Kopdes Merah Putih Jadi Penentu Masa Depan Koperasi Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat peran koperasi kembali menjadi sorotan dalam diskursus pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menilai koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi biasa, tetapi juga instrumen penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara merata.
Dalam konteks ini, program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih disebut sebagai salah satu langkah strategis untuk mengembalikan semangat ekonomi kerakyatan yang telah lama menjadi cita-cita bangsa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Kopdes Merah Putih akan sangat menentukan masa depan koperasi di Indonesia.
Baca Juga
Pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik agar koperasi tetap memiliki peran penting dalam struktur ekonomi nasional.
Menurutnya, jika program ini tidak berjalan sesuai harapan, maka eksistensi koperasi di masa depan bisa terancam. Karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan agar koperasi tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi berbasis rakyat.
Peran Kopdes Dalam Menjaga Masa Depan Koperasi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi penentu eksistensi koperasi di Indonesia. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, ia mengatakan jika program tersebut gagal, maka masa depan koperasi di tanah air akan terancam.
“Pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi eksistensi koperasi di Indonesia,” kata Ferry.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya program Kopdes Merah Putih dalam strategi pembangunan ekonomi nasional. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat koperasi di tingkat desa dan kelurahan, tetapi juga untuk memastikan koperasi tetap menjadi pilar utama dalam sistem ekonomi Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah, diharapkan koperasi dapat semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di daerah. Koperasi juga diharapkan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Implementasi Ekonomi Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
Ia menjelaskan Kopdes Merah Putih merupakan implementasi konkret dari ekonomi kerakyatan yang kerap digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan Presiden ingin mengembalikan arah ekonomi Indonesia yang sudah terlalu liberal dan kapitalis, menjadi ekonomi kerakyatan dalam wadah koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih.
Menurut dia, koperasi kini telah menjadi program strategis pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengoreksi arah perekonomian nasional.
“Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga alat perjuangan rakyat dan sokoguru perekonomian nasional,” katanya.
Penekanan pada koperasi sebagai instrumen demokrasi ekonomi menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi. Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya berpusat pada kelompok tertentu, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.
Arah Ekonomi Kembali Pada Cita-Cita Pendiri Bangsa
Ferry menekankan bahwa arah ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu ekonomi yang berkeadilan, berbasis gotong royong, dan memberikan ruang kepemilikan kepada rakyat.
Menurutnya, konsep ekonomi kerakyatan sebenarnya telah menjadi fondasi dalam sistem ekonomi nasional sejak awal kemerdekaan. Namun, dalam perkembangannya, arah tersebut sempat bergeser karena pengaruh sistem ekonomi yang lebih liberal dan kapitalis.
Melalui penguatan koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap semangat gotong royong dalam ekonomi dapat kembali tumbuh di tengah masyarakat. Koperasi juga diharapkan menjadi wadah yang memungkinkan masyarakat memiliki akses lebih besar terhadap kegiatan ekonomi produktif.
Dengan model kepemilikan bersama, koperasi dinilai mampu menciptakan distribusi keuntungan yang lebih adil dibandingkan dengan sistem ekonomi yang sepenuhnya berbasis kapital.
Koperasi Sebagai Wujud Solidaritas Kemanusiaan
Dalam kesempatan yang sama, filsuf yang juga pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa koperasi merupakan wujud solidaritas kemanusiaan.
Rocky mengatakan konstitusi memang membolehkan kapitalisme, tetapi juga menegaskan bahwa ekonomi harus menghasilkan kemakmuran bersama yang diadopsi melalui BUMN.
"Di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus pro terhadap rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi,” katanya.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa koperasi tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga nilai sosial yang kuat. Koperasi lahir dari semangat kebersamaan dan solidaritas antaranggota, sehingga mampu menjadi sarana untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat secara kolektif.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat, koperasi diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi fondasi penting bagi sistem ekonomi nasional yang lebih adil, inklusif, serta berpihak pada rakyat kecil.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menko Polkam Pastikan SRMA Daerah Miliki Fasilitas Sekolah dan Guru Berkualitas
- Jumat, 06 Maret 2026
Daftar Mobil Listrik Murah 2026 di Indonesia Beserta Spesifikasi Terbaru
- Jumat, 06 Maret 2026
Update Terbaru Sembako Jatim Harga Bawang Cabai Dan Elpiji 6 Maret 2026
- Jumat, 06 Maret 2026
Akulaku Finance Optimis Capai Target Penyaluran Pembiayaan Rp8,2 Triliun 2026
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari Apa Artinya bagi Ketahanan Energi Nasional
- Jumat, 06 Maret 2026
Perbandingan Cadangan BBM Negara ASEAN Saat Indonesia Miliki Stok Sekitar 23 Hari
- Jumat, 06 Maret 2026











