Rabu, 20 Mei 2026

PTPP Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Melalui RUPS Tahunan

PTPP Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Melalui RUPS Tahunan
RUPST PTPP Rombak Susunan Pengurus, Ini Jajaran Komisaris dan Direksi Terbaru (Foto: merdeka.com)

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Tahun Buku 2025 telah menyepakati perombakan pada susunan pengurus perusahaan. 

Kebijakan ini menjadi salah satu dari keseluruhan tujuh agenda rapat yang sukses disahkan oleh para pemegang saham dalam rapat yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).

Lewat keputusan tersebut, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat ini resmi mengalami pergantian. Di bawah ini merupakan susunan lengkap pengurus teranyar Perseroan:

Baca Juga

Danantara: Yield Dividen Saham BUMN Sangat Atraktif di Atas 11 Persen

Dewan Komisaris 

Komisaris Utama / Komisaris Independen : Dhony Rahajoe 
Komisaris : Setya Nugraha 
Komisaris : Aisyah Zakiyyah 
Komisaris : Giri Suprapdiono 
Komisaris Independen : Tjia Marwan 
Komisaris Independen : Ain Rika Armina

Jajaran Direksi 

Direktur Utama : Novel Arsyad Direktur 
Keuangan : Faizal Rahmad 
Direktur Manajemen Risiko & Legal : Tommy Wiranata A 
Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara 
Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo 
Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa

Selain merestui perubahan susunan pengurus, RUPS pun menyetujui sejumlah agenda krusial lainnya. Beberapa di antaranya mencakup pengesahan laporan keuangan, penunjukan akuntan publik, amandemen anggaran dasar perseroan, hingga pendelegasian wewenang yang bertalian dengan rencana jangka panjang perusahaan.

Dalam forum itu, Perseroan juga menghaturkan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam atas seluruh dedikasi dan sumbangsih yang telah dipersembahkan oleh jajaran pengurus sebelumnya dalam mendukung transformasi dan ekspansi bisnis Perseroan sepanjang masa bakti mereka.

Sepanjang Tahun Buku 2025, PTPP berhasil membukukan perolehan nilai kontrak baru hingga Rp24,95 triliun. Ditinjau berdasarkan sumber pendanaannya, raihan kontrak baru ini didominasi oleh proyek-proyek dari pihak pemerintah sebanyak 45 persen, proyek BUMN sebanyak 35 persen, serta proyek dari pihak swasta sebanyak 20 persen.

Sementara apabila ditinjau dari sektor usahanya, kontribusi terbesar diperoleh dari proyek gedung yang menyumbang sebanyak 35 persen. 

Selanjutnya disusul oleh sektor jalan dan jembatan sebanyak 16 persen, pertambangan 12 persen, power plant 11 persen, pelabuhan 10 persen, irigasi 6 persen, bendungan 4 persen, minyak dan gas 3 persen, industri 2 persen, serta bandara sebanyak 1 persen.

Pihak perwakilan BP BUMN dalam RUPS Tahunan itu turut menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Perseroan di sepanjang Tahun Buku 2025.

Penghargaan tersebut utamanya diserahkan berkat keberhasilan korporasi dalam mempertahankan arus kas operasi (operating cash flow) supaya tetap berada di zona positif serta mereduksi angka liabilitas Perseroan secara konsisten.

Pencapaian itu dinilai sebagai bukti konkret atas kesuksesan Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis mereka sekaligus menerapkan tata kelola keuangan yang prudent di tengah kondisi industri konstruksi nasional yang dinamis.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Resmi Merger, Aset BPR Kredit Mandiri Indonesia Capai Rp1,04 Triliun

Resmi Merger, Aset BPR Kredit Mandiri Indonesia Capai Rp1,04 Triliun

Strategi Bank SMBC Indonesia Antisipasi Potensi Kenaikan BI Rate

Strategi Bank SMBC Indonesia Antisipasi Potensi Kenaikan BI Rate

Prudential Syariah Rilis PRUTahapan Cemerlang untuk Dana Pendidikan

Prudential Syariah Rilis PRUTahapan Cemerlang untuk Dana Pendidikan

Integrasi Danamon dan MUFG Jakarta Targetkan Gabungan Aset Rp477 Triliun

Integrasi Danamon dan MUFG Jakarta Targetkan Gabungan Aset Rp477 Triliun

 OJK Catat Premi Unitlink Naik Jadi Rp 11,37 Triliun per Maret 2026

OJK Catat Premi Unitlink Naik Jadi Rp 11,37 Triliun per Maret 2026