Rabu, 04 Maret 2026

ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap

ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap
ALMI Pastikan Strategi Pemenuhan Free Float Dilaksanakan Secara Bertahap

JAKARTA - PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. ALMI, anak perusahaan Grup Maspion, melaporkan progres upaya pemenuhan aturan free float minimal 15 persen. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari suspensi efek ALMI yang disebabkan belum tercapainya ketentuan tersebut.

Pjs. Sekretaris Perusahaan, Windy Brigitta, menjelaskan bahwa ALMI telah melakukan penjajakan awal dengan calon investor asing dari China. Selain itu, perseroan juga melaksanakan pembahasan dan negosiasi lanjutan dengan investor lokal jangka panjang yang tidak terafiliasi dengan perusahaan.

“ALMI terus menjajaki upaya terbaik untuk memenuhi ketentuan free float 15 persen. Hingga saat ini, beberapa investor masih dalam tahap pendekatan dan belum tercapai kesepakatan,” ujar Windy Brigitta.

Baca Juga

Unilever Indonesia Resmi Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum, Fokus Perkuat Lini Inti

Strategi Pemenuhan Free Float Terus Berlanjut

Perseroan dan pemegang saham pengendali menekankan perlunya waktu dan upaya yang tepat untuk menemukan strategi pemenuhan free float. 

Windy menambahkan, begitu ALMI menemukan mekanisme yang dianggap optimal, informasi detail akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan publik secara transparan.

Langkah ini penting agar investor memperoleh kepastian hukum dan transparansi mengenai saham ALMI. Pendekatan bertahap dilakukan untuk memastikan bahwa struktur kepemilikan saham publik memenuhi standar minimal, sambil menjaga stabilitas harga dan likuiditas saham di pasar modal.

ALMI menilai pemenuhan free float tidak hanya soal kepatuhan regulator, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham perseroan.

Notasi Khusus OJK untuk Emiten Kurang Free Float

Sebelumnya, OJK mengumumkan rencana memberikan notasi khusus terhadap emiten yang belum mampu memenuhi free float minimal 15 persen. Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa notasi ini bukan papan baru, tetapi penanda yang membantu investor membedakan saham yang telah maupun belum memenuhi ketentuan free float.

“Kebijakan ini mempermudah investor memilih saham dan memberi panduan tentang status free float emiten,” ujar Friderica.

Meski begitu, OJK belum menetapkan waktu pasti penerapan notasi khusus ini, karena masih dalam tahap diskusi internal BEI sebelum diajukan secara resmi ke OJK.

Pendekatan ini bertujuan menciptakan pasar saham yang transparan, sekaligus memberi tekanan positif kepada emiten agar memenuhi persyaratan free float sesuai regulasi terbaru.

Data Saham dan Pemenuhan Free Float

Berdasarkan data BEI per 31 Desember 2025, terdapat 312 saham yang free float-nya masih di bawah 15 persen. Dari jumlah tersebut, 263 saham telah memenuhi ketentuan free float sebelumnya, yaitu minimal 7,5 persen. 

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar emiten sudah menyesuaikan kepemilikan saham publik, tetapi masih ada yang perlu melakukan langkah tambahan untuk mencapai standar terbaru.

ALMI termasuk emiten yang sedang melakukan pendekatan aktif kepada investor. Dengan strategi penjajakan dan negosiasi yang tepat, perseroan menargetkan free float dapat segera mencapai 15 persen, sehingga status suspensi efek dapat dicabut.

Windy Brigitta menekankan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat likuiditas dan daya tarik saham ALMI di pasar modal domestik maupun internasional.

Tantangan dan Prospek Pasar Modal

Pemenuhan free float bagi emiten seperti ALMI menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, koordinasi dengan investor dalam negeri dan asing harus berjalan seimbang agar kepemilikan saham publik tidak terganggu. Kedua, harga saham yang fluktuatif membuat negosiasi memerlukan strategi tepat untuk menjaga nilai perusahaan.

Namun, langkah-langkah ini juga membuka peluang bagi ALMI untuk meningkatkan reputasi dan kepercayaan investor. Dengan free float yang memadai, saham ALMI diharapkan memiliki likuiditas lebih tinggi, transparansi lebih baik, dan potensi masuk ke indeks saham yang mengutamakan kepemilikan publik.

Windy menegaskan, “Begitu mekanisme pemenuhan free float dianggap tepat, kami akan segera menginformasikan detailnya kepada OJK, BEI, dan publik. Ini penting agar seluruh pihak memiliki kepastian dan investor dapat membuat keputusan dengan informasi lengkap.”

Proses ini menunjukkan bahwa Grup Maspion serius dalam menata kepemilikan saham ALMI agar sesuai regulasi, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar modal Indonesia. 

Dengan kolaborasi antara pemegang saham, investor lokal, dan calon investor asing, prospek pertumbuhan saham ALMI dipandang positif dalam jangka menengah hingga panjang.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Marketing Sales Tembus Rp1,65 Triliun, Lippo Cikarang Lampaui Target 2025 dan Catat Lonjakan Pendapatan 133%

Marketing Sales Tembus Rp1,65 Triliun, Lippo Cikarang Lampaui Target 2025 dan Catat Lonjakan Pendapatan 133%

PalmCo Capai Laba Rp6,19 Triliun Dengan Efisiensi Operasional Optimal

PalmCo Capai Laba Rp6,19 Triliun Dengan Efisiensi Operasional Optimal

Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan

Xurya Fokus Transformasi Bisnis PLTS Dorong Ekspansi Energi Terbarukan

Laba Sinar Mas Agro Meningkat Signifikan, Saham Tetap Murah

Laba Sinar Mas Agro Meningkat Signifikan, Saham Tetap Murah

Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri

Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri