Saham BBRI Sentuh Bottom Setahun, Phintraco Rekomendasikan Buy

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 25 Mei 2026
Saham BBRI Sentuh Bottom Setahun, Phintraco Rekomendasikan Buy
Gedung kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Dok/BRI)

JAKARTA - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diperkirakan telah menyentuh titik dasar atau bottom setahun terakhir pada perdagangan Senin (25/5/2026). 

Momentum ini menjadi perhatian serius para pelaku pasar mengingat posisi harga saham emiten perbankan pelat merah tersebut sudah berada di area jenuh jual.

Perkembangan harga dan sentimen pasar terkini memicu pembaruan rekomendasi saham harian secara berkala di bursa. Berdasarkan data pergerakan saham dalam setahun, saham BBRI bergerak dalam rentang Rp2.990 hingga Rp3.970 per lembar saham. Saat ini posisi harga dinilai sudah sangat atraktif untuk akumulasi jangka panjang.

Menyikapi kondisi tersebut, perusahaan efek Phintraco Sekuritas mengambil langkah strategis terhadap emiten perbankan ini. Phintraco Sekuritas memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi buy atau beli untuk saham BBRI dengan target harga wajar baru. 

Meskipun mempertahankan status beli, Phintraco Sekuritas melakukan penyesuaian target batas atas. Target harga wajar BBRI kini ditetapkan sebesar Rp4.280 dari yang sebelumnya berada pada level Rp4.710 per lembar saham. Penyesuaian ini dinilai realistis melihat dinamika pasar modal terkini.

Indikator valuasi saham BBRI juga menunjukkan sinyal murah secara historis. Nilai Price to Book Value atau PBV BBRI saat ini tercatat berada di bawah 1 standar deviasi lima tahun, yaitu sebesar 1,38 kali. 

Angka ini merefleksikan harga pasar yang relatif lebih rendah dibandingkan nilai buku fundamental perusahaan. Analisis teknikal dan fundamental yang dirilis sejumlah analis menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap saham blue chip ini sudah mulai mereda. Para investor institusi maupun ritel kini mulai mencermati titik balik pembalikan arah harga saham.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026 Tumbuh Positif

Ketahanan saham BBRI di pasar modal ditopang oleh realisasi kinerja keuangan yang solid pada awal tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I-2026, emiten perbankan fokus UMKM ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 5,9 persen secara tahunan menjadi Rp52,8 triliun. 

Pada saat yang sama, manajemen berhasil menekan beban operasional secara signifikan. Biaya bunga BBRI tercatat turun sebesar 9,3 persen menjadi Rp12,7 triliun. Penurunan beban ini mendorong efisiensi yang berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan.

Berikut adalah rincian capaian indikator keuangan utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang Kuartal I-2026 berdasarkan laporan resmi perusahaan:

1. Pendapatan Bunga Netto: Rp40 triliun (Pertumbuhan YoY: 11,9%)
2. Laba Bersih: Rp15,6 triliun (Pertumbuhan YoY: 13,8%)
3. Penyaluran Kredit: Rp1.562 triliun (Pertumbuhan YoY: 13,7%)
4. Return on Equity (ROE): 18,4% (Naik dari 17,1%)
5. Loan to Deposit Ratio (LDR): 87,2% (Naik 120 bps)

Pertumbuhan kredit yang mencapai Rp1.562 triliun membuktikan fungsi intermediasi berjalan dengan baik. Sementara itu, kenaikan LDR sebesar 120 bps menjadi 87,2 persen menunjukkan likuiditas yang optimal. 

Angka LDR ini berada di dalam kisaran batas minimum Bank Indonesia sebesar 78-92 persen, sekaligus di atas rata-rata LDR industri perbankan nasional sebesar 84,72 persen.

Proyeksi Kinerja Tahunan Menurut Phintraco Sekuritas

Melihat performa kuartalan yang meyakinkan, Phintraco Sekuritas memprediksi kinerja tahunan BBRI sepanjang tahun 2026 akan tetap berada di jalur positif. 

Pendapatan bunga bersih hingga akhir tahun diperkirakan mampu menembus angka ratusan triliun rupiah. Phintraco Sekuritas memproyeksikan target kinerja keuangan tahunan BBRI sebagai berikut:

  • Pendapatan bunga bersih diprediksi mencapai Rp155 triliun, naik signifikan dari capaian tahun lalu sebesar Rp142,7 triliun.
  • Laba bersih tahunan ditaksir mampu menyentuh Rp59 triliun, meningkat dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp57 triliun.
  • Rasio profitabilitas diperkirakan tetap stabil dengan pengelolaan risiko kredit macet yang terjaga ketat di segmen mikro.

Kombinasi antara harga saham yang sudah menyentuh bottom setahun dengan fundamental kinerja yang ekspansif membuat saham BBRI menjadi salah satu pilihan utama dalam rekomendasi saham hari ini. 

Perbaikan sentimen eksternal dan domestik diharapkan mampu mendorong harga saham kembali menuju nilai wajarnya.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengimbau investor untuk selalu melakukan analisis fundamental secara mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi. Fluktuasi pasar modal bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua