Strategi Respons Fluktuasi Penyakit Gigi Mulut Jadi Fokus Baru Pengmas FKG UI Tahun 2026
PURWAKARTA 4 Juni 2026 – Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, program "AksiNyata Pengmas FKG UI" yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Balai Desa Cisarua dan kawasan Kampung Ilmu, Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat, tidak lagi sekadar menjadi aksisosial biasa.
Program ini telah bertransformasi menjadi sebuah panggung inovasi pengabdianmasyarakat berbasis data (data-driven) melalui kolaborasi interprofesional yang masif demi memenuhi target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, 3, dan 4.
Di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI, FKG UI meruntuhkan sekat akademik dengan menggandeng empat fakultas sekaligus: FakultasKedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sertaFakultas Ilmu Komputer (Fasilkom).
Sinergi ini melahirkan dua inovasi utama yang menjadimotor penggerak kegiatan tahun ini, yaitu "Segitiga Intervensi Stunting" serta "StrategiRespons Fluktuasi Penyakit Gigi Mulut".
Intervensi Berbasis Data: Menjawab Tantangan Kesehatan Gigi Mulut MasyarakatKehadiran tim gabungan UI kali ini didasari oleh analisis mendalam terhadap tren kesehatanwarga lokal. Berdasarkan data dari Puskesmas (PKM) Tegalwaru, masalah kesehatan gigi dan mulut (gimul) sempat menduduki peringkat ke-6 dalam daftar 10 penyakit terbanyak pada tahun2023 dengan total 876 kasus.
Intervensi dan program pengmas intensif yang dilakukan FKG UI setelahnya membuahkan hasil manis di tahun 2024, di mana penyakit gigi dan mulut berhasilditekan hingga keluar dari daftar 10 besar penyakit terbanyak.
Namun, tantangan kembali muncul pada tahun 2025 ketika penyakit gigi dan mulut kembalimasuk ke peringkat ke-8. Meski kembali masuk daftar, angka kasus penularan atau keluhanberhasil dipangkas secara signifikan hingga tersisa 463 kasus—hampir setengah dari angka di tahun 2023.
Fenomena fluktuasi data inilah yang mendorong FKG UI dan mitra lintas disiplinmerumuskan program tahun kelima yang lebih presisi, adaptif, dan berorientasi jangka panjangagar kasus tidak kembali melonjak.
Formulasi Segitiga Intervensi Stunting Selain menangani masalah gigi, fluktuasi kesehatanklinis ini juga diintegrasikan ke dalam program pengentasan stunting melalui tiga pendekatanterpadu:
1. Pendekatan Kesehatan: Tim medis FKG, FK, dan FIK UI melakukan skriningkomprehensif. Mengingat gangguan gigi dan mulut pada anak serta ibu hamil sangatmemengaruhi kemampuan mengunyah dan asupan nutrisi, tim menghadirkan dokterspesialis konsultan kandungan FK UI untuk mengawal gizi maternal serta tim FIK UI untuk asuhan keperawatan keluarga.
2. Pendekatan Ekonomi: Tim FEB UI mengisi celah ketahanan pangan pasca-pandemimelalui workshop manajemen keuangan dan kewirausahaan. Hal ini bertujuanmeningkatkan daya beli orang tua terhadap bahan makanan bergizi tinggi demi menunjang tumbuh kembang anak.
3. Pendekatan Komunitas: Bersama tim UI, relawan lokal Kampung Ilmu dan kaderkesehatan Puskesmas dilatih mengadopsi literasi kesehatan untuk pemantauan kesehatanmandiri sehingga deteksi dini stunting dan pemantauan kesehatan gigi dapat terusberjalan secara berkelanjutan.
Kekuatan Armada dan Dukungan Multisektor Aksi nyata berskala besar ini digerakkan oleh 130 personil tangguh, mulai dari mahasiswa S1, profesi, residen spesialis periodonsia dan ortodonti, hingga Dosen dan Dokter Pendidik Klinis (DPJP) FKG UI, dibantu mahasiswa PPDS FK UI, dosen FIK UI, 9 personil LADOKGI R.E. Martadinata, serta 5 personil Ikatan Alumni (ILUNI) FKG UI.
Guna memastikan seluruh logistik medis sampai di tujuan, 20 unit armada HiAce dikerahkan dari Kampus Salemba, dipimpin oleh tim Advance berkekuatan 15 personilyang telah mematangkan lapangan beserta tim Badan Eksekutif Mahasiswa FKG UI dalamwadah Jambore Bakti Sosial (JAMBAKSOS).
Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FKG UI Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO., Penggagas Kampung Ilmu Bapak Imam Prasodjo, dan Sekda Purwakarta Bapak Dicky inididanai oleh RKAT Unit RPM FKG UI 2026.
Sektor industri, melalui PT Unilever Indonesia Tbk (Pepsodent), turut menyokong bantuan in kind produk sanitasi. Di sisi profesionalisme, program ini mengantongi rekomendasi dari P3KGB PDGI Kabupaten Purwakarta yang berkolaborasi dengan Puskesmas Tegalwaru dan Dinas Kesehatan setempat.
Dampak langsung dari inovasi ini dirasakan oleh 1.403 penerima manfaat di Balai DesaCisarua dan sekitarnya, termasuk keterlibatan aktif dari:
• SDN 01 Cisarua: 155 siswa dan 12 guru
• SDN 02 Cisarua: 299 siswa dan 15 guru
• SDN 03 Cisarua: 69 siswa dan 8 guru
• SMPN 03 Tegalwaru: 287 siswa dan 25 guru
• Serta lingkungan SMKN Tegalwaru, kelompok ibu hamil, nakes Puskesmas, dan wargarelawan setempat.
Melalui sinergi pentahelix yang konsisten, adaptif, dan berbasis pada data riil masyarakat, FKG UI bersama seluruh mitra membuktikan bahwa program pengabdian masyarakat yang terukurmampu membawa perubahan mendasar bagi tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakatsecara berkelanjutan.