Rabu, 04 Maret 2026

Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan

Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan
Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan

JAKARTA - Perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Xurya menutup 2025 dengan strategi transformasi bisnis yang signifikan. 

Perusahaan, yang sebelumnya dikenal sebagai startup penyedia sewa PLTS tanpa biaya awal, kini beralih menjadi perusahaan energi terbarukan dengan fokus profitabilitas jangka panjang dan diversifikasi aset.

Sejak berdiri pada 2018, Xurya telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS on-grid maupun hybrid off-grid di berbagai wilayah Indonesia. Managing Director Xurya, Eka Himawan, menuturkan bahwa 2025 menjadi fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi bisnis.

Baca Juga

Unilever Indonesia Resmi Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum, Fokus Perkuat Lini Inti

“Kami memprioritaskan proyek yang bankable, meningkatkan standar instalasi sesuai ketentuan nasional dan internasional, serta memperkuat layanan purnajual,” ujar Eka Himawan.

Ia menambahkan, regulasi terkait PLTS yang lebih jelas juga menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Xurya sebagai perusahaan energi terbarukan lokal bertaraf global.

 Ekspansi ke Hybrid Off-Grid dan Independent Power Producer

Salah satu langkah strategis Xurya pada 2025 adalah ekspansi ke segmen hybrid off-grid dan independent power producer (IPP). 

Perusahaan menilai permintaan pembangkit energi terbarukan skala besar semakin meningkat, terutama dari sektor industri yang membutuhkan kepastian pasokan energi serta efisiensi biaya operasional.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2025 tentang pedoman perjanjian jual-beli listrik dari pembangkit energi terbarukan dianggap memberikan kepastian hukum bagi proyek IPP. Selain itu, lembaga pembiayaan lokal dan regional semakin memahami profil risiko dan skema bisnis PLTS, sehingga akses pendanaan lebih terbuka.

Eka Himawan menekankan, “Institusi finansial lokal maupun regional sudah memahami pola pasar PLTS di Indonesia sehingga mampu menyediakan fasilitas yang relevan. Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi kebutuhan energi yang berkembang.”

Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Kualitas Instalasi

Meski ekspansi menjanjikan, Xurya menghadapi tantangan dari sisi operasional. VP Operations Philip Effendy menyatakan bahwa kesenjangan kompetensi tenaga lokal menjadi isu utama seiring meningkatnya kompleksitas proyek.

“Industri energi surya di Indonesia masih tergolong baru. Tantangan utama adalah memastikan kualitas pemasangan tinggi dan menyiapkan talenta lokal untuk mendukung proyek,” ujar Philip Effendy.

Untuk mengatasi hal ini, Xurya telah mengembangkan Solar Academy Indonesia (SAI) sejak 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra Engineering, Procurement, and Construction (EPC), mencakup standar keselamatan sistem dan mitigasi risiko proyek. Hingga 2025, ratusan peserta telah mengikuti pelatihan ini.

Perluasan Program Pelatihan Menuju Proyek Skala Besar

Memasuki 2026, Xurya merencanakan perluasan SAI menjadi tiga sesi pelatihan guna mempercepat kesiapan EPC lokal dalam menangani proyek berskala lebih besar dan kompleks. 

Dengan langkah ini, perusahaan ingin memastikan setiap proyek PLTS, baik on-grid maupun hybrid off-grid, dapat dijalankan sesuai standar keselamatan, kualitas, dan efisiensi tinggi.

Selain itu, penguatan kapasitas talenta juga menjadi kunci bagi Xurya untuk mendukung diversifikasi portofolio bisnis. Perusahaan menekankan bahwa pengembangan SDM merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan di sektor energi terbarukan nasional.

Prospek 2026 dan Peran Xurya dalam Transisi Energi Nasional

Tahun 2025 menjadi periode penguatan struktur bisnis Xurya melalui diversifikasi portofolio ke hybrid off-grid dan IPP, perbaikan tata kelola proyek, serta investasi pada pengembangan talenta. 

Memasuki 2026, perusahaan membidik ekspansi lebih agresif dengan memperkuat posisi sebagai katalis dan solusi atas tantangan transisi energi nasional.

Xurya menargetkan integrasi energi surya ke dalam strategi bisnis sektor industri, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi rendah karbon. 

Dengan fokus pada kualitas, kapasitas SDM, dan pendanaan yang memadai, perusahaan berharap dapat mendorong percepatan penggunaan energi terbarukan di seluruh Indonesia.

“Target kami bukan hanya pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Eka Himawan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Marketing Sales Tembus Rp1,65 Triliun, Lippo Cikarang Lampaui Target 2025 dan Catat Lonjakan Pendapatan 133%

Marketing Sales Tembus Rp1,65 Triliun, Lippo Cikarang Lampaui Target 2025 dan Catat Lonjakan Pendapatan 133%

PalmCo Capai Laba Rp6,19 Triliun Dengan Efisiensi Operasional Optimal

PalmCo Capai Laba Rp6,19 Triliun Dengan Efisiensi Operasional Optimal

ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap

ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap

Laba Sinar Mas Agro Meningkat Signifikan, Saham Tetap Murah

Laba Sinar Mas Agro Meningkat Signifikan, Saham Tetap Murah

Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri

Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri