Kawasan Industri Nikel Perkuat Keamanan Kerja Sesuai Arahan Kemnaker
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi fokus utama bagi kawasan industri nikel di Indonesia, terutama di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN), yang terletak di Maluku Utara.
Melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh tenant dan perusahaan yang terlibat dalam kegiatan usaha jasa pertambangan di kawasan tersebut, pihak manajemen berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi budaya K3.
Ini juga sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang terus mendorong sektor industri untuk menjaga keselamatan pekerja.
Baca JugaPemanfaatan PLTS Atap Kian Strategis Percepat Target Transisi Energi Nasional
Keterlibatan Semua Pihak dalam Penerapan K3
Menurut Iwan Kurniawan, General Manager Health, Safety & Environment (HSE) IWIP dan Kepala Teknik Tambang PT WBN, penerapan budaya K3 tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pengelola kawasan, pekerja, dan seluruh pihak terkait.
Hal ini, menurutnya, hanya dapat tercapai dengan konsistensi dalam pelaksanaan dan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat.
Momentum penting seperti Bulan K3 Nasional 2026 yang berlangsung pada 8 Januari hingga 14 Februari 2026, dimanfaatkan oleh IWIP, WBN, dan tenant untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan kerja.
Penerapan budaya K3 di kawasan industri ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Strategi Kementerian Ketenagakerjaan dalam Membangun Budaya K3
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyusun lima strategi utama untuk membangun budaya K3 di seluruh sektor industri Indonesia.
Strategi ini mencakup edukasi dan pelatihan bagi pekerja, keterlibatan langsung dari pekerja dalam proses K3, perbaikan sistem keselamatan yang ada, pemanfaatan teknologi untuk menunjang keselamatan, serta penegakan aturan melalui inspeksi berkala. Seluruhnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus aman dan sehat.
“Budaya K3 dibangun melalui penerapan yang konsisten dan partisipasi seluruh pihak. Kami meyakini bahwa dengan meningkatkan kesadaran tentang risiko, disiplin kerja, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja, kita bisa mencegah kecelakaan dan meningkatkan produktivitas,” ujar Iwan.
Berbagai Kegiatan Edukatif dan Partisipatif Selama Bulan K3 Nasional
Untuk mendalami dan mengaplikasikan konsep K3, IWIP dan WBN mengadakan serangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan seluruh pekerja dan tenant.
Beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026 antara lain adalah seminar kesehatan yang bertemakan "Membangun Gaya Hidup Sehat Jantung di Lingkungan Industri", program donor darah, serta berbagai lomba yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan keselamatan kerja.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi tantangan keselamatan kerja seperti job safety analysis (JSA) challenge, defensive driving challenge, lomba penerapan 5R (5S), safety talk interaktif, hingga lomba mini search and rescue challenge dan penulisan artikel bertema K3.
Setiap kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga untuk mengajak pekerja untuk berpartisipasi langsung dalam memperbaiki lingkungan kerja mereka.
Penerapan K3 yang Berkelanjutan di Weda Bay
Tidak hanya selama Bulan K3 Nasional, IWIP dan WBN berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi implementasi budaya K3 dalam setiap lini operasional mereka.
Menurut Iwan, pendekatan partisipatif sangat penting dalam menjaga keberlanjutan budaya K3, karena setiap pekerja memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Dengan melibatkan pekerja dalam identifikasi potensi bahaya dan penyusunan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan dapat tercipta sistem keselamatan yang lebih efektif.
Pada masa yang akan datang, IWIP dan WBN berencana untuk terus memperkuat kolaborasi ini dengan memastikan penerapan K3 yang lebih baik lagi.
Komitmen ini selaras dengan visi mereka untuk menjadikan kawasan industri ini sebagai tempat kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman bagi seluruh pekerja.
Komitmen Kemnaker dalam Mendorong Budaya K3 di Seluruh Sektor Industri
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya implementasi kebijakan K3 untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Melalui kebijakan dan program yang disusun Kemnaker, diharapkan sektor industri di Indonesia dapat bertransformasi menuju budaya K3 yang lebih kuat, dengan memastikan setiap pekerja terlindungi dari risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu produktivitas dan kesejahteraan mereka.
“Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan K3 yang lebih dekat dengan kebutuhan publik serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Yassierli dalam kesempatan yang sama.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Lonjakan Saham PT Widodo Makmur Unggas Terkait Rencana Right Issue Besar
- Rabu, 25 Februari 2026
Jasa Marga Resmi Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Dengan Beragam Rute Populer
- Rabu, 25 Februari 2026
Jasa Raharja Bersama Stakeholder Perkuat Kesiapan Mudik Aman Idul Fitri 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Anak Usaha BREN Gandeng SLB Kembangkan Proyek Panas Bumi Sekincau Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Harga Minyak Melemah Iran Siap Tempuh Langkah Demi Kesepakatan Dengan AS
- Rabu, 25 Februari 2026
Harga Minyak Dunia Menguat Tajam Saat Pasar Pantau Ketat Ketegangan Timur Tengah
- Rabu, 25 Februari 2026
Pemangkasan Produksi Batu Bara Nasional Belum Berdampak Pada Kontrak Kerja BUMA
- Rabu, 25 Februari 2026












