Chandra Asri Percepat Pabrik CA-EDC Rp15 Triliun Demi Capai Produksi 21 Juta Ton Petrokimia
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mempercepat pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Langkah ini dilakukan untuk memastikan target produksi petrokimia 21 juta ton pada 2027 bisa tercapai.
Progres Pembangunan Pabrik CA-EDC
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat TPIA, Suryandi, mengungkapkan saat ini progres pembangunan pabrik telah mencapai 56 persen. Nilai investasi proyek pabrik CA-EDC ini mencapai Rp 15 triliun, yang menjadi salah satu proyek strategis perusahaan.
Baca JugaInformasi Lengkap Rute, Jadwal, dan Tarif Tiket Sinar Jaya Mudik Lebaran 2026
TPIA menargetkan pabrik CA-EDC selesai pada akhir tahun 2026. Dengan demikian, pabrik bisa mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027, membuka peluang produksi masif produk petrokimia.
Penggunaan Capex untuk Penyelesaian Proyek
Suryandi menyampaikan pihaknya akan menggunakan belanja modal (capex) secara dominan untuk proyek CA-EDC. Biasanya, belanja modal untuk konstruksi akan meningkat signifikan pada tahun terakhir pembangunan proyek.
Peningkatan capex diharapkan mempercepat penyelesaian pabrik. Strategi ini juga memastikan bahwa kapasitas produksi dapat segera dimanfaatkan secara optimal begitu pabrik beroperasi.
Permintaan Produk Petrokimia dan Ekspansi Kapasitas
Permintaan produk petrokimia di Indonesia diproyeksikan terus tinggi hingga 2038, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5 persen per tahun. TPIA telah meningkatkan kapasitas produksinya selama dua tahun terakhir, didorong oleh akuisisi Aster Chemicals and Energy di Singapura.
Fasilitas refinery Aster menambah kemampuan TPIA memproduksi beragam jenis produk petrokimia. Pada 2025, total produksi TPIA meningkat menjadi 17,6 juta ton per tahun dari 4,23 juta ton pada 2024.
Proyeksi Kapasitas Produksi 2027
Ekspansi TPIA berlanjut sehingga kapasitas produksi diperkirakan menembus 21 juta ton pada 2027. Pabrik CA-EDC menjadi kontributor utama dalam pencapaian target tersebut melalui kapasitas awal produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton EDC per tahun.
Produksi soda kaustik diyakini dapat menggantikan impor hingga 827.000 ton per tahun. Nilainya diperkirakan sekitar 293 juta dollar AS atau setara Rp 4,9 triliun dengan kurs Rp 16.829 per dollar AS.
Peluang Ekspor EDC dan Devisa Negara
Sementara itu, produk EDC sebagian besar diarahkan untuk pasar ekspor. Potensi devisa dari penjualan EDC diperkirakan mencapai 300 juta dollar AS atau setara Rp 5 triliun per tahun.
Langkah ini menegaskan strategi TPIA untuk meningkatkan kontribusi ekspor sekaligus memperkuat posisi di pasar global. Ekspansi pabrik juga membuka peluang bisnis regional yang lebih luas.
Optimalisasi Value Chain dan Daya Saing
Direktur Legal dan Hubungan Eksternal TPIA, Edi Riva’i, menyebut bahwa strategi ekspansi di tiga lini bisnis—energi, kimia, dan infrastruktur—ditujukan untuk mengoptimalkan value chain. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi biaya sekaligus daya saing perusahaan.
Ekspansi juga memberi akses ke pasar regional dan memperkuat posisi TPIA sebagai salah satu pemain petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk mempertahankan pertumbuhan dan dominasi di industri petrokimia regional.
Target Strategis
Dengan percepatan penyelesaian pabrik CA-EDC, TPIA memastikan target produksi 21 juta ton tercapai pada 2027. Proyek ini juga akan menambah kapasitas ekspor, menekan impor, dan meningkatkan kontribusi devisa, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar regional.
Strategi ini sekaligus menunjukkan komitmen manajemen TPIA dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Ekspansi besar-besaran di sektor petrokimia menjadi kunci dalam menghadapi permintaan domestik yang tinggi serta peluang pasar global yang menjanjikan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Pendaftaran Mudik Gratis Online Jasa Marga Dibuka Rabu 25 Februari 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Jitu Fresh Graduate Tembus Seleksi BUMN Agar Karier Cemerlang Mendatang
- Rabu, 25 Februari 2026
Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru Demi Percepat Transformasi Tata Kelola BUMN
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
ORI029 Terjual Rp14,44 Triliun, Wiraswasta Jadi Investor Utama
- 25 Februari 2026
2.
Penyaluran Kredit Bank OJK Malang Tembus Rp110 Triliun 2025
- 25 Februari 2026
3.
Purbaya Tunjuk Suminto Resmi Jadi Plt Dirjen SPSK Gantikan Masyita
- 25 Februari 2026
4.
Albertus Wiroyo Resmi Jadi Ketua AAJI Perkuat Tata Kelola
- 25 Februari 2026
5.
BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda
- 25 Februari 2026











