GARUT – Cadangan beras untuk mencukupi kebutuhan pasar di daerah Kabupaten Garut dikonfirmasi aman dalam menyongsong musim kemarau yang diperkirakan segera datang.
Bahkan, Badan Urusan Logistik (Bulog) menginformasikan bahwa situasi stok beras di gudang saat ini sangat mencukupi dan diproyeksikan bertahan hingga akhir tahun.
”Ya, aman, sangat aman, karena stok Bulog banyak dan terus masih lanjut penyediaan stoknya. Kami yakin dari pemerintahan, terutama Kementerian Pertanian juga sudah mengantisipasi kaitan dengan musim kemarau,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Ciamis Johan Wahyudi, usai kegiatan pengecekan stok beras di Gudang Bulog Kabupaten Garut, Selasa, (12/05/2026)
Johan menyampaikan bahwa total beras yang tersedia di Garut menyentuh angka 14.000 ton. Dari volume tersebut, sebanyak 2.700 ton disimpan pada Gudang Bulog Garut, sementara sisanya terdistribusi di empat gudang milik mitra Bulog.
Cadangan tersebut dinilai aman dan siap disalurkan guna memenuhi keperluan pasar maupun warga hingga penghujung tahun 2026.
Sejauh ini, menurut Johan, Bulog melakukan penyerapan terhadap hasil panen gabah dari para petani di Kabupaten Garut.
Langkah tersebut dilakukan demi memenuhi permintaan masyarakat Garut serta wilayah lain di Jawa Barat.
Meski demikian, saat memasuki musim kemarau seperti sekarang, Johan menyebut akan ada pengaruh terhadap penyerapan gabah petani lantaran sejumlah lahan pertanian terdampak kekeringan.
Namun, menurut Johan, risiko kemarau tersebut bukan menjadi persoalan besar karena pemerintah telah melakukan langkah antisipasi melalui program instalasi pompa air dan perbaikan sarana irigasi untuk pengairan lahan.
”Irigasinya sudah bagus, pompa-pompa juga sudah banyak. Jadi musim kemarau enggak terlalu berdampak,” katanya.