JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, dinamika harga pangan hampir selalu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Lonjakan permintaan yang terjadi selama Ramadan hingga mendekati Lebaran sering kali memicu pergerakan harga sejumlah komoditas pokok di berbagai daerah.
Pemerintah menyadari bahwa fluktuasi harga pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang berulang setiap tahun. Karena itu, berbagai langkah antisipatif telah dipersiapkan sejak awal, mulai dari memastikan produksi dalam negeri mencukupi hingga menjalankan berbagai program intervensi pasar.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kondisi pasokan pangan nasional saat ini masih relatif aman. Namun demikian, potensi gejolak harga tetap diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan yang berlebihan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Baca JugaImpor Energi Dari AS Dan Venezuela Jaga Pasokan BBM Nasional
Potensi Fluktuasi Harga Menjelang Lebaran
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprediksi kemungkinan fluktuasi harga pangan pokok pada seminggu sebelum dan seminggu sesudah Lebaran 2026.
Prediksi itu sesuai tren yang berulang setiap tahun, sehingga tradisi ini telah diantisipasi oleh pemerintah sedini mungkin dengan sederet program intervensi pangan.
"Kita lihat beberapa tahun terakhir, kalau kondisi di bulan Ramadan itu minus satu minggu dan plus satu minggu biasanya ada fluktuasi. Jadi seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran. Ini memang sudah tradisi. Pemerintah akan mengantisipasinya," terang Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy.
Dia menuturkan, pemerintah terus mengupayakan produksi pangan dalam negeri sebagai tumpuan utama. Selebihnya, implementasi program intervensi pangan yang menyasar masyarakat secara langsung dipastikan dapat dijalankan secara masif.
"Hal pertama yang dipastikan pemerintah adalah pemenuhan dari produksi dalam negeri. Kita lihat produksi dalam negeri masih sangat cukup. Sebagian besar ketersediaan pangan pokok strategis kita dapat dipenuhi dari hasil kerja keras petani-petani Indonesia sendiri," tambah Sarwo.
Ketersediaan Pangan Nasional Diproyeksikan Surplus
Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April diperkirakan dapat mencatat surplus 17,2 juta ton. Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton.
Daging ayam juga mencatatkan surplus 727 ribu ton sampai April. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton. Telur ayam surplus 349 ribu ton. Sementara cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah masing-masing surplus 105 ribu ton, 74 ribu ton, dan 57 ribu ton.
Sembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri. Kondisi ini menunjukkan bahwa produksi pangan nasional masih menjadi tulang punggung utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan ketersediaan yang relatif melimpah, pemerintah berharap potensi lonjakan harga dapat ditekan melalui penguatan distribusi serta program stabilisasi pasar.
Program Intervensi Pangan Untuk Masyarakat
Setelah memastikan produksi pangan dalam negeri telah memadai, program stimulus ekonomi pun dikucurkan menyambut Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Salah satunya program bantuan pangan beras dan minyak goreng melalui penugasan Bapanas ke Perum Bulog.
Sarwo memastikan, pemerintah sudah siap menjalankan program prorakyat tersebut. Bapanas pun telah meminta dukungan Kementerian Dalam Negeri agar perangkat pemerintah daerah, mulai dari provinsi, kabupaten/kota sampai desa, dapat turut pula membantu keberhasilan penyaluran.
"Sementara ini, pihak Badan Pangan Nasional belum ada kendala. Kita menyalurkan sesuai dengan data dari Kementerian Sosial. Kemudian di tingkat lapangan juga ada verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Pangan Nasional bersama Bulog," ujar dia.
"Kami juga sudah berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk ikut mengawal bantuan pangan ini sampai ke tingkat desa. Artinya perangkat-perangkat desa pun ikut mengawal bantuan ini supaya tepat sasaran," ungkap Sarwo.
Adapun program bantuan pangan beras dan minyak goreng di awal tahun 2026 ini dialokasikan untuk Februari dan Maret.
Walakin, dikarenakan terdapat prosedur anggaran yang harus ditempuh Bapanas, sehingga akhir Februari anggaran pelaksanaan program pun telah tersedia.
Penyaluran Bantuan Pangan Untuk Jutaan Keluarga
Bapanas pun terus mendorong Bulog untuk dapat memulai salur program bantuan pangan beras dan minyak goreng dengan total target hingga 33,2 keluarga penerima manfaat (KPM).
Program baik ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih terbantu.
Kepala Bapanas Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian (Mentan), memastikan, persiapan pelaksanaan program ini telah komplet. Kalau terkait kebutuhan rakyat, Amran mengaku selalu menyiapkannya secara cepat tanpa memakan waktu berlarut-larut.
"Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya," beber Amran.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap gejolak harga pangan yang biasanya terjadi menjelang Lebaran dapat dikendalikan. Ketersediaan stok yang cukup serta program bantuan pangan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Daftar Aplikasi Trading Crypto Terbaik 2026 untuk Investor Global dan Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Diprediksi Melemah Jumat
- Jumat, 06 Maret 2026
Rupiah Melemah ke Rp16.935 per Dolar AS Dipicu Ketegangan Global Timur Tengah
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari Apa Artinya bagi Ketahanan Energi Nasional
- Jumat, 06 Maret 2026
Perbandingan Cadangan BBM Negara ASEAN Saat Indonesia Miliki Stok Sekitar 23 Hari
- Jumat, 06 Maret 2026











