Saham SpaceX Melesat 3 Hari Beruntun Jadi Terbesar Kelima Dunia

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 17 Juni 2026
Saham SpaceX Melesat 3 Hari Beruntun Jadi Terbesar Kelima Dunia
Saham SpaceX Melesat 3 Hari Beruntun. (Foto: net)

JAKARTA – Nilai saham SpaceX merangkak naik untuk hari ketiga secara berturut-turut pada sesi perdagangan Selasa, sukses melangkahi nilai pasar Amazon sekaligus mengukuhkan diri sebagai saham terbesar kelima di dunia bersandarkan total nilai kapitalisasi pasar. 

Saham korporasi tersebut berakhir menguat 4,8% dan mendongkrak kapitalisasi pasarnya menuju angka US$2,65 triliun, atau terpaut sekitar US$8 miliar lebih tinggi bila disandingkan dengan capaian Amazon.

Pada posisi tertinggi intraday, nilai pasar dari perusahaan besutan Elon Musk tersebut bahkan sempat berada di atas posisi Microsoft. 

Dinamika pergerakan ini dipicu oleh volume saham SpaceX yang tersedia bagi publik tergolong relatif minim, yaitu hanya berada di kisaran 4,2% saja pada hari perdana perdagangan dilakukan.

Situasi tersebut memicu aktivitas perdagangan berjalan menjadi lebih volatil serta rentan diterpa fluktuasi perubahan harga yang besar.

 "Itu memang menjadi faktor. Kami berbicara tentang perusahaan dengan jumlah saham publik yang sangat terbatas dibandingkan dengan kapitalisasi pasar yang tercantum di headline," kata Angelo Kourkafas, Senior Global Investment Strategist di Edward Jones, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berikut rincian indikator performa pasar saham SpaceX saat ini:

  • Penguatan Harian: Ditutup naik 4,8% pada hari Selasa
  • Total Kapitalisasi Pasar: Mencapai US$2,65 triliun (Unggul US$8 miliar dari Amazon)
  • Akumulasi Kenaikan dari Harga IPO: Melonjak 49% (Harga perdana US$135)
  • Porsi Saham Publik: Sangat terbatas, hanya sekitar 4,2%

Lonjakan harga saham yang telah menyentuh 49% dari nilai harga perdana IPO sebesar US$135 ini memperlihatkan adanya minat pemodal yang berjalan secara konsisten. 

Capaian performa ini sekaligus membuka jalan bagi peluang pelaksanaan IPO oleh para kompetitor di sektor kecerdasan buatan (AI), contohnya seperti Anthropic dan OpenAI.

Pihak SpaceX turut mempublikasikan kesepakatan langkah akuisisi terhadap Cursor lewat skema transaksi yang menakar nilai startup pemrograman berbasis kecerdasan buatan tersebut pada angka US$60 miIiar. 

Kelompok pemodal ritel terekam ikut bertindak menjadi salah satu motor penggerak utama pada reli awal pergerakan saham ini.

Kendati berhasil masuk dalam jajaran korporasi terbesar, nilai pendapatan SpaceX pada periode tahun 2025 tercatat berada pada angka US$18,7 miliar, sebuah perolehan yang masih berada jauh di bawah raihan Microsoft ataupun Amazon. 

Di sisi lain, aktivitas perdagangan untuk instrumen kontrak opsi SpaceX kini terpantau sudah bergulir di beberapa bursa yang berpeluang memicu eskalasi volatilitas ke tingkat lanjut.

Tercatat lebih dari 1,6 juta kontrak opsi berpindah tangan di saat para pelaku niaga (trader) memasang spekulasi bahwa reli kenaikan harga saham masih akan terus bergulir.

"Jumlah saham yang beredar di publik jelas menjadi bagian dari cerita ini. Inklusi ke indeks juga akan segera datang, yang akan mengubah dana pasif menjadi pembeli wajib terhadap pasokan saham yang dapat diperdagangkan kurang dari 5%," kata Dave Mazza, Chief Executive Officer Roundhill Financial, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saham emiten SpaceX berpeluang masuk ke dalam jajaran indeks Nasdaq dengan waktu yang lebih kilat lantaran adanya penyesuaian pada regulasi aturan. 

Namun, pihak S&P Dow Jones Indices memantapkan keputusan untuk tidak merombak ketentuan mereka, sehingga saham SpaceX dipastikan tidak akan langsung masuk ke dalam daftar indeks S&P 500.

Tekanan aksi jual diproyeksikan bakal meningkat di saat masa penguncian (lock-up period) bagi para pemilik saham internal berakhir pasca-publikasi laporan perolehan laba pertama dilakukan. 

"Kami tidak akan mengetahui harga keseimbangan yang sesungguhnya sampai periode lock-up mulai berakhir setelah laporan laba kuartal kedua dan pasokan saham yang nyata bertemu dengan permintaan yang ada saat ini," ujar Mazza, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua