dari 400 mg per 100 gram.

Durian juga mengandung natrium dan seng dalam jumlah kecil. Kedua mineral ini tetap memiliki peran penting bagi tubuh.

Dari sisi vitamin, durian termasuk buah yang cukup lengkap. Kandungan vitamin A, B, dan C terdapat dalam buah ini.

Vitamin C dalam durian berperan sebagai antioksidan. Sementara vitamin B membantu proses metabolisme energi.

Tak hanya itu, durian juga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

Dengan kandungan nutrisi tersebut, durian layak disebut sebagai salah satu buah paling bergizi. Namun, tingginya nutrisi ini pula yang menuntut konsumsi bijak.

Pusing setelah makan durian umumnya terjadi karena asupan yang berlebihan. Oleh sebab itu, membatasi jumlah konsumsi menjadi langkah paling aman.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai