Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel
- Rabu, 13 Mei 2026
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) saat ini sedang membuka peluang untuk mengeksekusi akuisisi terhadap kepemilikan saham PT Weda Bay Nickel (WBN) yang sekarang dikuasai oleh perusahaan tambang asal Prancis, Eramet.
Agenda tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (12/5/2026).
Di dalam pertemuan itu secara spesifik dibahas mengenai beragam isu strategis menyangkut infrastruktur serta pembangunan kewilayahan.
Baca JugaSerpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Rosan menyatakan, "Kami sih pada dasarnya terbuka [akuisisi saham Eramet di WBN], ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kami kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya. Kami terbuka, kok. Kami diskusi juga dengan Eramet."
Berdasarkan data dari MySteel, Danantara diinformasikan tengah menelaah diskusi untuk mengambil alih porsi atau seluruh saham Eramet di WBN.
Selain itu, terdapat kesempatan bagi Danantara untuk ikut serta dalam aksi penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) yang diproyeksikan oleh Eramet pada tahun ini.
Untuk saat ini, komposisi pemegang saham di WBN meliputi Tsingshan Holding Group sebagai pemegang kendali mayoritas dengan 51,3 persen, kemudian Eramet sebanyak 37,8 persen, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan porsi 10 persen.
WBN sendiri sudah mengoperasikan tambang nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara, menggunakan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) terhitung sejak 2019.
Pada tahun sebelumnya, Danantara bersama Indonesia Investment Authority (INA) telah menyetujui pembentukan platform investasi strategis di sektor nikel dari sisi hulu sampai hilir dengan Eramet.
Kerja sama tersebut diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dipantau langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kemitraan ini menitikberatkan pada pengembangan ekosistem material baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang berkelanjutan serta terintegrasi di dalam negeri.
Seluruh pihak akan melaksanakan evaluasi awal demi menetapkan proyek yang paling berdaya guna dalam mengoptimalkan potensi industri EV nasional.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, merasa yakin bahwa aliansi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rantai pasok baterai EV secara global.
Dalam mekanisme ini, Danantara bersama INA bertugas mengelola pendanaan jangka panjang, sementara Eramet berkontribusi dalam penguasaan teknis dan pengalaman operasional tambang besar berstandar internasional.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Pandu menjelaskan, “Kemitraan ini mencerminkan komitmen ketiga pihak untuk mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional. Kolaborasi ini juga mengintegrasikan kapasitas teknis tingkat global di bidang tambang berwawasan lingkungan yang mendukung pembangunan industri berkelanjutan.”
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











