Ekspansi Luar Bali, Hatten Bali Targetkan Pendapatan Tumbuh 5 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 17 Juni 2026
Ekspansi Luar Bali, Hatten Bali Targetkan Pendapatan Tumbuh 5 Persen
Ilustrasi wine, minuman wine. (Foto: PIXABAY/PEXELS)

JAKARTA – PT Hatten Bali Tbk (WINE) membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran 5% pada tahun 2026. Perusahaan pembuat wine lokal yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan mengandalkan perluasan jangkauan pasar ke luar daerah Bali, peluncuran varian produk premium paling baru, serta penguatan jaringan distribusi di skala nasional.

Direktur Utama Hatten Bali, Ida Bagus Rai Budarsa, memaparkan bahwa WINE saat ini tengah melangkah ke fase pertumbuhan yang baru setelah berhasil mencatatkan pencapaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2025.

Pada tahun buku 2025, WINE sukses membukukan pendapatan senilai Rp 286 miliar dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 40... miliar. 

Capaian positif tersebut didorong oleh pulihnya sektor pariwisata, terutama di Pulau Dewata yang sampai saat ini masih menjadi pasar utama bagi perseroan.

Demi menggenjot pertumbuhan pada tahun ini, WINE memproyeksikan pembukaan gerai Cellardoor pertamanya di Jakarta pada akhir Juni 2026. Pendirian toko ini menjadi langkah awal bagi perseroan dalam melebarkan sayap pasar direct-to-consumer di luar kawasan Bali.

"Melalui peluncuran merek-merek premium baru, pembukaan Cellardoor Jakarta, dan ekspansi jaringan distribusi yang terus berlanjut, kami membawa wine Indonesia lebih dekat kepada konsumen di seluruh penjuru negeri," ujar Ida Bagus dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping melakukan perluasan jaringan gerai, WINE juga mengagendakan peluncuran beberapa produk premium terbaru mereka, seperti Avara dan Ekko.

Kedua merek anyar tersebut sebelumnya sudah berhasil menyabet penghargaan internasional dalam kompetisi AWC Vienna 2025 sebelum dipasarkan secara komersial kepada publik.

WINE juga secara berkesinambungan memperkokoh jaringan distribusinya. Kini, produk-produk kepunyaan perseroan telah dipasarkan lewat lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan toko ritel, hingga jaringan subdistributor yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. 

Pihak manajemen memandang bahwa kekuatan jaringan distribusi ini merupakan modal krusial demi memperluas pangsa pasar di luar Bali, sekaligus menyokong target jangka panjang perseroan untuk menjadi merek wine lokal terdepan di Indonesia.

Melihat dari aspek keuangan, WINE mengawali tahun 2026 dengan kondisi yang terbilang kokoh. Sampai dengan akhir tahun 2025, total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 338 miliar, dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di angka 34%, serta rasio lancar yang menyentuh 255%.

Cerahnya prospek bisnis WINE ini juga didukung oleh tren pertumbuhan di sektor pariwisata. Mengacu pada data yang dirilis Kementerian Pariwisata, total angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menembus kisaran 15,38 juta pada tahun 2025. Dari total angka tersebut, sebanyak 6,94 juta pelancong datang mengunjungi Bali. 

Di sisi lain, pemerintah mencanangkan target kunjungan wisatawan mancanegara mampu menyentuh angka 16 juta hingga 17,6 juta pada tahun 2026.

Pihak manajemen mengoptimalkan proyeksi peningkatan aktivitas pariwisata ini untuk menyokong permintaan dari segmen hotel, restoran, dan kafe (HoReCa), yang mana menyumbang sekitar 54% bagi total pendapatan WINE pada tahun 2025.

Melalui RUPST, para pemegang saham juga telah memberikan restu atas pembagian dividen tunai senilai Rp 9,49... miliar atau setara dengan Rp 3,5 tiap lembar saham. 

Jumlah ini mencerminkan porsi sekitar 24% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang sebesar Rp 39,52... miliar. 

Di waktu yang sama, dana sebesar Rp 30,04... miliar atau berkisar 76% dari laba bersih akan dimasukkan sebagai laba ditahan demi menyokong ekspansi pembesaran usaha ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua