JAKARTA - Atmosfer Liga Champions kembali memanas saat kompetisi elite Eropa itu memasuki matchday ke-7 league phase musim 2025/2026.
Sejumlah pertandingan sarat gengsi akan tersaji pada Kamis, 22 Januari 2026 dini hari WIB, dengan duel-duel penting yang dapat menentukan nasib klub menuju fase selanjutnya.
Sorotan utama tertuju ke Allianz Stadium, Turin, tempat Juventus menjamu Benfica. Pertandingan dua raksasa Eropa tersebut dijadwalkan kick-off pukul 03.00 WIB dan bisa disaksikan melalui layanan live streaming Vidio. Laga ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga menyangkut gengsi dan sejarah panjang kedua klub di pentas Eropa.
Juventus dan Benfica sama-sama datang dengan misi penting. Hasil pertandingan ini akan sangat berpengaruh terhadap posisi mereka di klasemen league phase. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap kesalahan bisa berdampak fatal bagi peluang lolos ke babak berikutnya.
Selain laga di Turin, sederet pertandingan lain juga siap menyedot perhatian publik. Klub-klub besar dari berbagai liga top Eropa akan saling berhadapan demi menjaga asa mereka di Liga Champions musim ini.
Juventus Datang dengan Modal Kurang Meyakinkan
Juventus menyambut laga krusial ini dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Pada pertandingan terakhir Serie A, I Bianconeri harus mengakui keunggulan Cagliari dengan skor tipis 0-1 di Unipol Domus. Kekalahan tersebut menjadi pukulan tersendiri menjelang duel penting di Eropa.
Hasil negatif di liga domestik tentu menambah tekanan bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri. Meski begitu, Liga Champions kerap menghadirkan wajah berbeda bagi Juventus, terutama saat bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh tifosi.
Secara mental, Juventus dituntut untuk segera bangkit. Kegagalan meraih poin di Serie A tidak boleh terbawa ke kompetisi Eropa, terlebih laga melawan Benfica memiliki nilai strategis yang sangat besar.
Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, konsistensi menjadi tantangan utama bagi Juventus. Laga ini akan menjadi ujian sejauh mana mereka mampu merespons situasi sulit.
Rekor Pertemuan yang Tidak Bersahabat
Jika menilik catatan sejarah, Juventus tidak memiliki memori manis saat berhadapan dengan Benfica. Dari sembilan pertemuan di semua kompetisi Eropa, Si Nyonya Tua hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan harus menelan tujuh kekalahan.
Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi di kandang sendiri saat Juventus menaklukkan Benfica 3-0 pada perempat final Piala UEFA 1992/1993. Menariknya, pada musim itu pula Juventus akhirnya keluar sebagai juara turnamen.
Di ajang Liga Champions, dominasi Benfica bahkan lebih terasa. Klub asal Portugal tersebut selalu menang dalam lima pertemuan kontra Juventus, menjadikan mereka salah satu lawan paling menyulitkan bagi wakil Italia itu.
Catatan ini membuat Benfica sejajar dengan Bayern Munchen sebagai tim dengan rekor sempurna atas lawan tertentu di Liga Champions. Fakta tersebut tentu menjadi bayang-bayang tersendiri bagi Juventus.
Sinyal Kebangkitan dari I Bianconeri
Meski dibayangi rekor buruk, Juventus datang dengan sinyal kebangkitan di Liga Champions musim ini. Setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga awal, dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan, Juve perlahan menemukan ritme.
Dua kemenangan beruntun berhasil diraih Juventus, masing-masing atas Pafos dengan skor 2-0 dan Bodo/Glimt 3-2. Hasil ini menjadi momentum positif yang sangat dibutuhkan menjelang laga melawan Benfica.
Rangkaian dua kemenangan tersebut juga menandai pencapaian terbaik Juventus di Liga Champions sejak periode Maret hingga November 2021. Saat itu, mereka sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun.
Kepercayaan diri yang mulai tumbuh diharapkan bisa menjadi modal penting. Juventus kini memiliki peluang untuk membalikkan tren negatif, meski tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.
Benfica dalam Tren Positif dan Percaya Diri
Di sisi lain, Benfica justru datang dengan performa yang sedang menanjak. As Aguias berhasil memenangi dua laga terakhir Liga Champions dengan skor identik 2-0, masing-masing saat menghadapi Napoli dan Ajax Amsterdam.
Kebangkitan ini terasa signifikan, mengingat sebelumnya Benfica sempat terpuruk dengan enam kekalahan beruntun. Perbaikan di lini pertahanan menjadi kunci utama perubahan performa mereka.
Benfica pun berpeluang mencatatkan rekor istimewa. Terakhir kali mereka meraih tiga kemenangan beruntun di kompetisi Eropa tanpa kebobolan terjadi pada musim 1989/1990, yang kala itu bahkan berlanjut hingga lima laga.
Dengan kepercayaan diri tinggi dan catatan pertemuan yang menguntungkan, Benfica jelas tidak akan datang ke Turin sebagai underdog.
Deretan Laga Menarik Lainnya di Matchday Ketujuh
Selain duel Juventus kontra Benfica, matchday ke-7 Liga Champions juga akan menyajikan sejumlah pertandingan menarik lainnya. Beberapa di antaranya mempertemukan tim-tim besar dengan ambisi besar untuk melaju jauh di kompetisi ini.
Pertandingan-pertandingan tersebut akan berlangsung serentak dan dipastikan menyuguhkan drama, tensi tinggi, serta kualitas sepak bola terbaik Eropa.
Jadwal Pertandingan Kamis, 22 Januari 2026
00.45 WIB Galatasaray vs Atletico Madrid
00.45 WIB Qarabag vs Eintracht Frankfurt
03.00 WIB Atalanta vs Athletic Bilbao
03.00 WIB Bayern Munchen vs Union Saint-Gilloise
03.00 WIB Chelsea vs Pafos
03.00 WIB Juventus vs Benfica
03.00 WIB Marseille vs Liverpool
03.00 WIB Newcastle vs PSV
03.00 WIB Slavia Praha vs Barcelona
Seluruh laga tersebut dapat disaksikan melalui siaran langsung dan live streaming sesuai jadwal yang telah ditentukan.