Lonjakan Saham PT Widodo Makmur Unggas Terkait Rencana Right Issue Besar
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Pasar saham dibuat heboh dengan kenaikan signifikan saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU). Lonjakan ini terjadi seiring pengumuman rencana aksi korporasi perusahaan berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.
Kenaikan Harga Saham dan Aktivitas Perdagangan
Pada perdagangan Selasa 24 Februari 2026, harga saham WMUU ditutup di level 79. Hal ini melonjak 5 poin atau 6,76% dibandingkan hari sebelumnya, sementara akumulasi lima hari terakhir menunjukkan kenaikan 13 poin atau 19,70%.
Baca JugaInformasi Lengkap Rute, Jadwal, dan Tarif Tiket Sinar Jaya Mudik Lebaran 2026
Lonjakan harga saham mencerminkan optimisme investor terhadap rencana right issue. Investor menilai aksi korporasi ini akan memperkuat struktur keuangan perusahaan dan mendukung ekspansi bisnis.
Rencana Right Issue dan Detail Penerbitan Saham
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin 23 Februari 2026, WMUU akan menerbitkan maksimal 6,1 miliar saham baru. Saham ini berasal dari portepel perusahaan dengan nilai nominal Rp 50 per saham, yang memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 2 April 2026.
Direktur Keuangan WMUU, Wahyu Andi Susilo, menjelaskan bahwa sebagian saham baru akan diambil oleh PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) melalui konversi hak tagih. Sisa dana hasil right issue setelah dikurangi biaya pelaksanaan akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.
Konversi Hak Tagih WMPP dan Strategi Penggunaan Dana
Sebagian nilai right issue direalisasikan dengan konversi hak tagih WMPP kepada WMUU menjadi saham baru. Langkah ini sekaligus menekan beban hutang dan memperkuat posisi ekuitas perusahaan dalam jangka panjang.
Dana tambahan yang diperoleh dari right issue akan digunakan untuk modal kerja WMUU. Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas operasional, memperluas kegiatan usaha, serta mendukung pertumbuhan bisnis unggas secara berkelanjutan.
Dampak Right Issue terhadap Struktur Permodalan
Manajemen WMUU memprediksi bahwa rencana HMETD akan menurunkan rasio pinjaman terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER). Penurunan DER diharapkan memperbaiki struktur permodalan serta meningkatkan fundamental keuangan perusahaan.
Perbaikan struktur permodalan diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan daya tarik saham di pasar modal. Dengan demikian, right issue tidak hanya menjadi sumber dana tambahan, tetapi juga alat untuk memperkuat posisi finansial WMUU.
Prospek Operasional dan Kinerja Keuangan
Pemanfaatan dana hasil right issue di bidang modal kerja diproyeksikan memperkuat kapasitas produksi dan distribusi unggas. Manajemen optimistis bahwa peningkatan kinerja operasional ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan struktur permodalan yang lebih sehat dan modal kerja yang memadai, WMUU siap menghadapi tantangan persaingan industri unggas. Investor dan pemangku kepentingan berharap right issue ini menjadi katalis pertumbuhan dan ekspansi bisnis perusahaan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Pendaftaran Mudik Gratis Online Jasa Marga Dibuka Rabu 25 Februari 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Jitu Fresh Graduate Tembus Seleksi BUMN Agar Karier Cemerlang Mendatang
- Rabu, 25 Februari 2026
Dony Oskaria Lantik Pejabat Baru Demi Percepat Transformasi Tata Kelola BUMN
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
ORI029 Terjual Rp14,44 Triliun, Wiraswasta Jadi Investor Utama
- 25 Februari 2026
2.
Penyaluran Kredit Bank OJK Malang Tembus Rp110 Triliun 2025
- 25 Februari 2026
3.
Purbaya Tunjuk Suminto Resmi Jadi Plt Dirjen SPSK Gantikan Masyita
- 25 Februari 2026
4.
Albertus Wiroyo Resmi Jadi Ketua AAJI Perkuat Tata Kelola
- 25 Februari 2026
5.
BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda
- 25 Februari 2026











