Jumat, 06 Maret 2026

Peneliti BRIN Pastikan Program MBG Sangat Ditunggu Masyarakat Daerah

Peneliti BRIN Pastikan Program MBG Sangat Ditunggu Masyarakat Daerah
Peneliti BRIN Pastikan Program MBG Sangat Ditunggu Masyarakat Daerah

JAKARTA - Program makan bergizi gratis (MBG) ternyata lebih dari sekadar kebijakan pemerintah yang terdengar di media. 

Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa masyarakat di daerah, khususnya di provinsi Bangka Belitung dan Jawa Barat, menunggu kehadiran MBG dengan antusias. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penerima manfaat terhadap kualitas program ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kepentingannya, terutama pada aspek kualitas makanan.

Baca Juga

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Diprediksi Melemah Jumat

Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa pandangan masyarakat di lapangan sering berbeda dari persepsi yang muncul di media sosial. 

“Jadi kalau bapak-ibu pernah mendengar 'semangka setipis tisu', itu mungkin viral di lini masa, tapi mungkin tidak sampai ke level real-nya begitu. Jadi ributnya di dunia maya, tapi tidak dunia real,” jelas Iwan.

Menurutnya, di luar Jakarta, program MBG benar-benar dinantikan masyarakat. Penelitian ini menjadi bukti bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak nyata dan diterima baik oleh penerima manfaat. 

Keberadaan MBG tidak sekadar simbolis, tetapi memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

Pendekatan Penelitian BRIN dan Temuan Utama

BRIN menilai efektivitas program MBG melalui sembilan dimensi utama: tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga/nilai, tepat sasaran, tepat partisipasi, dan tepat informasi. Sampel penelitian diambil dari 855 responden penerima manfaat MBG di Bangka Belitung dan Jawa Barat sepanjang 2025.

Hasil menunjukkan dimensi kualitas menempati posisi paling tinggi. Angka kinerja pada aspek tepat kualitas tercatat 3,86, sementara angka kepentingannya 3,78. Artinya, penerima merasa kualitas MBG yang diterima sudah sesuai harapan mereka. 

Sebaliknya, dimensi jumlah masih menjadi tantangan, dengan angka kinerja 3,46 dibanding kepentingan 3,54. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah makanan yang diterima sebagian siswa masih kurang memadai.

“Yang dipersepsikan rendah dan rendah itu artinya bahwa kinerjanya sekarang lebih rendah daripada yang kepentingannya. Itu adalah tepat jumlah. Jadi lagi-lagi secara jumlah itu kurang untuk mereka,” jelas Iwan. 

Temuan ini menjadi masukan penting untuk memperbaiki distribusi MBG agar lebih mencukupi kebutuhan anak sekolah.

Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas MBG

Selain sembilan dimensi tersebut, penelitian menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan software R. Analisis ini mengidentifikasi faktor-faktor yang paling konsisten memengaruhi efektivitas program MBG. 

Hasilnya, keamanan dan higienis makanan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program. Tata kelola dan transparansi muncul sebagai faktor kedua yang krusial, diikuti oleh kapasitas SDM di sekolah, serta kondisi sosial penerima.

Iwan menegaskan, kualitas pengelolaan MBG sangat menentukan persepsi masyarakat terhadap program tersebut. Sekolah yang mampu menjalankan program dengan transparan, aman, dan higienis akan mendapatkan penilaian lebih tinggi dari masyarakat. 

“Ternyata yang memengaruhi efektivitas dari program MBG itu satu, keamanan dan higienis makanannya. Kemudian, tata kelola dan transparansi. Yang ketiga, kapasitas SDM di sekolah. Dan yang keempat, kondisi sosial dari si penerimanya,” ujarnya.

Respons Masyarakat dan Persepsi Lapangan

Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar mengapresiasi keberadaan MBG. Program ini tidak hanya mengisi perut siswa, tetapi juga membantu orang tua yang menghadapi keterbatasan ekonomi. MBG menjadi program yang ditunggu karena dirasakan langsung manfaatnya.

Selain kualitas dan jumlah, dimensi lainnya seperti tepat waktu dan tepat tempat juga mendapatkan respons positif. Siswa di sekolah-sekolah yang menjadi lokasi penelitian menilai program ini berjalan dengan jadwal yang konsisten dan di tempat yang mudah dijangkau. 

Ini membuat kehadiran MBG terasa praktis dan membantu, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat kota atau memiliki keterbatasan transportasi.

Meski ada kritik mengenai jumlah, secara keseluruhan persepsi penerima tetap positif. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan MBG bukan sekadar formalitas, melainkan program yang benar-benar dinantikan. Penelitian BRIN menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar program ini semakin efektif dan tepat sasaran.

Implikasi Kebijakan dan Rekomendasi

Temuan penelitian memberikan masukan penting bagi pemerintah dan sekolah terkait pengembangan MBG ke depan. Kinerja program harus terus dipantau melalui sembilan dimensi, dengan fokus perbaikan pada jumlah makanan, kapasitas SDM, dan tata kelola.

Iwan Hermawan menyebutkan bahwa transparansi dan kualitas SDM di sekolah menjadi kunci keberhasilan. Sekolah yang memiliki manajemen baik dan guru serta tenaga pendukung yang terlatih dapat meningkatkan efektivitas program. 

Pemerintah diharapkan dapat memperluas cakupan program, menyesuaikan jumlah makanan sesuai kebutuhan, serta memastikan setiap siswa menerima manfaat maksimal.

Secara keseluruhan, penelitian BRIN menunjukkan bahwa MBG lebih dari sekadar program bantuan. Program ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas gizi siswa, mengurangi beban ekonomi keluarga, dan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih sehat. 

Keberlanjutan program akan menentukan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan prestasi akademik generasi muda di daerah.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Cek Daftar Penerima BLT Kesra Rp900.000 Jelang Lebaran 2026 Secara Online

Cara Cek Daftar Penerima BLT Kesra Rp900.000 Jelang Lebaran 2026 Secara Online

Masih Tersedia Kuota Mudik Motor Gratis 2026, Daftar Motis Lewat Nusantara Kemenhub

Masih Tersedia Kuota Mudik Motor Gratis 2026, Daftar Motis Lewat Nusantara Kemenhub

Besaran Zakat Fitrah 2026 Resmi Ditetapkan BAZNAS untuk Warga Jabodetabek hingga Aceh

Besaran Zakat Fitrah 2026 Resmi Ditetapkan BAZNAS untuk Warga Jabodetabek hingga Aceh

Mudik Gratis Kapal Laut 2026: Cek Kuota, Syarat, Cara Daftar Sekarang

Mudik Gratis Kapal Laut 2026: Cek Kuota, Syarat, Cara Daftar Sekarang

RUU PPRT Atur BPJS Jadi Syarat Rekrut Pekerja Rumah Tangga

RUU PPRT Atur BPJS Jadi Syarat Rekrut Pekerja Rumah Tangga