Jumat, 06 Maret 2026

Penjualan Mobil Listrik Polytron Mulai Bersaing Di Pasar Indonesia

Penjualan Mobil Listrik Polytron Mulai Bersaing Di Pasar Indonesia
Penjualan Mobil Listrik Polytron Mulai Bersaing Di Pasar Indonesia

JAKARTA - Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menghadirkan dinamika baru. Tidak hanya didominasi oleh produsen otomotif global, sejumlah perusahaan nasional juga mulai berani masuk dan menunjukkan daya saing di segmen kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat.

Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Polytron. Sebagai pemain baru di industri otomotif nasional, perusahaan ini mulai memperlihatkan kinerja yang kompetitif melalui produk mobil listrik perdananya. 

Kehadiran model tersebut tidak hanya memperluas pilihan konsumen, tetapi juga menandai semakin terbukanya peluang bagi produsen lokal untuk bersaing dengan merek otomotif internasional.

Baca Juga

Bapanas Prediksi Fluktuasi Harga Pangan Jelang Lebaran 2026

Data penjualan yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa mobil listrik Polytron mulai mendapat tempat di pasar domestik. Meski baru memulai langkahnya di industri otomotif, capaian distribusi dan penjualan yang dicatatkan menunjukkan tren yang cukup menjanjikan.

Kinerja Penjualan Mulai Menunjukkan Daya Saing

Sebagai pemain baru di industri otomotif nasional, Polytron mulai menunjukkan kinerja yang kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Melalui produk mobil listrik perdananya, perusahaan berhasil mencatatkan penjualan yang mampu bersaing dengan sejumlah merek otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.

Data penjualan wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa sepanjang 2025 Polytron telah mendistribusikan 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer. Sementara dari sisi penjualan retail atau dealer ke konsumen, tercatat 353 unit kendaraan berhasil terjual.

Capaian tersebut menempatkan Polytron di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales, menandakan bahwa produk mobil listriknya mulai mendapatkan perhatian dari pasar domestik.

Memasuki 2026, Polytron mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, sedangkan penjualan retail mencapai 12 unit. Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron berada di peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, melampaui beberapa merek global seperti DFSK, Citroën, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan Automobile, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.

Sementara dari sisi penjualan retail, Polytron menempati posisi ke-39, berada tepat di atas merek Volvo Cars, Changan, dan Audi.

Produksi Mobil Listrik Dilakukan Di Fasilitas Dalam Negeri

Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yakni G3 dan G3+. Kedua varian tersebut dirakit di fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Perakitan kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pengembangan manufaktur otomotif di dalam negeri.

Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit kendaraan. Sementara sepanjang 2025, total produksi mobil listrik perusahaan mencapai 531 unit.

Dengan proses produksi yang dilakukan di dalam negeri, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap kendaraan listrik.

Selain itu, produksi lokal juga dinilai dapat membantu memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional serta membuka peluang kerja baru di sektor manufaktur.

Dimensi Dan Fitur Kendaraan Dirancang Untuk Kenyamanan

Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang cukup lapang serta performa yang kompetitif di kelasnya. Ukuran kendaraan yang relatif besar memberikan ruang kabin yang luas sekaligus kapasitas bagasi yang memadai bagi pengguna.

Dimensi kendaraan meliputi panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm dengan wheelbase mencapai 2.800 mm. Dengan ukuran tersebut, kendaraan menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter.

Kapasitas ruang penyimpanan yang besar menjadi salah satu nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan fleksibilitas penggunaan sehari-hari.

Fitur yang disematkan juga mencakup Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Teknologi ini memungkinkan pintu bagasi terbuka secara otomatis dengan sensor gerakan, sehingga memudahkan pengguna ketika membawa barang.

Kombinasi dimensi yang luas serta fitur modern menjadikan mobil listrik ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang praktis sekaligus nyaman.

Performa Mobil Listrik Polytron

Dari sisi performa, kedua varian memiliki spesifikasi utama berupa jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan standar CLTC, kecepatan maksimum 150 km per jam, serta akselerasi yang cukup kompetitif di kelas kendaraan listrik.

Beberapa spesifikasi performa utama kendaraan ini meliputi:

1. Jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan standar CLTC
2. Kecepatan maksimum mencapai 150 km per jam
3. Akselerasi 0–100 km per jam sekitar 9,6 detik
4. Menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51.916 kWh
5. Tenaga maksimum mencapai 150 kW
6. Torsi puncak sebesar 320 Nm

Spesifikasi tersebut menempatkan mobil listrik Polytron sebagai salah satu opsi baru yang cukup kompetitif di pasar kendaraan listrik domestik.

Dengan jarak tempuh yang relatif panjang serta tenaga yang memadai, kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian sekaligus perjalanan jarak menengah.

Ke depan, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan semakin kompetitif seiring bertambahnya pemain baru serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi Besar Dorong Proyek PLTS 100 Gigawatt di Indonesia

Investasi Besar Dorong Proyek PLTS 100 Gigawatt di Indonesia

Harga CPO Melejit ke Level Tertinggi Sebulan Didukung Minyak

Harga CPO Melejit ke Level Tertinggi Sebulan Didukung Minyak

Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari Apa Artinya bagi Ketahanan Energi Nasional

Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari Apa Artinya bagi Ketahanan Energi Nasional

Perbandingan Cadangan BBM Negara ASEAN Saat Indonesia Miliki Stok Sekitar 23 Hari

Perbandingan Cadangan BBM Negara ASEAN Saat Indonesia Miliki Stok Sekitar 23 Hari

Cek Harga Pangan Banggai Laut Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu Per Kilogram

Cek Harga Pangan Banggai Laut Cabai Rawit Tembus Rp50 Ribu Per Kilogram