Kamis, 22 Januari 2026

Arsenal Perkasa di Giuseppe Meazza, Inter Tersungkur Tiga Satu Liga Champions

Arsenal Perkasa di Giuseppe Meazza, Inter Tersungkur Tiga Satu Liga Champions
Arsenal Perkasa di Giuseppe Meazza, Inter Tersungkur Tiga Satu Liga Champions

JAKARTA - Arsenal kembali menunjukkan kekuatan mereka di pentas Eropa usai menundukkan Inter Milan dengan skor 3-1 pada laga ketujuh fase grup Liga Champions 2025/2026. 

Bermain di Stadio Giuseppe Meazza, Rabu 21 Januari 2026 dini hari WIB, The Gunners tampil efektif dan disiplin sehingga mampu membawa pulang tiga poin penting.

Kemenangan ini bukan sekadar hasil positif di laga tandang, tetapi juga menegaskan dominasi Arsenal di fase grup. Tambahan tiga poin membuat klub asal London tersebut tetap kokoh di puncak klasemen dengan rekor sempurna, sementara Inter harus rela turun ke peringkat sembilan dan menghadapi tekanan besar di sisa pertandingan grup.

Baca Juga

Google Perkenalkan Fitur Answer Now di Gemini Untuk Jawaban Instan

Start agresif Arsenal langsung berbuah gol

Sejak menit awal, Arsenal tampil percaya diri dan berani menekan pertahanan tuan rumah. Intensitas tinggi yang mereka tunjukkan membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pembuka pada menit ke-10.

Berawal dari percobaan tembakan Jurrien Timber, bola justru mengenai Gabriel Jesus dan berubah arah masuk ke gawang Inter. Gol tersebut membuat Arsenal unggul 1-0 lebih dulu dan semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya.

Inter mencoba merespons cepat dengan meningkatkan tempo serangan. Usaha itu membuahkan hasil delapan menit kemudian. Petar Sucic melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok kanan atas gawang. Skor pun kembali imbang 1-1, sekaligus membangkitkan harapan publik tuan rumah.

Balasan cepat menjaga keunggulan The Gunners

Setelah kedudukan kembali seimbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan dengan intensitas tinggi. Arsenal tetap tampil tenang dan tidak terburu-buru meski Inter mulai menemukan ritme permainan.

Pada menit ke-31, Arsenal kembali memimpin. Gabriel Jesus mencetak gol keduanya lewat sundulan memanfaatkan bola rebound di kotak penalti. Gol ini menjadi bukti ketajaman lini depan Arsenal yang mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun.

Menjelang akhir babak pertama, Inter berusaha keras menyamakan skor. Lautaro Martinez mendapatkan peluang emas, tetapi gagal mengarahkan bola ke sasaran. Federico Dimarco juga sempat melepaskan tembakan keras, namun David Raya tampil gemilang dengan penyelamatan krusial. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Arsenal 2-1.

Kontrol permainan Arsenal di babak kedua

Memasuki paruh kedua, Arsenal tidak mengendurkan tekanan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan mencoba memperlebar jarak keunggulan. Leandro Trossard mengirimkan umpan berbahaya ke kotak penalti pada menit ke-48, meski masih mampu diantisipasi barisan belakang Inter.

Bukayo Saka menjadi salah satu pemain paling aktif di lini serang. Pada menit ke-56, ia mendapatkan peluang emas, tetapi tembakannya masih meleset di sisi kanan gawang. Arsenal tetap mendominasi penguasaan bola dan memaksa Inter lebih banyak bertahan.

Inter mencoba keluar dari tekanan dan sesekali mengandalkan serangan balik. Francesco Pio Esposito sempat memperoleh kesempatan pada menit ke-67, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran. Arsenal tetap terlihat lebih tenang dan terorganisir dalam menjaga keunggulan.

Gol penentu memastikan kemenangan di kandang lawan

Ketika Inter mulai meningkatkan intensitas serangan di menit-menit akhir, Arsenal justru mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Bukayo Saka sempat mengancam lewat tembakan keras pada menit ke-78, tetapi Yann Sommer melakukan penyelamatan penting.

Gol penentu akhirnya lahir pada menit ke-84. Viktor Gyökeres melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Inter. Gol tersebut memastikan keunggulan Arsenal menjadi 3-1 dan praktis mematikan peluang tuan rumah untuk bangkit.

Inter masih mencoba mencetak gol hiburan di sisa waktu pertandingan. Marcus Thuram dan Davide Frattesi mendapat peluang, tetapi tidak ada yang berujung gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Arsenal.

Dampak hasil laga bagi klasemen grup

Hasil ini membawa dampak besar bagi kedua tim. Arsenal kini mengoleksi 21 poin dari tujuh pertandingan dan tetap berdiri di puncak klasemen dengan catatan kemenangan sempurna. Posisi tersebut membuat mereka berada dalam situasi sangat nyaman untuk melangkah ke fase berikutnya.

Sebaliknya, Inter harus turun ke peringkat sembilan dengan 13 poin. Kekalahan di kandang sendiri membuat mereka wajib meraih hasil maksimal di laga terakhir fase grup jika ingin menjaga peluang lolos. Tekanan pun semakin besar bagi skuad asuhan Cristian Chivu.

Secara keseluruhan, pertandingan di Giuseppe Meazza ini memperlihatkan kematangan Arsenal sebagai tim papan atas Eropa. Efektivitas serangan, disiplin bertahan, serta kemampuan mengendalikan tempo menjadi kunci kemenangan mereka. Bagi Inter, laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa kesalahan kecil dapat berujung hasil fatal di level tertinggi Liga Champions.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Uni Eropa Ambil Langkah Proaktif untuk Keamanan Infrastruktur Digital

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Jus Jeruk Membantu Menjaga Kesehatan Jantung, Begini Caranya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Inilah 10 Penyebab Tinja Bau Tak Biasa yang Harus Kamu Tahu

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai

Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai