Unilever Indonesia Resmi Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum, Fokus Perkuat Lini Inti
- Selasa, 03 Maret 2026
JAKARTA - Langkah restrukturisasi bisnis dilakukan emiten consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan melepas salah satu merek legendarisnya. Perseroan resmi menjual lini bisnis teh bermerek Sariwangi kepada entitas Grup Djarum, PT Savoria Kreasi Rasa.
Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary Unilever Indonesia Mario Abdi Amrillah menerangkan bahwa sejak Senin, 2 Maret 2026, Unilever telah menyelesaikan penjualan bisnis teh Sariwangi kepada Savoria. Proses transaksi dinyatakan telah rampung secara hukum dan administratif.
”Perseroan telah menandatangani seluruh dokumen yang diperlukan secara hukum dan kontraktual demi penyelesaian transaksi, serta telah menerima pembayaran secara penuh dari pembeli sehubungan dengan penjualan bisnis teh Sariwangi dan transaksi tersebut,” katanya kepada BEI, Selasa, 3 Maret 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transaksi telah efektif dan pembayaran diterima sepenuhnya.
Baca Juga
Mario menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Unilever Indonesia. Justru, penjualan lini bisnis tersebut memungkinkan Unilever untuk merealisasikan nilai investasinya.
Fokus Strategis pada Bisnis Inti Perseroan
Kini, Unilever Indonesia berupaya memusatkan perhatian pada lini bisnis inti yang tersisa. Strategi ini disebut sebagai bagian dari langkah meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
”Penjualan bisnis teh Sariwangi tersebut akan memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek, serta berfokus pada bisnis inti perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” tegasnya. Pernyataan ini menekankan orientasi perseroan terhadap optimalisasi portofolio.
Dengan divestasi tersebut, Unilever dapat mengalokasikan sumber daya ke segmen yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Langkah ini sekaligus mempertegas arah strategi bisnis ke depan.
Sebelumnya, pada awal tahun ini, Unilever Indonesia telah mengumumkan rencana pelepasan bisnis teh bermerek Sariwangi. Proses divestasi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis atau Business Transfer Agreement (BTA) pada Selasa, 6 Januari 2026.
Penandatanganan BTA dilakukan bersama PT Savoria Kreasi Rasa. Kedua belah pihak menyepakati harga senilai Rp1,5 triliun untuk pengalihan bisnis teh tersebut.
Harga divestasi ini disepakati di luar pajak yang berlaku. Nilai tersebut menjadi dasar perhitungan transaksi antara kedua entitas.
Pernyataan Manajemen dan Nilai Transaksi
“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Presiden Direktur Unilever Benjie Yap dalam keterbukaan informasi, Rabu, 7 Januari 2026.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen bahwa Sariwangi memiliki peluang berkembang di bawah kepemilikan baru. Di sisi lain, Unilever dapat mengonsentrasikan strategi pada lini yang lebih prioritas.
Nilai transaksi Rp1,5 triliun disebut mencerminkan 45% dari ekuitas Unilever berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. Angka ini menunjukkan skala transaksi yang signifikan dalam struktur keuangan perusahaan.
Besaran aset Sariwangi juga disebut mencerminkan 2,5% terhadap total aset perseroan. Artinya, secara proporsional, lini bisnis ini relatif kecil dibandingkan keseluruhan portofolio Unilever.
Sementara itu, laba bersih Sariwangi berkontribusi sebesar 3,1% terhadap laba bersih perseroan. Terhadap top line, Sariwangi memiliki kontribusi pendapatan sebesar 2,7% dibandingkan dengan total pendapatan usaha UNVR.
Implikasi terhadap Kinerja dan Struktur Bisnis
Kontribusi yang relatif kecil terhadap total aset dan pendapatan menjadi salah satu latar belakang rasionalisasi portofolio. Divestasi ini memungkinkan perseroan mengoptimalkan struktur bisnis yang lebih ramping dan fokus.
Manajemen memastikan bahwa pelepasan bisnis ini tidak berdampak material terhadap operasional perusahaan. Stabilitas bisnis inti tetap terjaga pasca penyelesaian transaksi.
Dengan menerima pembayaran penuh dari pembeli, Unilever memiliki fleksibilitas keuangan tambahan. Dana hasil transaksi dapat dimanfaatkan sesuai strategi perusahaan, termasuk potensi pengembalian nilai kepada pemegang saham.
Transaksi ini juga memperlihatkan dinamika industri consumer goods yang terus berubah. Perusahaan besar melakukan penyesuaian portofolio untuk menjaga relevansi dan daya saing.
Bagi Grup Djarum melalui PT Savoria Kreasi Rasa, akuisisi ini membuka peluang pengembangan merek Sariwangi ke tahap berikutnya. Sementara bagi Unilever, langkah ini menjadi bagian dari reposisi strategis.
Secara keseluruhan, penjualan bisnis teh Sariwangi senilai Rp1,5 triliun menandai babak baru dalam perjalanan Unilever Indonesia. Fokus pada bisnis inti dan optimalisasi nilai pemegang saham menjadi tujuan utama di balik keputusan tersebut.
Dengan transaksi yang telah efektif per 2 Maret 2026 dan pembayaran yang telah diterima penuh, proses divestasi dinyatakan selesai. Ke depan, Unilever Indonesia akan melanjutkan strategi penguatan lini utama untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
PalmCo Capai Laba Rp6,19 Triliun Dengan Efisiensi Operasional Optimal
- Selasa, 03 Maret 2026
ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap
- Selasa, 03 Maret 2026
Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan
- Selasa, 03 Maret 2026
Terpopuler
1.
Hasil Persebaya Vs Persib Bandung Imbang Sengit Di GBT
- 03 Maret 2026
2.
Man City Vs Nottm Forest Liga Inggris Etihad Stadium
- 03 Maret 2026
3.
4.
Marc Klok Kecewa Persib Gagal Menang Di Markas Persebaya
- 03 Maret 2026












